Posting ini adalah untuk kontes Share Your Android Experience With Liquid E
yang
diadakan pada tanggal 9 - 17 Juli 2010.
Copy dari email ini juga saya forward ke Mas Agus H.
Maaf newbie, jarang posting di sini :)
My First Impression on My (Friend's) Acer Liquid E
Beberapa waktu yang lalu teman saya baru datang dari USA dan sempat memamerkan
hand held Android barunya yaitu Acer Liquid E yang berwarna putih. Sayangnya,
karena kunjungannya yang sangat singkat, Ia hanya mengisinya dengan sim card
biasa tanpa layanan 3G ataupun GPRS. Lagipula, Ia juga membawa gadget lainnya
keluaran “toko buah Berry”, yang saat ini Ia lebih gunakan. Layaknya orang
pedalaman yang baru kenal TV, mata saya langsung tertuju pada gadget futuristik
Acer Liquid E yang Ia bawa itu dengan rasa penasaran yang mendalam.
Hanya sekali lihat, langsung terbayang di pikiran saya kalau Acer Liquid E ini
adalah handheld yang solid dengan desain yang terkesan kuat dan elegan, seperti
sebuah tameng baja putih mengkilap yang digunakan oleh para jagoan di film-film
science fiction. Dilihat dari dekat, layarnya yang lebar dengan resolusi
800x480
memberikan kesan lapang, seakan saya dapat memasukkan widget apa saja ke dalam
layar tersebut tanpa perlu takut tidak cukup ruang. Ketika melihat bagian
belakangnya, tertera tulisan 5.0 Mega Pixels yang segera membuat saya kagum dan
penasaran dengan kehebatan kamera Acer Liquid E ini.
Segera saja saya slide unlock button-nya untuk melepas kunci dan memasuki home
screen ala Android 2.1 atau biasa disebut Éclairitu. Animasi transisi yang
cantik terlihat sangat lancar tanpa ada lagging sedikitpun. Seperti kebanyakan
home screen Éclair lainnya, Live Wallpaper langsung menyambut dengan animasinya
yang interaktif. Widgets yang terpasang di home screen pada hand held ini pun
cukup banyak dan menarik. Di home screen paling kanan terdapat sebuah bookmark
untuk halaman-halaman web yang dikemas dalam sebuah animasi carousel yang
manis.
Di home screen paling kiri juga terdapat sebuah carousel yang mirip, namun
gunanya adalah untuk menampilkan album-album, foto, atau video. Carousel inilah
salah satu fitur yang membuat Acer Liquid E ini terlihat lebih keren daripada
hand held Android pada umumnya.
Tanpa perlu repot-repot menginstall ini-itu, Acer Liquid E ini sudah langsung
menawarkan aplikasi-aplikasi yang menarik di dalamnya. Begitu tombol main menu
dipilih, langsung terlihat deretan empat kolom aplikasi yang tersusun rapi
sesuai abjad. Karena teman saya ini tukang main, di hand held-nya ini telah
banyak diinstall game.
Aplikasi yang pertama kali saya buka adalah Gameboid, sebuah emulator Nintendo
Gameboy. Tanpa didukung oleh tombol navigasi arah atau keyboard yang nyata,
saya
berpikir pasti akan sulit memainkan game di sini. Tetapi, ternyata teman saya
bilang kalau Acer Liquid E ini sudah mendukung multi-touch, sehingga saat saya
memainkan game di aplikasi tersebut, saya bisa menggunakan dua tombol yang
muncul di layar sekaligus. Jika diingat-ingat, rasanya saat itu saya semakin
terkesan kampungan. Hehehe…
Setelah saya tanya kepada teman saya, ternyata kecepatan prosesor hand held ini
adalah 768 MHZ. Saya sempat meragukan kinerjanya, karena hand held saya saat
ini
memiliki prosesor 800MHZ dan masih terasa cukup lambat. Ternyata saya salah.
Begitu mencoba beberapa aplikasi yang dijalankan secara intensif seperti game
kelas berat Raging Thunder, game moderate seperti Super KO Boxing, dan juga
peralatan office Documents To Go, saya tidak merasa “dibohongi”. Setelah saya
tanya kembali spesifikasinya, ternyata hand held ini didukung oleh RAM yang
berkapasitas cukup besar, yaitu 512MB. Hmm… Pantas saja lancar jaya.
Satu hal yang selalu membuat saya penasaran ketika melihat sebuah gadget baru
adalah hasil foto serta tampilan galerinya. Langsung saja saya menyalakan
kameranya dan memotret ruangan beberapa kali. Hasilnya cukup baik, tetapi
mungkin karena saat itu sudah malam jadi hasilnya tidak maksimal. Setelah
berfoto-foto, saya melihat-lihat hasil foto tersebut di galeri.
Sebelum saya mencoba melihat galeri di Acer Liquid E ini, saya sempat berpikir,
“Ah paling-paling sama saja dengan galeri-galeri di hand held lain, hanya
berlatar hitam dengan dua kolom dan thumbnail beberapa fotonya,” dan lagi-lagi,
ketika saya lihat, ternyata saya salah. Saya dibuat terkagum-kagum dengan
tampilan galerinya yang colorful dan indah dilihat, dengan navigasi secara
slide
ke album-album foto yang dibuat intuitif dan menarik. “Bukan main… tidak hanya
kameranya saja yang bagus, tapi tampilan galerinya pun menarik.” pikir saya
kemudian.
Hanya satu yang disayangkan, di hand held tersebut tidak diisi satupun file mp3
sehingga saya tidak sempat mengetes kualitas music playernya. Padahal saya
penasaran sekali dengan kualitas suaranya.
Secara keseluruhan, Acer Liquid E tidak seperti beberapa hand held lain yang
membuat fitur khas yang berlebihan. Kelihatannya Acer Liquid E memilih untuk
berada di “jalan yang lurus”. Tampilan Éclair yang dibawanya secara umum mirip
dengan hand held keluaran Google, yaitu Nexus One. Pengguna Android yang pernah
merasakan repotnya menggunakan hand held yang “mengaku android” tetapi banyak
melakukan kustomisasi sehingga look-and-feel androidnya hilang, maka Acer
Liquid
E inilah tempat untuk kembali.
--
"Indonesian Android Community [id-android]"
Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB
Moderator: [email protected]
ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby
ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729