At 23:52 15/01/99 , Aries Fajar wrote

Saya forward sekalian ke milis id-linux yah, biar sekalian bagi info.

>1. Apakah alat-alat yang dibutuhkan ? kalau saya mulai dari 0 ? beserta
>harganya < kira-kira saja >

Ini dimodelkan untuk link 1200 bps yah.
a.transceiver band 2m alias 144 MHz. Kalo pingin paling murah pakai HT Icom
IC2N, mungkin bekas sekitar 300-400 ribu yah. 
b.antenna, antenna cable dan power supply untuk transceivernya, mungkin
sekitar 150 ribu
c.modem. Nah ini lah yang rada ruwet, ada 3 pendekatan :
c.1. memakai dedicated packet radio controller atau disebut juga terminal
node controller (TNC). Ini merupakan "intelligent modem" dimana dia bisa
mengerjakan sendiri hardware layernya. Harganya rada mahal karena merupakan
barang "khusus". Biasanya sekitar 150-250 USD. Kebetulan saya menggunakan
KAntronics KPC-2. Catatan, jika anda bemaksud memakai software ETHRAX25,
anda kudu pakai TNC ini.
c.2, memakai modem Baycom compatible, dimana dia merupakan "dumb modem" dan
hardware layernya harus dibantu oleh komputer anda. Biasanya dibangun dari
IC TCM3105 atau gabungan XR2206 Harga di luaran biasanya sekitar 60 USD
sudah jalan. Tapi saya baca di milis masih ada yang jual 250 ribu yah?
Barang ini kalau di ITB bisa dibeli jadi ke Pak Komar
([EMAIL PROTECTED]) atau ke Himpunan Mahasiswa Elektroteknik ITB
c.q. Majalah Elektron (sorry lupa e-mailnya ..heheh tapi masuk saja dari
www.ee.itb.ac.id). HME selain menjual jadi juga menjual PCB sehingga anda
bisa bikin sendiri, walau saya tidak menganjurkan begitu, karena untuk
melakukan tuningnya akan mudah kalau anda punya oscilloscope.
c.3.pakai modem soundcard SB16 proyeknya Flexnet yang jalan di Linux. Nah
kalo ini saya kurang tahu karena belum pernah coba sendiri. Yang jelas
cukup menarik karena mur-mer. Silahkan tanya yang lebih tahu.

Jika anda mau ke modem 9600 bps dan seterusnya, tunggu dulu, ada
keterbatasan dari trasceiver sehingga hanya transceiver khusus yang support
9600 bps ke atas dan TIDAK murah.


>2. Apabila saya sudah mendapat alat2x no. 1, apakah ada tindakan2x
>*extra* yang perlu dilakukan ? misalnya...masang antenna, dsb ?

a.anda punya ijin amatir radio, karena ini beroperasi di band amatir radio.
Bahkan secara resmi di ITB setahu saya saat ini hanya dibuka untuk kalangan
amatir radio, dengan perkecualian institusional pendidikan dan non profit.
Walau saya akui ada beberapa civitas academica di ITB yang "on air" tanpa
lisensi amatir radio. Tahu sama tahulah, tapi kalau resminya ya anda harus
seorang amatir radio.
b.pengalaman amatir radio memang sebaiknya ada, setidaknya anda punya temen
yang bisa merakit alat komunikasi VHF ini.
c.minta ke node terdekat anda alokasi IP address dan minta dia untuk setup
routing dan MX (optional) untuk anda.

>3. Apabila saya sudah mendapat alat2x no. 1, bisakah alat2x tsb berjalan
>dibawah windows 98 ? Karena terus terang saja, Linux sesuatu yang *aneh*
>bagi saya. Masih belajar lah.....

Kalau anda punya TNC, jawabnya anda bisa pakai ETHRAX25 yang jalan under
DOS, Win 3.x Win95.
Tapi jika anda tidak punya maka :
a.jika anda memakai Baycom modem, anda bisa memakai software NOS (baik
variannya K9QNOS, JNOS, TNOS, etc) yang running di DOS ataupun Linux. Mau
tidak mau anda harus belajar NOS ini, tidak susah kok, dia sekedar mini
Unix like OS. Bisa saja anda meletakkan mesin Windows anda di belakang NOS ini.
b.Jika anda pakai soundcard modem, ya kudu pakai Linux, karena sampai
sekarang saya belum lihat implementasinya di OS non Linux.

setahu saya dulu ada proyek yang mencoba menggunakan Baycom modem under
Win95 dan membentuk virtual SLIP driver untuk Win95, tapi saya tidak
mengikuti lagi. Mungkin ada member lain  yang tahu, atau teriak saja di
milis milis amatir radio.

>4. Kalau kita pake modem, kita kan mesti daftar isp, terus dapet
>username and password. Dapet DNS, terus kita dial melalui modem tsb ke
>isp, kita online. Nah, kalau pake modem radio ini, gimana ? aneh sekali.
>Pake isp apa ? terus, katanya mesti connect ke IP di Bandung < ITB > kan
>jauh dari jakarta. Gimana tuh ?

Kalau secara teknis jika kita tergabung dalam network ini, anda akan mendapat :
a.IP address static
b.setting DNS dari host
c.routing table di host untuk anda
d.mailbox untuk ada, atau malah sekalian anda punya MX sendiri.
e.frekuensi radio untuk transmit dan receive
Pada intinya sama lah dengan koneksi static biasa hanya ini di 1200 bps,
jadi jangan harap mau pakai Internet Telephony ataupun Web.

Lalu bagaimana faktor nonteknisnya ?
Nah ini susahnya. berhubung modem radio ini namanya juga informal, malah
susah peyebarannya dan gak semua orang tahu.
Misalkan di Bandung, semuanya terpusat ke ITB, jaman dahulu ketika ITB
belum disatukan menggunakan FDDI dan 10Base2, hampir semua menggunakan
paket radio (mungkin Jay bisa cerita hal ini, karena tempat saya yang
kebetulan inner circle yang sudah dapat 10Base2 duluan), sehingga banyak
transceiver yang open ke public. Tapi setahu saya sekarang hanya ada di
CNRG yang dioperate anak anak Amateur Radio Club (ARC ITB). 
Nah di kota kota lain sebenarnya ada juga host paket radio yang kemudian
masuk ke backbone ITB atau malah langsung naik ke Internet, bergantung
institusi yang menjadi hostnya.
Setahu saya di banyak perguruan tinggi yang bukan Bandung yang masih belum
lengkap infrastruktur LAN-nya, radio paket ini masih banyak dipakai,
sehingga anda mungkin justru beruntung jika berada di sana.
Khusus untuk Jakarta saya yakin 100% ada yang mengoperasikan host radio
paket ini. Tapi ini hanya semata exclusive untuk amatir radio. Sehingga
jika anda bukan seorang amatir radio (baca : anggota ORARI) anda tidak akan
dilayani karena sebenarnya adalah illegal seorang yang non amatir radio
untuk beroperasi di band amatir radio. Hanya saja kondisi untuk akademis
dan institusional khusus memang sedikit berbeda, di sini ada semacam etika
"tahu sama tahu". Susah juga yah.
Untuk menanyakan node, alokasi IP addresss dan alokasi frequency untuk
amatir radio ini anda bisa tanya ke milis yb-l di [EMAIL PROTECTED]
Selain dari ORARI, setahu saya IPTEKNet juga masih mengoperasikan paket
radio ini (saya tahu dari seminar NII tahun lalu), hanya saja kudu nanya ke
mana saya kurang tahu. 

>PS : saya juga sudah pernah ke site nya radio modem ITB, ternyata gak
>efek. Tetep gak ngerti. Bahasanya susah dan kaya nya sudha kelamaan dah

Memang karena perkembangan modem radio yang AFSK ini asalnya dari dunia
amatir radio, suatu dunia orang yang seneng ngoprek, bau solder dan tukang
bongkar pasang sesuai jiwa amatir yang progresif. Mungkin anda kecewa
melihat investasi yang tidak murah, karena ya begitulah, peralatan yang ada
itu asalnya bukan dari suatu kebutuhan akan digital data communication
oriented. Tapi justru dari voice analog communication yang diupgrade
sehingga bisa menjadi digital data communication. Jadi buat amatir radio,
ini barang sudah ada tinggal dikulik dikit bisa nambah fungsi/
Jadi saran saya di sini anda sebaiknya belajar Linux (mungkin sebagai
pemacu anda sekalian ;) ) sehingga bisa memakai soundcard sebagai modem.

Khusus untuk paket radio ini, site yang paling asyik dikunjungi adalah site
Tuckson Amateur Packet Radio, www.tapr.org

Jadi IMHO, untuk bisa punya akses ke teknologi satu ini emang susah susah
gampang. Kalo ada di milis ini yang bilang bisa punya akses ke teknologi
ini, biasanya dia adalah salah satu berikut:
a.civitas academica suatu universitas atau institusi pendidikan dan non
profit yang masih punya infrastruktur paket radio
b.civitas lembaga khusus yang ada afiliasi dengan IPTEKNet (tapi ini saya
cuman spekulasi)
c.amatir radio 


______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED] 
Sudah cari di arsip? http://www.linux.or.id/milis.php3#arsip-id-linux
Utk info etika diskusi, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke