Iwan Garnadi wrote:
> sorry nih masih newbie try to answer soalnya kalo gue waktu install RH tuh
> ya pilih aja yang "default" alias tinggal enter enter gitulah hehe berhasil
> cuman windows 98nya jadi rada pelan nggak nih ?
> soalnya kan dia kagak bisa baca partitisi yang di pake linux
Kelihatannya Win98 jadi pelan bukan karena ada partisi Linux, tapi
karena LILO di install di MBR dan Win98 mengira itu virus, sehingga dia
pakai modus standar (16 bit) untuk akses harddisk.
Coba lihat pakai System Properties (My Computer klik kanan) bagian
Performance, kalau ada tulisan kira-kira begini:
Drive C using MSDOS Compatibility mode...
Drive D Using MSDOS Compatibility mode...
....
itulah masalahnya.
Mau tidak ada masalah install LILO pada partisi Linux, bukan di MBR.
Saya melihat partisi Linux mas Iwan dua-duanya di Extended Part.,
jadinya LILO memang hanya bisa di MBR (Partisi di Ext. Part. tidak bisa
buat boot).
Solusinya Ext. Part. tarik ke belakang, bisa pake Partition Magic,
partisi linux yang dua itu dihapus dulu :(.
Dengan cara ini bisa dibuat partisi Linux sebagai primary partition,
kira-kira begini urutannya:
dev/hda1 FAT16
dev/hda2 Linux Native ----- buat active, di sini nantinya LILO
dev/hda3 Linux swap
dev/hda4 Extended
dev/hda5 FAT16
.......
Pilihan saya lebih suka dev/hda3 dimount sebagai /home, dan swap
ditempatkan di Extended Part.
Dengan dipisahnya partisi /home, kalau terpaksa install ulang data-data
pribadi user bisa tetap utuh.
Tapi PROBLEM di RH 5.2, kok kalau pake DiskDruid Extended Partition
tidak bisa kebaca? Pake extended DOS, maupun pake extended Linux.
Mudah-mudahan membantu, mohon ma'af kalau kepanjangan.
Ishobr
______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Sudah cari di arsip? http://www.linux.or.id/milis.php3#arsip-id-linux
Utk info etika diskusi, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]