On Fri, Jul 10, 1998 at 11:41:58AM +0700, Priyadi Iman Nurcahyo wrote:
> >Yang nggak bisa yang mana/apanya ya? :-)
> >Supaya setiap buat user baru, ada Maildir-nya buat saja Maildir
> >dir /etc/skel/
>
> uuuhhh... kelemahannya user bisa ngehapus maildir punya sendiri,
> kalau dihapus, qmail ngga bisa bikin maildir secara otomatis
> (ngga seperti mailbox format)... biar user2 dikasihtau gimana juga
> tetep aja ada yang bikin kesel... :)
> any idea?
>
> ps. sekarang saya pake cron untuk recreate maildir user setiap malam... :)
Barangkali ini bisa:
1. Untuk delivery local, qmail 'dipaksa' melewati pipe procmail.
2. Procmailnya dihack dulu supaya default membuat format maildir
(bila ada tanda / dibelakang nama mailbox, mis. adi/ akan
dibuat direktory adi dengan format maildir.
3. Yang ketiga adalah langkah lain dari langkah 2. Procmail nggak
perlu dihack (di-patch maksudnya hehehehe), cuman dilewatkan
lagi ke program maildir (??) nama aslinya sudah lupa :-). Ada
yang bilang program maildir ini merupakan 'pre-patch' untuk
procmail supaya bisa menggunakan format maildir.
Jadi walaupun direktory maildir dihapus, otomatis procmail akan
buat sendiri.
NB: - bila kuatir meletakkan mail-2 di /var/spool/mail, rupanya
procmail bisa dihack untuk keperluan ini.
- support dari penemu procmail sudah nggak ada, sepertinya
versi terakhir 3.11pre7.
_________________________________________________________________
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] dg body unsubscribe id-linux
Help: [EMAIL PROTECTED] dg body help
Admin: [EMAIL PROTECTED]