Ulasan TurboLinux 2.0 (Okinawa)
----
Kemaren saya baru dapet TurboLinux 2.0 (edisi August 98) yg official (nggak
tau apakah ada versi GPL-nya). Isinya 2 CD (Install&Docs dan Source&Contrib)
dan buku dokumentasi.
Berikut ini isinya:
- Kernel 2.0.33 (modular, dg sound support).
- TurboPNP, program untuk setting semua ISA Plug and Play cards yg dimiliki.
- XFree86 3.3.2, plus support untuk NeoMagic chipset (menggunakan NeoMagic X
Server)
- TurboXCfg untuk konfigurasi X Window.
- RPM (RedHat Package Manager) based
- TurboPkg, interface RPM
- Glibc 2.0.7, libc 5.4.38
- TurboDesk 2.2 (Desktop)
- Aplikasi umum: gimp, lyx, netscape 4.04, xpaint, wingz, [x]emacs, xmame,
...
- dan service2 standard: dns, mail, web, ftp, nfs, nis, smb, dhcp, ...
Kesan saya waktu install pertama mirip sekali dengan RedHat. Mudah sekali.
Install bisa lewat CD langsung, NFS, local hard disk partition, ftp, atau
SMB.
Banyak yang sudah disempurnakan (dibanding RedHat 5.x) sewaktu install.
Misalnya ada TurboProbe yg meng-auto-detect ISA, PCI SCSI/Ethernet cards.
Untuk partisi, masih menggunakan fdisk atau cfdisk (semacam disk druid).
Kemudian bisa menconfigure network langsung (seperti slackware kayaknya),
bisa mengconfig TCP/IP (ip address, netmask, default gateway, ditanya domain
dan hostname, primary, secondary, dan tertiary dns).
Kemudian pilih model install. Ada Base install, File server, File/Network
server, Workstation, Development workstation, Premium system, complete
install, atau custom install, di mana kita bisa pilih paket2nya secara
individual.
Setelah itu mengconfigure X lewat TurboXCfg, menconfig keyboard, video card,
monitor, mouse, dst. Dan dia juga menanyakan apakah mau pake graphical (xdm)
atau text based login. Dg kata lain, masuk runlevel 5 atau 3.
Setelah itu seperti biasa ditanya timezone, configure printer, dsb. Terus
masuk ke TurboPNP untuk mengconfig Plug and play devices. Kemudian
TurboPPPCfg untuk mengconfig dial-up networking. Pertama ditanya modem,
terus isi semacam form gitu untuk info dial-up networking, bisa pake script
bisa PAP.
Setelah itu masuk TurboService untuk mengconfigure services yg mau
dijalankan (cron, nfs, smb, httpd, sendmail, dst).
Kemudian masukin root password, trus dikasih pilihan bikin acount normal
user untuk anda, terus install LILO. Reboot. Beres.
Saya coba login, sip. Settingnya sudah banyak yg OK, jadi nggak usah terlalu
banyak ngoprek lagi. Kayaknya sebagian besar sama aja dg distro lain, saya
belum sempet ngelihat secara detil, soalnya baru install kemaren.
O, ya, default window manager pake afterstep. Setting bawaannya sudah
lumayan bagus, ada untuk dial-up segala.
Saya nginstall sambil baca dokumentasinya, jelas sekali, step by step.
Ada satu hal lagi, dia sepertinya supportnya untuk Japanese user lumayan
bagus, ada program Canna yg diinstall untuk Japanese. Dan saya perhatikan
juga perusahaannya (Pacific HiTech itu di jepang: pht.co.jp). Jadi mungkin
yg butuh support Japanese yg bagus, TurboLinux Japanese Pro 2.0 untuk anda.
Kesimpulan: lebih gampang diinstall daripada RedHat. Jadi kalo saya mau
nyaranin buat pemula, cobain deh TurboLinux 2.0.
Lihat2 di homepagenya katanya mereka kerja sama dg Oracle juga, jadi Oracle
nanti jadi bagian besar dari TurboLinux. O, ya, ada TurboLinux for PowerPC
juga.
Homepage: http://www.turbolinux.com
Harga: US$ 39.95
Saya nggak yakin apakah ada versi GPL-nya.
--
Ronny Haryanto @ http://come.to/ronny -- /usr/bin/fortune says:
"How come you never see a headline like `Psychic Wins Lottery'?" --Jay Leno
----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Linux CD: [EMAIL PROTECTED]