Hmmm saya baru ingat, waktu saya di SMA, saya pernah "ngerjain" server komputer sekolah yang menggunakan Novell Netware 3.11 (meskipun sekarang sudah saya perbaiki kembali, setelah dapat status supervisor di situ) , dengan cara di Quick Basic saya membuat script sederhana untuk membuat directory, sebagai contoh for a = 1 to 500 a$=string$(a) Terus saya membuat directory - directory sebanyak for nya itu. Jadi misalnya di directory \mail saya buat dari 1 - 500, terus directory windows 1 - 500, directory word perfect dari 1 - 500. Waktu itu ada sekitar 3000 -4000 directory yang saya buat, jadi directorynya adalah [1] , [2] , [3] , [4] , dst... Nah setelah dibuat, saya baru menyadari , kalau servernya , sebuah 486 DX2-66 dengan RAM 32 M (Waktu itu DX2-66 termasuk paling canggih) , begitu mounting volume SYS , bisa memakan waktu sampai 20 - 30 menit an. Nah, saya ingin tahu, misalnya LINUX dipakai sebagai sebuah server, misalnya dengan install SAMBA agar bisa dipakai untuk win'95, akan mengalami hal yang sama, misalnya mounting volumenya bisa 1/2 jam an gitu. Dengan catatan tentunya, supervisor tidak membatasi space yang akan digunakan user, serta ada beberapa directory (kalau pada Netware) , yang di set RCF (Read, Create, File Scan), sehingga kita dari pihak user bisa membuat directory. Terus apakah pada server LINUX akan terjadi penurunan performance yang sangat tinggi ?, karena waktu itu saya coba, kebetulan ada satu komputer yang lain, yang dinyalakan, dan ada seorang anak sedang bermain Raptor, kontan, begitu baca/nulis ke server, enggak jalan-jalan, terus begitu booting ulang, pelaaaaaaaannnnnya bisa bikin orang masak mie dulu kali :) (tambahan ; , konfigurasi lain dari LAN : workstation sebanyak 42 , dengan 386 DX 4 M RAM, topologi BUS, Hard Disk Server 1.2 Gb,SCSI) ---------------------------------------------------------------------- Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/ Netiket autoresponder: [EMAIL PROTECTED]
