Andry S Huzain wrote:
> Gw masih lebih suka "plain old" ERB ketimbang syntatic sugar seperti ini.
> Bukan karena faktor speed, tapi lebih mudah(*) dibaca ERB ketimbang syntatic
> sugar.
> 
> Contohnya: http://railspikes.com/2007/4/9/haml-grigsby-s-first-rule
> 
> 
> *) mudah, atau sukar, tentu saja relatif.

gw mau curhat juga ah :D

terus terang walau gw cuman mainan haml buat sampe level "se-low" layout dan 
sampai keseluruhan app, tapi di production rails nyata gw masih pakai rhtml 
biasa, 
yg didalemnya (non layout/jadi sudah di level aplikasi) baru gw pake template 
selain erb.

gw sendiri ada pertanyaan sebetulnya sih tentang haml ini, gampang aja 
pertanyaannya, jawabnya mungkin bagi yg belum tau akan terasa sulit, gimana 
cara 
bikin *link* di haml yang sederhana.

contoh:

ini ada teks yang mana teks berikutnya ini merupakan <a 
href="http://linkkeluar.com";>link ke luar</a> di haml tapi tanpa mengubah 
paragraf 
ini menjadi acak adut tersusun kebawah atau kita serba melorotkan kode kita 
kebawah dan kebawah, seperti kecintaan saya akan melorotnya smalltalk.

biasanya paragraf diatas akan mudah dijawab, tapi akan ada lagi masalah 
selanjutnya, yaitu gimana kalau ada atribut dari tag :-D hm, well, silakan 
teman-teman yang lain membetulkan paradigma saya yang masih salah, kali aja 
sudah 
ada yang bisa kasih solusi ke saya pakai sass

-- 
r9 = { nama: Arie, nick: ariekeren, ym!: riyari3,
blog: http://ariekusumaatmaja.wordpress.com,
myst: http://groups.yahoo.com/groups/id-ruby,
vilr: %Q~
function! WhitePearl()
perl << EOF
         VIM::Msg("pearls are nice for necklaces");
         VIM::Msg("rubys for rings");
         VIM::Msg("pythons for bags");
         VIM::Msg("tcls????");
EOF
endfunction
~ }

Kirim email ke