Makassar The Sailor City

Untuk melihat foto dan Video Makassar kota para pelaut klik

http://alambudaya.blogspot.com/2007/10/makassar.html
<http://alambudaya.blogspot.com/2007/10/makassar.html>

Kota Makasar adalah salah satu kota yang berpengaruh di Indonesia dari
dahulu kala sampai sekarang, Sejak abad ke 16 kota Makassar menjadi
pusat perdagangan yang sangat dominan di Indonesia. Khususnya daerah
timur, dan kemudia kota ini mennjadi salah satu kota yang terbesar di
Asia Tenggara, Makassar dapat maju dan tumbuh berkembang pada saat itu
karena Raja – raja makasar menetapkan kebiijakan perdagangan bebas
yang ketat, dimana para pedagang yang ke Makassar berhak melakukan
perdagangan yang bebas disana. Dan penguasa pada saat itu menolak
VOC(belanda) untuk memperoleh hak monopoli, tidak hanya itu kota
Makassar menjadi sangat independen karena didukung oleh pemerintahan
Islam dengan dikelola sistem yang sangat baik, selain itu sikap toleran
yang ditunjukkan Masyarakat Makassar terhadap agama lain. Walaupun Islam
agama yang utama didaerah tersebut, pemeluk Agama Kristen dan pemeluk
kepercayaan lain dapat berdagang dengan bebas diwilayah tersebut. Bahkan
mereka dilindungi dan dijaga, karena hal ini yang menyebabkan Makassar
menjadi pusat perniagaan penting bagi orang – orang melayu yang
berada dikepulauan Maluku, dan menjadi tempat yang penting bagi pedagang
– pedagang dari Eropa dan Arab.

Makassar juga mempunyai Pelabuhan yang sangat penting, sebagai tempat
berlabuh dan tempat bertemunya para pedagang-pedagang dari berbagai
macam penjuru. Pelabuhan ini sudah sangat terkenal sejak abad ke 16,
tetapi pada saat itu belum mencapai kemajuan yang cukup berarti. Dan
pelabuhan tersebut mencapai kemajuan yang signifikan setelah kerajaan
Makassar menjadi kerajaan Islam dan menjadikan pelabuhan tersebut
pelabuhan yang sangat terkenal dibenua timur dan Asia.

Pelabuhan yang sangat Terkenal yang sampai saat ini masih bertahan dan
masih banyak aktivitasnya bernama Pelabuhan Paotere, pelabuhan ini
terdapat dibagian utara kota Makassar yang merupakan bukti peninggalan
kerajaan Gowa . pelabuhan ini berlokasi di kecamatan Ujung Tanah dan
untuk mencapai kesana dari kota mencapai 20menit. Pelabuhan ini sangat
terkenal karena pada abad 14 memberagkatkan 200 armada perahu phinisi ke
Malaka. Sampai saat ini Pelabuhan Paotere masih dipakai sebagai
pelabuhan perahu rakyat seperti kapal Phinisi dan lambo. Dan saat ini
juga menjadi pusat perdagangan nelayan dan masyarakat sekitar, disekitar
jalan menuju pelabuhan ini banyak sekali toko toko yang menjual berbagai
macam ikan, perlengkapan nelayan, dan restoran restoran khusus seafood.

Kota Makassar yang pernah bernama kota Ujung   Pandang ini adalah
wilayah kerajaan Gowa dan kerajaan Tallo, yang terletak dipesisir pantai
sebelah barat semenanjung sulawesi selatan. Pada awalnya merupakan kota
yang kecil yang didiami oleh suku Makassar dan Bugis yang sangat dikenal
oleh dunia sebagai pelaut yang handal dan ulung dengan perahu
Phinisinya.

Seiring dengan majunya perkembangan Kota Makasar sebagai pusat
perdagangan di Indonesia Timur, hal ini membuat VOC(belanda) semakin
berambisi untuk merebut kota ini menjadi wilayahnya. Karena hak akan
monopoli membuat belanda mempunyai keuntungan yang sangat besar.
Perdagangan kota Makasar menurun seiring semakin kuatnya pengaruh dan
peranan Belanda diwilayah tersebut, dan lama kelamaan mereka menerapkan
monopoli perdagangan rempah rempah sesuai dengan keinginan mereka. Pada
tahun 1667 Belanda dibantu oleh pangeran Bugis yang bernama Arung
Palaka, menyerang dan merebut Makassar. Sehingga mereka menghapus status
Makassar sebagai kota yang Independen menjadi dibawah Monopoli VOC (
belanda ). Sebelum belanda menduduki kota Makassar, para pedagang bebas
berdagang dan mendapatkan perlindungan yang sama dari kerajaan. Ini
merupakan puncak tertinggi dari masyarakat Madani, yang pada saat itu
dipelopori oleh kerajaan Makassar.

Setelah Belanda menduduki kota Makassar, mereka membangun benteng yang
untuk memperingati syarat perdamaian. Dan sebagai gudang rempah rempah
dan pusat administrasi yang mengatur segala hal yang berhubungan dengan
kota Makassar, Benteng ini dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang
atau Fort  Rotterdam. Benteng ini terletak di Kecamatan Ujung Pandang,
benteng ini dinamai Fort Rotterdam karena untuk memperingati kota
kelahiran sang pemenang perang Makassar yaitu Admiral Speelman. Setelah
dirombak total pada tahun 1673 akhirnya benteng ini dibangun kembali
dengan model benteng pertahanan. Dan selama 300 tahun benteng ini
merupakan pusat Pemerintahan Belanda di Sulawesi Selatan, dan dibangun
kembali gudang perdagangan, gudang senjata dan tentara. Serta kantor
kantor administrasi belanda. Baru setelah tahun 1937 benteng ini
diserahkan untuk keperluan sipil sebagai pusat budaya dan kesenian. Dan
sampai pada saat ini benteng ini kita dapat menikmatinya setelah
direhabilitasi dan sekarang tempat ini menjadi salah satu objek wisata
yang sangat menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam dan
luar negeri.

Untuk melihat foto dan Video Makassar kota para pelaut klik

http://alambudaya.blogspot.com/2007/10/makassar.html
<http://alambudaya.blogspot.com/2007/10/makassar.html>

Kirim email ke