Menarik sekali isi file-nya. Saya cari2 info lain, ternyata ada milis lain yg membahas hal yang sama. Bagus untuk memperkaya pikiran. ============ ========= =======
Mengapa harga minyak kita harus naik <BLOCKED::http://groups.yahoo.com/group/Manager-Indonesia/message/29615;_ylc=X3oDMTJzZTUwMGhxBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzE1NTM3NDI1BGdycHNwSWQDMTcwNTkwOTU1OQRtc2dJZAMyOTYxNQRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMjEwNDczMDk3> Posted by: "zuliendy zulfan" [EMAIL PROTECTED] com <BLOCKED::mailto:[EMAIL PROTECTED] Re:Mengapa harga minyak kita harus naik> zuliendy <BLOCKED::http://profiles.yahoo.com/zuliendy> Sat May 10, 2008 7:19 pm (PDT) Pengumuman pemerintah untuk menaikan harga BBM subsidi (premium) telah menggemparkan perekonomian nasional. Terlebih lagi, perekonomian dunia juga sudah semakin kacau dimana harga minyak dunia sudah menembus $120 per barel. Krisis sumberdaya alam juga terjadi di Indonesia, yaitu susahnya mendapatkan minyak tanah. Akibat dari itu semua gejolak perekonomian nasional mulai terasa, dimana harga-harga kebutuhan pokok semakin naik dan mulai memberatkan masyarakat ekonomi menengah kebawah. Begaimana pengaruhnya harga minyak dunia terhadap perekonomian kita sehingga pemerintah perlu ikut menaikkan harga BBM bersubsidi? Saya disini mencoba membuat ilustrasi sederhana berdasarkan beberapa fakta dan asumsi. Pertama kita mulai mencoba menghitung harga premium jika mengikuti harga minyak dunia. Pada saat ini kita anggap harga minyak dunia = $120 per barel, untuk memprosesnya kita anggap membutuhkan biaya 20% dari harga dasar, 1 barel = 159 liter, dan $1 = Rp.9500. Jadi: Untuk mendapatkan premium = $120 + ( $120 x 20% ) = $150 per barel Jadi 1 liter premium dalam rupiah = $150 : 159 x Rp.9500 = Rp. 8962 ~ Rp. 9000,- Dengan melihat perhitungan pertama diatas maka kita bisa melihat jika harga premium tidak disubsidi dan mengikuti harga didunia mencapai Rp. 9000,-. Kemudian jika pemerintah tetap meberikan subsidi maka besar subsidi 100% dari harga jualnya. Pemerintah mempunyai perhitungan tentang jumlah pemakaian BBM di Indonesia selama 1 tahun. Dari harian Republika saya kutip “Dalam APBN-P 2008, pemerintah telah membuat beberapa 'bantalan' jika harga minyak berada di atas asumsi 95 dolar AS per barel dan konsumsi di atas 37 juta kiloliter. Jumlahnya Rp 13,8 triliun� dan ini “Dalam APBN, konsumsi BBM 37 juta kiloliter. Sebanyak 16,9 juta kiloliter di antaranya konsumsi premium�. Untuk hal ini mari kita anggap konsumsi pemakain premium = 20 juta kiloliter. Indonesia juga merupakan negara penghasil minyak dan target pemerintah ialah 1 juta barel per hari. Dari data statistik ESDM produksi Premium pada tahun 2006 mencapai 60 juta barel. Mari kita anggap ini nilai yang sama untuk tahun 2008. Besarnya import : Besarnya konsumsi Premium setahun: 20.000.000.000 liter Hasil produksi Premium setahun : 60.000.000 x 159 = 9.540.000.000 liter Maka import Premium setahun : 20 juta kiloliter – 9,54 juta kiloliter = 10,46 juta kiloliter Jika kita ambil subsidi pemerintah sebesar Rp. 4500 (dari perhitungan pertama) Maka subsidi yang dibayarkan = 10.460.000.000 x Rp. 4500 = Rp. 47 triliun (pembulatan) Jika melihat anggaran bantalan yang disiapkan pemerintah yang sebesar 13,8 triliun maka pemerintah akan mengalami defisit anggaran sebesar Rp. 33,2 triliun. Nah, sekarang bagaimana caranya pemerintah menutupi defisit anggaran sebegitu besarnya? Cara yang akan dilakukan oleh pemerintah ialah dengan menaiki harga premium sebesar 20% sampai 30%. Berapakah harga yang pantas untuk menutupi defisit anggaran tersebut? Secera sederhana ialah = Rp. 47 triliun : 20 juta kiloliter = 2400 (pembulatan) Dan harga akhir Premium yang akan dijual kepasar = Rp. 4500 + Rp. 2400 = Rp. 6900 per liternya. Atau dalam persentase bisa kita anggap harga idealnya premium harus naik sebersar 50%. Perhitungan sederhana ini bukanlah menjadi patokan dikarenakan beberapa variabel merupakan asumsi dan pembulatan, tetapi merupakan gambaran yang sebenarnya terjadi pada saat ini tentang keuangan negara kita. Sebagai penutup, untuk direnungkan jika harga minyak dunia tembus hingga $200 per barel seperti yang sudah diramalkan oleh para ekonomi dunia maka krisis ekonomi yang akan terjadi di negara kita akan sangat besar. Dan bagaimana dengan rakyat miskin, apakah mereka nanti akan mati kelaparan dikarenakan perekonomian mereka sudah terpuruk? Mulailah menghemat energi mulai dari sekarang juga... dikutip dari: http://zeista. wordpress. com <BLOCKED::http://zeista.wordpress.com/> Nah, kita sebagai para pelaku bisnis, bagimana kita bisa menyikapi kenaikan harga minyak dunia..?? karena jika harga minyak naik, maka harga2 dasar kebutuhan pokok akan naik, kemudian harga2 barang jadi juga akan mengikuti pergerakan harga dasar, sedangkan pendapatan kita tetap. jika sudah terjadi seperti ini maka tingkat investasi akan menurun dan ini perlu diwaspadai kedepannya.. . kemungkinan besar akan terjadi kebali krisis ekonomi besar2an... Zuliendy, SE 0856 1071957 021 93502707 www.z-thinks. co.cc www.zeistacorp. com ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, May 14, 2008 11:41 AM To: undisclosed-recipients Subject: [Ida Arimurti] TAK ADA SUBSIDI BBM! hhmmmm .... Please consider the environment before printing this email. Please visit our website at http://www.pasaraya.co.id
