Secara pribadi, saya melihat banyak pelajaran atau pencerahan yang dapat
diambil dari cerita sederhana ini, seperti, betapa hal ini mengingatkan
saya kembali kepada perjuangan dan cinta ayah saya, kehidupan sederhana
yang harus kita jalani di jaman ini dengan menghindarkan diri dari sikap
konsumtif, bagaimana memelihara sabar dengan menabung yang sepertinya
tidak mungkin memenuhi keinginan kita, rasa percaya bahwa kita bisa
mengubah nasib kita dengan kerja keras, dll.

 

Bukankah sikap pesimis akan menutup berbagai jalan terbuka yang
sebenarnya sudah di depan mata?

 

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Tan
(Lionwings)
Sent: Tuesday, August 26, 2008 7:59 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Ida Arimurti] Impian dan Teladan Seorang Ayah

 

dear all,

cerita yang menyentuh.

 

tapi cerita2 tadi pada akirnya ada dinegri2 mapan, ada di negri2 yang
krisis moneternya stabil. 

berapa banyak orang2 Indonesia melakukan itu, (ini kita bicara yang
menabung 1000 demi seribu  loh, jangan kita sama kan dengan yang
menabung yang puluhan atau ratusan ribu )

nah jika sampai waktu apa yang terjadi ??? uang kita hanya bisa beli
sesuatu yang tidak berarti lagi.

 

lalu siapa yang salah ????

lalu adakah cerita menyentuh tadi dinegri ini.

FT.

 

Kirim email ke