Sarapan, di Mana Pun Bisa

 

Berpacu dengan waktu yang kian kuat mewarnai langgam kehidupan warga kota
membuka peluang pasar. Para pemilik resto di berbagai penjuru Jakarta
sekarang membuka kedai mereka lebih awal, siap melayani siapa saja yang
hendak makan pagi.

 

Maka, kini menu sarapan sebelum masuk kerja tidak hanya yang dijajakan di
emper toko di pinggir jalan. Kaum pekerja di Ibu Kota sekarang punya pilihan
untuk "kelas yang lebih tinggi" dari lontong sayur, nasi uduk, ataupun mi
ayam di kaki lima.

 

Dunkin' Donuts, misalnya, memasang spanduk bertuliskan "Menyediakan Sarapan
Pagi Pukul 06.30-09.00" di berbagai gerainya. Spanduk serupa, seperti "Soto
Ayam Ambengan Buka Jam 7 Pagi S/D 7 Malam", atau "Tersedia Sarapan Pagi,
Buka 07.00, menu: bubur ayam, nasi goreng, roti panggang", mudah dijumpai di
seantero kota.

 

Walau hanya memerlukan waktu singkat, menyiapkan sarapan, sering harus
ditinggalkan oleh siapa saja yang pada pagi hari dikejar waktu.

Padahal, makan pagi sangatlah penting. Itulah sumber energi untuk bekerja
bagi pegawai atau buat belajar bagi murid sekolah. Dengan perut terisi, daya
tangkap dan kreativitas mereka menjadi lebih baik.

Bagi orang dewasa, perut yang terisi dapat meningkatkan daya kerja, menjaga
stamina, dan produktivitas yang optimal.

 

Sedikit hari lagi, mulai tahun 2009, anak-anak di Jakarta sudah harus berada
di sekolah pukul 06.30. Mereka-mungkin bersama orangtuanya-harus makin dini
meninggalkan rumah. Waktu untuk menyiapkan sarapan kian sempit. Manakala
makan pagi di rumah jadi mustahil, selain warung jajanan di kaki lima, kini
resto sudah menyiapkan diri sebagai pilihan. (Bey/Litbang Kompas)

 

 

Kirim email ke