PRESS RELEASE

Zona Madina; Wilayah Masyarakat Berdaya

Rabu, 7 Januari 2009, akan menjadi tonggak sejarah bagi sebuah wilayah
di Parung, Bogor, Jawa Barat, karena di tanah itulah awal titik cerah
kaum dhuafa ditancapkan oleh Dompet Dhuafa (DD), melalui program Zona
Madina; sebuah kawasan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dhuafa
secara terpadu berbasis kawasan. 

Kawasan ini merupakan integrated islamic community development dalam
radius 5 km yang di dalamnya terdapat beragam program pemberdayaan
Dompet Dhuafa (DD) yang dilakukan secara terpadu, sekaligus sebagai
wahana edukasi dan rekreasi sosial bagi masyarakat. Kawasan ini
dirancang memiliki sebuah masjid, rumah sakit, Sekolah Menengah
Unggulan, Komplek Rumah Susun Sederhana, area bisnis bagi UKM,
perpustakaan digital, gedung pelatihan, arena outbound dan sarana olah
raga, gedung pertemuan, dan pusat perkantoran Lembaga Pemberdayaan.
Sesuai rancangannya, di kawasan ini akan dibuat pula Guest House, pom
bensin dan foodcourt. 

Zona Madani merupakan sebuah jawaban atas ragam problema masyarakat
yang kompleks. Sering kali masalah yang timbul di masyarakat tidak
berdiri sendiri, melainkan terkait dengan masalah lainnya. Misalnya,
rendahnya mutu pendidikan tidak hanya karena faktor kemiskinan,
ditambah juga kultur yang berlaku turun temurun di masyarakat
tersebut. Contoh lain, sebagian tindak kriminal terjadi atas dorongan
kemiskinan, tidak semata karena pelakunya seorang pelaku kriminal
sungguhan. 

Oleh karena itu, Dompet Dhuafa memandang perlu mengembangkan sebuah
model pemberdayaan komunitas secara terpadu melingkupi aspek ekonomi,
sosial, pendidikan, dan pembinaan spiritual. Zona Madani akan menjadi
bentuk konkrit sebuah pelaksanaan program, sekaligus contoh kawasan
pendampingan masyarakat berbasis pemberdayaan zakat. Melalui Zona
Madani, diharapkan masyarakat akan berdaya secara terpadu. Inilah yang
disebut sebuah wilayah tanpa kaum dhuafa, karena semua masyarakat
dhuafa-nya sudah mandiri dan berdaya melalui program Zona Madani. 

Rancangan Zona Madani akan dimulai dengan peletakan batu pertama
pembangunan Rumah Penyembuhan Terpadu (RPT) di area seluas 7.803 meter
persegi di Jalan Raya Parung, Desa Jampang, Parung - Bogor, Jawa
Barat. Berseberangan dengan Gedung Sekolah Unggulan Smart Ekselensia
Indonesia, sebuah program pendidikan yang digagas Dompet Dhuafa (DD)
melalui Lembaga Pengembangan Insani. 

Peresmian Zona Madina ditandai dengan peletakan batu pertama
pembangunan Rumah Penyembuhan Terpadu (RPT) oleh Gubernur Jawa Barat,
Ahmad Heryawan, pada hari Rabu, 7 Januari 2009, pukul 09.00 WIB. Acara
ini akan dipandu oleh dr. Lula Kamal selaku master of ceremony (MC). 

Rumah Penyembuhan Terpadu (RPT) yang akan selesai pembangunannya dalam
waktu tiga tahun ini kelak menjadi pusat rujukan bagi jaringan LKC
(Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) di berbagai tempat. RPT adalah wujud
dari paradigma pelayanan kesehatan sebagai domain nirlaba. Kaum dhuafa
tidak perlu membayar sepeser pun untuk berobat karena RPT ini telah
didanai dari zakat. Inilah yang dimaksud Dompet Dhuafa (DD) merupakan
praktik zakat sebagai asuransi sosial di bidang kesehatan.

Bersamaan dengan berlangsungnya pembangunan RPT, program lainnya pun
berjalan seiring yang merupakan bagian dari kesatuan Zona Madani. Di
Zona Madani, selain RPT juga akan dibangun Pasar Jajan, Dunia Flora
(pertanian, sayur dan buah-buahan, bunga serta apotik hidup), Kampung
Guyub (kawasan perumahan dhuafa), Graha Daya (Pusdiklat dan ruang
pertemuan), arena outbound dan sarana olah raga. Sedangkan beberapa
program lain sudah berjalan antara lain, Lembaga Pengembangan Insani,
Kampung Mandiri, dan Kampung Ternak. 

Kami mengharapkan kehadiran rekan-rekan pers/media untuk menjadi
bagian dari saksi sejarah berlangsungnya sebuah program monumental
yang akan segera dirasakan manfaatnya bagi kaum dhuafa untuk menjadi
masyarakat berdaya dan mandiri sebagai tujuan utama program ini. 


Ciputat, 6 Januari 2009

Herman Budianto
GM Corporate Communication Dompet Dhuafa
0813 196 26630
http://dompetdhuafa.or.id


Kirim email ke