WHO: 200.000 Kematian Setahun Akibat Kanker di Tempat Kerja     

 

Senin, 30 April 2007 

 

Sedikitnya 200.000 orang meninggal setiap tahun akibat kanker di tempat
kerja, terutama karena menghirup serabut asbes dan penghisap asap rokok
pasif 

 

Sedikitnya 200.000 orang meninggal setiap tahun akibat kanker yang
berhubungan dengan tempat kerja, terutama karena menghirup serabut asbes dan
penghisap asap rokok pasif, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat
kemarin. 

Badan PBB itu menyatakan setiap kematian ke-10 akibat kanker paru-paru
berhubungan dengan bahaya di tempat kerja, dan sebanyak 125 juta orang di
seluruh dunia tidak terlindung dari asbes di tempat kerja, sehingga
mengakibatkan sedikitnya 90.000 kematian setiap tahun. 

 

Ribuan orang lagi meninggal akibat leukimia karena tak terlindung dari
benzene di tempat kerja --susunan organik yang digunakan pada karet,
pewarna, obat bius, dan pestisida, yang banyak digunakan dalam industri
berlian dan kimia-- dan mereka yang tak terlindung sebagai perokok pasif
menghadapi resiko dua kali lebih besar untuk terserang kanker paru-paru
dibandingkan mereka yang berada di lingkungan yang bebas dari asap rokok. 

 

"Kondisi tak terlindung yang diketahui dan dapat dicegah jelas bertanggung
jawab atas lebih dari ratusan ribu kasus kanker setiap tahun," kata Maria
Neira, Direktur Lingkungan Hidup dan Kesehatan Masyarakat WHO, dalam suatu
pernyataan yang disiarkan di Jenewa. 

 

WHO mendesak semua pemerintah dan industri agar meningkatkan standard
keselamatan guna menjamin pekerja tak menghadapi resiko dari semua penyebab
kanker. Penghentian penggunaan asbes, penggunaan cairan organik yang
bebas-benzene dan pelarangan orang merokok di tempat kerja dapat membantu
mencegah ratusan ribu orang mengalami kematian yang tak seharusnya, kata
badan dunia itu.



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke