------- Forwarded message follows -------
Date sent: Thu, 07 Jun 2001 00:15:55 +0600
To: bayu krisna <[EMAIL PROTECTED]>,
[EMAIL PROTECTED],
Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]>
From: Wahyu Kelik Cahyadi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Sedikit sumbang saran tentang OpenBSD
Salam Mesra :-)
e-mail ke [EMAIL PROTECTED] mental euy. Mungkin karena saya subscribe
pakai alamat mail lain :-)
Daripada yang mana masalah domain openbsd.or.id sudah menyebar di millis
dan megap-megap saya membacanya, saya ingin menyumbang sedikit saran
berdasarkan pengalaman gugat menggugat domain linuxrouter.org (sekitar 3-4
tahun yang lalu) yang menyebabkan "perang" dahsyat (lebih dahsyat dari
*bsd.or.id punya) :-)
1. di domain utama openbsd.or.id sebaiknya digunakan sebagai pusat
informasi. Artinya homepage tersebut berisi pesan singkat yang mungkin
kedaluarsa (karena kesibukan webmaster atau masalah dengan server), tapi
yang penting di dalam homepage tersebut tersedia link yang fresh yang
menyediakan bahan yang berkaitan dengan OS tersebut.
2. masing-masing pembuat jasa layanan link-fresh tersebut bertanggungjawab
sepenuhnya untuk meng-update. Jika dalam jangka waktu tertentu (misal 3
bulan) atau dalam keadaan darurat ada bug yang berbahaya ternyata
halamannya tidak diupate, maka langsung dihapus tanpa pemberitahuan lebih
lanjut. Kecuali jika kemudian diupdate sesuai dengan kondisi yang
sebenarnya dengan memberitahukan ke operator openbsd.or.id
3. bisa juga dengan meletakkan di subdomain openbsd.or.id, misal
surabaya.openbsd.or.id (atau surabaya.freebsd.or.id). Meniru apa yang telah
dilakukan oleh linux.or.id dengan subdomainnya (bukan dalam hal substansi
isi loh).
Untuk Mas Bayu, saya ada pengalaman menarik mengenai homepage sebuah OS.
Saya tidak pernah memikirkan untuk mempunyai satu domain tersendiri, karena
akan sangat berat tugasnya. Salah sedikit, maka jeleklah pandangan orang
terhadap kita. Saya dahulu cukup senang dengan mempunyai homepage di
geocities yang kemudian menggunakan forward-facility dari *.to.
Yang penting jalan dulu, dan memang sudah ada bahan yang dipublikasikan.
Toh orang akan menilainya dari situ, bukan dari domain yang kita buat.
Sekarang saat saya tidak ada waktu buat maintain, orang pun menjadi maklum
dan di homepage tempat saya nongkrong dulu, publikasi halaman saya
dimasukkan sebagai "dokumentasi". Itu sudah cukup bagi saya. Orangpun lebih
respek ke saya, karena menyadari bahwa saya tidak ada waktu lagi untuk
maintain. Saya sudah meninggalkan "domain myth" sejak lama. Tidak ada
gunanya, toh orang akan mengenal saya juga dengan meletakkan halaman di
search-engine atau nitip link di domain organisasi tersebut (yang secara
internasional banyak diacu oleh orang).
Saya adalah pengguna FreeBSD (OpenBSD & FreeBSD sama nggak yah?) sebelum
banyak menggunakan Linux (sekitar 3-4 tahun lalu di Kampus UI Depok). Sedih
rasanya saya mendengar anda berdua "memperebutkan" barang yang tidak begitu
penting. Mungkin sedikit pengalaman saya bermanfaat buat anda. Juga mungkin
Pak Budi yang banyak pengalaman mempunyai jalan keluar yang lebih bagus.
PS. IDNIC sudah sangat meningkat performance. Tapi memang masih dibutuhkan
pembenahan. Ada baiknya kita membantu Pak Budi. Beliau sudah bekerja keras.
Kalau tidak, mungkin domain .id sudah di InterNIC dan peraturan domain
mungkin semrawut, dimana orang Indonesia sendiri tidak punya kuasa lagi
untuk mengontrolnya :-).
-kelik-
If it's a good idea, go ahead and do it.
It is much easier to apologize than it is to get permission.
------- End of forwarded message -------
--
http://koro.bentala.co.id
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]