Hati-hati dengan pengertian "spam".
Banyak dari kita (saya juga termasuk!) yang lalai dalam menggunakan alamat
email, mendaftar sana, mendaftar sini, tapi tidak membaca disclaimer atau
legal issue. Ketika kita mendapat email dari pihak yang tidak dikenal,
dikira spam, padahal sebenarnya pernah minta.
Ada juga teman yang mengirimi informasi melalui fasilitas "tell friends"
dari suatu web site, eh, websitenya yang diadukan ke abuse.
Hati-hati, karena dengan mematikan fasilitas email marketing begini sama
juga mematikan internet. coba, darimana sih semua dana untuk
menyelenggarakan internet di seluruh dunia non stop dan mau bebas seperti
sekarang ini? Kalau sebuah domain dilaporkan abuse dan ditindak secara
serta-merta, maka akan banyak domain atau isp yang mati karena abuse.
Setiap hari saya menerima puluhan email spam, ada yang langsung saya hapus,
ada yang masuk filter saya sebagai "bukti" (untuk suatu ide), dan ada yang
justru bermanfaat bagi saya. Sebagian lagi malah saya masukkan ke Goodies
saya, karena kreatif, bagus.
Salam,
Haer
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of
Gede Buwana Mahartapa
Sent: Friday, July 13, 2001 11:34 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [idnic] Domain Spammer
DH,
Apakah IDNIC akan bertindak tegas atas domain/server yang terbukti sering
melakukan e-mail spam ? (Dibekukan, ditutup, dsb ?)
Kalau iya, bagaimana mekanismenya ?
Wassalam,
-wawan
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]