On Mon, 30 Aug 2004, Ega Gunawan Budi Utomo wrote: > > Hati ini suda begitu cemas, mpur was-was gitu... Saya pikir lagi... > laaaa... justru karena manual itu, kok lebih terasa "manusiawi" enggak > by script or bot... Seenggak-enggaknya, sebelum diusulkan ini itu, dan > diijinkan diobok-obok pihak luar... :-) Makanya and mestinya masih > manusiawi... :-)
Tentunya anda akan setuju apabila otomatisasi itu untuk meningkatkan servis IDNIC bukan ?! :-). Namun apabila yang anda maksudkan sebuah otomatisasi manusiawi itu yang dilengkapi dengan audio bersuara selamat pagi, siang atau sore mirip suara yang dikeluarkan oleh robot Asimov di sebuah mal di Jepang yang menggantikan tugas Costumer Service :-), maka saya kira IDNIC akan sangat kerepotan dengan permintaan ini, selain diperlukan server yang baik, fasilitas streaming dan bandwith ke Internetnya diperlukan jalur lebar...biaya shooting suara artis terkenal untuk mengisi suaranya...juga tidak murah.....kalau ini yang dimaksud.....biaya domain bisa amat mahal lho. Sebagai gambaran, pada kasus Uci dulu (soal foto wajahnya yang dipajang dibilboard dan kartu telepon) djuga gugatannya amat mahal 1 M :-). > Dan karena masih "manusiawi", seperti yang diutarakan Kak Marno, > gantungannya, escalatornya, ada ditangan kakak-kakak di idnic... :-) Kalau anda mengalami problem, tentu bisa dibicarakan dengan Pak Yanto,via email japri. walaupun beliau amat sibuk setiap harinya dan agak sulit memberikan servis konsultasi secara face to face, namun komunikasi via email dengan Subject yang cukup jelas, misalnya dari Ega, penting soal anu...tiket nomor sekian. :-). saya kira pak Yanto akan cepat tanggap kok :-). Tetapi kalau kasusnya seperti yang dialami pak Sandjaya....itu mah bukan semata persoalan domain, tetapi persoalan perencanaan yang kurang matang dari client pak Sandjaya sehingga beliau mengalami "masalah" domain di hold oleh IDNIC :-). Salam, -Marno- _______________________________________________ Idnic mailing list [EMAIL PROTECTED]

