Lho ! bukannya dari hobies dulu baru menjadi petani atau sebaliknya ya bos
he he he

----- Original Message -----
From: "RWA-Roeswendra Agung Arijadi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, July 12, 2005 4:05 PM
Subject: RE: [ikan_hias] Re: permintaan pasar ikan hias


> Iya ya ?
>
> Petani ikan atau hobiis ikan sich ?
>
> Kalo petani ikan harusnya ikannya "muter" terus ..
>
> Lha ini ada pernyataan "Lha dulu saya beli mungkin seminggu sekali.
Sekarang udah ikut
> milis jadi nambah pinter, udah berminggu2 gak beli ikan. Ikan jadi betah
idup......Aquarium jadi keliatan sumpek."
>
> Berarti hobiis dong ?
>
>
>
> @gung
>
> (Belanja ikan lagi yuuukk......)
>
>   _____
>
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of bambang_kristanto
> Sent: 12 Juli 2005 12:49
> To: [email protected]
> Subject: [ikan_hias] Re: permintaan pasar ikan hias
>
>
>
> Hallo bung petani, sampean ini petani padi atau petani ikan
> sih?...hehehehe...:).
> Ini sebenernya sampean ngeritik mailist ini atau siapa? mengenai
> informasi yang nggak sempurna tersebut.
> Kalau ditujukan ke mailist ini yang salah sampean, lha wong ini
> mailist buat hobbiest kok bukan buat exportir ikan, gitu lho....
> Kalau yang sampean maksud adalah pemerintah, itukan memang sudah
> jadi masalah klasik to? bahwa kita selalu ketinggalan dibandingkan
> negara tetangga Singapur, Malaysia dan Thailand.
> Jadi sekarang ini saya cuman mengaris bawahi saja bahwa ada manfaat
> yg sampean dapat dari mailist ini kan? yaitu sampean jadi lebih jago
> pelihara ikan. Jadi "so what githu lhooo...."
>
> --- In [email protected], "Petani Jogja" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> > Saya menduga ada ada ketidaksempurnaan informasi antara permintaan
> dan
> > penawaran utk Indonesia. Kalau saja mau 'kebut-kebutan' antara
> potensi
> > perairan indonesia dgn singapura.... jauuh lebih unggul indo.
> > Sayangnya peluang pasar selalu mampir ke negara lain dulu. Baru
> setelah lama
> > waktu berselang, sampai ke indo. Pdhl kita tahu ikan hias
> mengikuti tren
> > selera pasar. Ini artinya indo akan sering kebagian ekor dari tren.
> >
> > Peternak kecil ikan hias indo lebih konsentrasi pasar lokal. Pdhl
> daya serap
> > konsumen juga cuman begitu2 saja.
> > Atau bahkan mungkin... menyurut ya??
> > Lha dulu saya beli mungkin seminggu sekali. Sekarang udah ikut
> milis jadi
> > nambah pinter, udah berminggu2 gak beli ikan. Ikan jadi betah
> > idup......Aquarium jadi keliatan sumpek.
> > hehehe...
> >
> > Salam,
> >
> >
> >
> > ======
> > http://www.bisnis.com/servlet/page?
> _pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL3
> > 0&vnw_lang_id=2&ptopik=A23&cdate=12-JUL-2005&inw_id=374985
> >
> > Tren permintaan pasar ikan hias terus meningkat
> >
> >  Belum lama ini, pada 26-29 Mei 2005, di Singapura, digelar The 9th
> > International Aquarium Fish dan Accessories exhibition and
> > Conference-Aquarama. Dari mulai masalah hingga potensi pasar ikan
> hias,
> > diperlihatkan. Ternyata, Indonesia belum mampu memaksimalkan
> potensi
> > dirinya. Kita kalah dari Singapura. Padahal, permintaan pasar terus
> > meningkat setiap tahunnya.
> > Dalam acara itu, terungkap, dari nilai perdagangan ikan sebagai
> ikan hias,
> > memang hanya sekitar 0,4% (US$200 juta), sementara ikan sebagai
> makanan dan
> > komoditas perdagangan masing-masing sebesar 90,2% (US$48 miliar)
> dan 9,4%
> > (US$5miliar).
> >
> > Namun, berdasarkan data FAO (2004), produksi serta perdagangan
> ikan hias dan
> > tanaman hias hasil budi daya air tawar masih memiliki kontribusi
> yang besar
> > terhadap industri ikan hias dunia. Nilai industri ikan hias dunia
> diestimasi
> > bervariasi antara US$1-5 miliar. Sementara itu nilai ekspor ikan
> hias dan
> > tanaman hias dunia 2003 sekitar US$200 juta atau mengalami
> peningkatan 7%-8%
> > per tahun sejak 1990-an.
> >
> > Penyuplai ikan hias dunia masih didominasi oleh Asia dengan
> kontribusi 65%,
> > sedangkan selebihnya disuplai oleh Eropa dengan kontribusi 19%;
> dan Oceania,
> > Afrika dan Amerika Utara dengan kontribusi sebesar 16%.
> >
> > Dari konteks secara global, perdagangan ikan hias dunia menunjukkan
> > tanda-tanda stagnasi dan kejenuhan akibat menurunnya impor dunia
> walaupun
> > ekspor dunia mengalami peningkatan.
> >
> > Namun, perkembangan pasar tujuan saat ini menunjukkan AS masih
> menjadi pasar
> > utama. Pada 2003, AS mengimpor ikan hias dengan nilai US$41 juta
> berasal
> > dari 60 negara eksportir yang didominasi oleh Thailand (18,2%) dan
> Singapura
> > (18,2%), serta Indonesia (12,2%). Pada 2004, Singapura dengan
> pangsa pasar
> > 19,4% telah mengungguli Thailand (19,1%), sementara Indonesia
> mengalami
> > penurunan menjadi 12,1%.
> >
> > Padahal potensi Indonesia untuk menguasai perdagangan ikan hias
> cukup besar.
> > Pada 13-15 Juli tahun lalu, saat Dinas Kelautan dan Perikanan
> (DKP) Provinsi
> > Banten mengadakan Temu Usaha Kemitraan Ikan Hias dalam rangka
> Mitra Praja
> > Utama (MPU) sembilan Provinsi se-Jawa, Bali, Lampung dan Nusa
> Tenggara Barat
> > di Merak Beach Hotel kota Cilegon, potensi itu terlihat.
> >
> > Salah seorang pengusaha asal Jawa Tengah mengungkapkan pihaknya
> melakukan
> > perdagangan ikan hias antar daerah (lintas provinsi) serta untuk
> kepentingan
> > ekspor ke luar negeri. Negara-negara tujuan ekspor ikan hias yang
> potensial
> > di antaranya: Amerika, Eropa, Jepang, Korea dan beberapa negara
> Asia lainnya
> > Malaysia dan Singapura
> >
> > Kurang digarap
> >
> > Provinsi Banten, provinsi ke-30, ternyata juga menyimpan potensi
> ikan hias
> > komoditas ekspor. Berdasarkan data yang ada, selama kurun waktu
> 2000-2003,
> > tercatat Provinsi itu telah menghasilkan produksi sebanyak 14,16
> juta ekor.
> > Jumlah itu dihasilkan dari 2000 sebanyak 3,24 juta ekor, pada 2001
> sebanyak
> > 3,39 juta ekor, 2002 sebanyak 3,6 juta ekor dan pada 2003 sebanyak
> 4 juta
> > ekor
> >
> > Namun, potensi itu kurang mampu digarap. Akibatnya, dari data yang
> ada,
> > perkembangan negara penyuplai, di Asia, ekspor ikan hias Srilanka,
> yang
> > memiliki potensi memproduksi ikan hias jauh dibanding Indonesia,
> justru
> > menunjukkan peningkatan dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya.
> Negara ini
> > mengekspor ke 55 negara yang mencakup UE, AS dan beberapa negara
> Asia. Pada
> > 2004, nilai ekspor Srilanka mencapai US$750.000. Komoditas ikan
> hias utama
> > antara lain guppy (kontribusi 60%), swordtails, angels, platies,
> tetras,
> > berbs.
> >
> > Di pasar UE, Rep. Czech menjadi pedagang ikan hias yang terbesar
> dengan
> > rerata persentase ekspor dan impor per tahun masing-masing
> sebesar10,3% dan
> > 65%. Anehnya, ikan hias yang diimpor berasal dari Singapura
> (28,9%),
> > Slovakia (22,5%), Vietnam (10,5%), Thailand (8,7%) dan Indonesia
> haya 7,9%.
> > Pasar tujuan utama ekspor ikan hias Rep. Czech adalah negara UE,
> antara
> > lain: Jerman, Prancis, Italia, Austria, United Kingdom (UK) dan
> negara Eropa
> > lainnya.
> >
> > Persaingan untuk merebut pasar, bagi Indonesia, semakin terbuka.
> Sebab, dari
> > isu perdagangan ikan hias dikaitkan dengan konservasi, Marine
> Aquarium
> > Council (MAC), sebuah lembaga non-profit internasional yang
> bergerak di
> > bidang konservasi telah mengembangkan sertifikasi ikan hias.
> >
> > Sertifikasi utamanya ditujukan untuk ikan hias dan karang dari
> laut dan
> > telah dikembangkan sejak November 2001 di beberapa negara seperti
> Filipina
> > dan Fiji. Sertifikat diberikan kepada kolektor, eksportir, importir
> > (wholesaler), retalier hingga kepada konsumen. Walaupun masih
> bersifat
> > voluntary, sistem sertifikasi ini nampaknya akan berkembang
> menjadi elemen
> > pendukung traceability pada perdagangan ikan hias, tanaman dan
> karang.
> >
> > Terkait dengan regulasi ekspor, impor dan karantina, UE sedang
> menyusun
> > regulasi mengenai aquatic animals termasuk ikan hias. Regulasi
> ditujukan
> > untuk untuk memfasilitasi keamanan perdagangan yang difokuskan pada
> > pencegahan masuknya hama dan penyakit; dan pengawasan terhadap
> > importir/eksportir aquatic animals ke UE.
> >
> > Materi utama yang akan diatur dalam regulasi ini antara lain:
> Authorisation
> > of Farms (termasuk untuk para importir), disease prevention
> meassures,
> > risk-based animal surveillance.
> >
> > Selain itu di UE terdapat kecenderungan penolakan terhadap jenis-
> jenis ikan
> > mutasi gen atau ikan dengan sentuhan biota tertentu seperti
> pewarnaan
> > melalui injeksi dengan alasan kesejahteraan hewan.
> >
> > Melihat trend perdagangan dari sisi pasar tujuan, maka ke depan
> perdagangan
> > ikan hias masih menghadapi tantangan a.l. ikan hias sebagai
> komoditas
> > costumer base berimplikasi pada pola perdagangannya dipengaruhi
> oleh selera
> > konsumen. Hasil survey terakhir di pasar utama (AS dan UE-15)
> menunjukkan
> > konsumen ikan hias mayoritas di kalangan remaja usia 11-15 tahun.
> > Berdasarkan hasil ini menunjukkan kreatifitas dan inovasi
> diperlukan untuk
> > menarik mayoritas konsumen.
>
>
>
>
>
>   _____
>
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
>
>
> * Visit your group "ikan_hias <http://groups.yahoo.com/group/ikan_hias> "
on the web.
>
> * To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>
> * Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service
<http://docs.yahoo.com/info/terms/> .
>
>
>
>   _____
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
> --
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Anti-Virus.
> Version: 7.0.323 / Virus Database: 267.8.12/46 - Release Date: 7/11/2005
>
>



 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ikan_hias/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke