Ups ... maaf pak ... ada point penting yang lupa ditegaskan :- )
ini saya kutip dari brosur Biolite G :
"Biolite mengandung 4 tipe bakteri fotosintesis aerobic dan anaerobic yang
jumlahnya lebih dari 2.4 juta CFU per 1 gramnya"
SPESIFIKASI PRODUK : Bahan Inorganik alami : 100%. Ukuran Partikel : 325 mesh,
Warna merah bata, Kandungan PSB* : 2.4.2 X 106 cfu/gr SG : 1.5
Salam
Agung - 021 68373779 (flexi) or 0812-8119373 -
"BIOLITE G merupakan produk probiotik hasil bioteknologi yang telah
teruji"
- Herly Koi ; Tulus Koi ; Blok A-18 - Pusat Ikan Hias Hanggar Teras -
Savera Aquarium - Jl. Kartini Raya
- Rejeki Aquarium - Jl. Makaliwe
- Aquarium Biru - Jl. Penggilingan 20 Jaktim
- P.Djaka (Kios Belakang Wartel) - Pusat Ikan Hias Sumenep
- Sumber Alam Chandra (SAC) - Jl. Kalimalang
- Miyuki Koi - Jl. Tawakkal
-----Original Message-----
From: RWA-Roeswendra Agung Arijadi on behalf of RWA-Roeswendra Agung
Arijadi
Sent: Jumat 24/02/2006 10:47
Subject: RE: [Spam:][ikan-koi] Re: New Packaging
Salam kenal juga pak Kristophorus :-)
maaf pak, ini bukan pak kristophorus yang di panarub industri tangerang
yang dulu pernah beli biolite kesaya ?
waduh pak, pertanyaannya sulit euy heheheh .......... saya kurang ngeh
dengan bakteri karena memang gak secara khusus belajar itu, saya hanya dapat
training kilat pengenalan produk Biolite hehehhe.
jadi biar lebih jelas, ini coba saya tampilkan ulang diskusi di milis
ini dari temen-temen yang lebih gape masalah bakteri ... semoga bisa menjawab
semua pertanyaan bapak :-)
kalo tanya ke saya jangan yang sulit-sulit ya pak ...
heheheheh..soalnya saya juga masih belajar tentang koi dan filterisasi-nya ...
tanya yang gampang-gampang aja ...kayak no tlp rejeki itu saya bisa jawab
hehheh ...nih telp Rejeki Aquarium di makaliwe : 9852642 or 5644614.
Salam
Agung - 021 68373779 (flexi) or 0812-8119373 -
"BIOLITE G merupakan produk probiotik hasil bioteknologi yang telah
teruji"
- Herly Koi ; Tulus Koi ; Blok A-18 - Pusat Ikan Hias Hanggar Teras -
Savera Aquarium - Jl. Kartini Raya
- Rejeki Aquarium - Jl. Makaliwe
- Aquarium Biru - Jl. Penggilingan 20 Jaktim
- P.Djaka (Kios Belakang Wartel) - Pusat Ikan Hias Sumenep
- Sumber Alam Chandra (SAC) - Jl. Kalimalang
*nb. buat teman-temen yang emailnya saya muat ulang, mohon maaf kalo
ada beberapa yang di edit :-)
From: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, July 15, 2004 3:04 AM
Pak Andi, Hanya sebagai bahan diskusi, setahu saya, bakteri tidak
melakukan photosyntetic, yang terjadi penguraian. oleh karena itu mereka tidak
memerlukan sinar matahari, beda dengan tumbuhan. Sebenarnya bakteri ini sama
s\dengan bakteri yang terdapat di septic tank.
Yang dimaksud tertutup bukan tertutup kedap udara, tetapi hanya
menghalangi sinr matahari. Gas yang dihasilkan adalah sulfat, dapat
teroksidasi/ terbuang melalui aliran udara dari aerasi. Yang diurai oleh
bakteri bukan gas, tetapi kandungan kimia air, Ammoniak-nitrite-nitrat. Yang
menghasilkan sulfat adalah bakteri anaerobic, dan mereka tidak membutuhkan
oksigen. biasanya terdapat di dasar filter (lumpur). yang dibutuhkan bakteri
pengurai untuk tumbuh adalah ammoniak(makanan), oksigen , dan luas permukaan.
jadi kalau anda katakan perlu diberikan banyak bioball itu benar sekali.
Tetapi, bila bioballnya terlampau tebal juga tidak effektif, karena yang akan
terjadi penyumbatan. Dilain pihak, air yang paling banyak kandungan oksigen
(meskipun di aerasi) adalah maksimal kedalaman 50 cm dari permukaan. Kemudian
untuk suhu, bakteri sangat subur pada suhu 25-35, itupun bergantung pada luas
permukaan dan oksigen yang tersedia. Oksigen dapat melarut lebih banyak dan
cepat pada air dengan suhu yang rendah. Mungkin kalau pak andy ingin melihat
langsung, pada kolam saya terdapat berbagai jenis biologycal filter (salah
satunya trickle filter) , dimana kita bisa melihat langsung bakteri yang ada.
hormat saya,
Budi widjaja - Fish Paradise
PS : Saya lupa menganjurkan bagi yang belum memiliki biologycal filter,
bisa dicoba trickle filter.
-----------------------------------------------------
Pak Budi, Pak Rieno
Just sharing an idea, menurut saya biofilter tidak perlu ditutup
alasannya adalah: 1) Bila biofilter ditutup dan tidak terkena sinar matahari
akan membuat photosyntetic bacteria tidak dapat tumbuh, padahal diantara mereka
diperlukan untuk mengurai gas yang terbentuk dari sisa makanan dan kotoran.
2) Dengan ditutupnya biofilter suhu air pada biofilter akan turun,
padahal suhu optimum dari tumbuhnya bakteri adalah pada suhu 30 - 40 derajat
celcius, maka biofilter akan tidak optimal. Jadi untuk mengefektifkan biofilter
menurut saya, selain diberi aerasi (jangan dari dasar) tetapi juga ditambah
ketebalan/tumpukan bioball yang digunakan (semakin tebal semakin baik),
sehingga pada bagian permukaan akan tumbuh photosyntetic bacteria pada bagian
tengah akan tumbuh bacteria aerob (membutuhkan oksigen) pengurai dan bagian
bawah atau dasar akan tumbuh bacteria anaerob (tidak membutuhkan oksigen)
pengurai. Dengan demikian akan terjadi sinergy dari bacteria alami yang tumbuh
pada biofilter kita.
Salam,
Andi
From: "Djoko Andi P. Prasetija"
Sent: Friday, July 16, 2004 10:51 AM
Pak Budi, Terimakasih tanggapannya, maaf pak penjelasan saya kurang
detail, berikut penjelasan saya sesuai dengan pengetahuan saya:
Photosyntetic bacteria itu ada di alam, pada taksonomi (sistem penamaan
pada mahluk hidup) ada pada kelompok besar prokariot, untuk Kelompok
Proteobacteria ada Purple Phototropic Bacteria, juga pada kelompok
Cyanobacteria, sementara pada kelompok Green sulfur Bacteria dan Green Non
Bacteria terdapat chlorobium dan heliothrix, dan masih banyak yang lain.
Photosyntetic bacteria banyak hidup di perairan air asin dan air tawar.
Sebagai contoh adalah Rhodobacter yang masuk kedalam kelompok purple
phototropic bacteria, bacteri ini mempunyai chlorophyll seperti halnya
tumbuhan, dalam mengolah makanan sendiri untuk hidup melakukan fotosintesa
dengan memanfaatkan sinar matahari dan CO2, yang mana CO2 tersebut direduksi
dengan menggunakan H2S (ini yang menimbulkan bau busuk pada air kolam)
disekitarnya, sebagai donor electron. Dengan demikian Rhodobacter sangat
efektif untuk menghilangkan H2S. Selain itu ada juga photosynthetic bacteria
yang memanfaatkan amonia. Jadi selain bacteria pengurai seperti kelompok
bacillus, Nitrosomonas, dll, photosyntetic bacteria tetap dibutuhkan dalam
biofilter. Pada dunia budidaya perairan air payau, terutama udang, sudah banyak
yang memanfaatkan photosyntetic bacteri untuk menjaga kualitas air dan menjaga
kecerahan air. Bisa dibayangkan dalam satu siklus (3 - 4bulan) tambak harus
dipertahankan kualitas airnya, sementara dengan luas rata-rata 3000 - 6000 m2
bahkan 1 ha, dengan kepadatan samapai 200 ekor per m3, adalah hal yang mustahil
pasang filter seperti kolam hoby kita, sehingga penggunaan probiotic yang
mengandung photosyntetic bacteria sangat membantu menjaga kualitas air dan
menjaga kesehatan udang. Yang kedua bapak benar kalau filter terlalu tebal
menimbulkan penyumbatan, saya sudah pernah mengalami, mengenai trickle filter,
apa bisa di muat ke mailist brosurnya pak?
Salam,
Andi
From: "Budi Widjaja"
Sent: Saturday, July 17, 2004 8:54 AM
Pak Andi, Bagus penjelasannya.
Untuk Trickle filter saya tidak ada gambarnya, tetapi bisa dilihat
langsung di tempat saya.
Mengenai H2S, ada cara yang lebih mudah untuk menghilangkannya,
1. dengan bantuan aerasi, karena H2S dapat evaporate bersama gas - gas
lainnya pada saat aerasi berlangsung.
2. Sering membuang lumpur endapan dengan cara backwash. Dikarenakan
disini timbul bakteri anaerobic yang menghasilkan H2S.
Untuk CO2, biasanya saya gunakan tanaman air.
Untuk ammonia, cukup dengan bakteri pengurai.
Untuk tambak, bisa digunakan filter lain seperti undergravel filter.
Saya akui, filter yang tidak tertutup dapat membantu mengenai penguapan
H2S, tetapi akan timbul kendala lainnya, seperti tempat bersarang jentik
nyamuk, dll.
Sebenarnya kalau tidak tertutup, bakteri pengurai tetap tumbuh, karena
yang terkena sinar matahari hanya permukaaan atasnya saja, sementara yang
ditengah dan dasar tidak terkena. Tetapi sebagai profesional koi yang juga
harus mempertimbangkan faktor design , saya sarankan 2 cara :
1. Ditutup dan menjadi lantai untuk gazebo atau tempat menikmati ikan
anda.
2. Ditanami tanaman air di atasnya, sehingga dapat menghindari orang
kecemplung.
Terus terang saya , saya sangat kagum dengan pengetahuan anda mengenai
bakteri yang satu ini, mungkin kapan - kapan kita bisa berdiskusi langsung
mengenai hal ini.
Timbul beberapa pertanyaan, dikarenakan bakteri ini mengalami
phosyntehsis seperti layaknya tanaman dan algae (penjelasan bapak) , apakah
bakteri ini juga bertanggung jawab atas air hijau?
Kemudian apakah pada tambak, bakteri ini ditambahkan secara rutin?
Harganya? Apakah tidak akhirnya kita bergantung pada supplement bakteri ini?
Hormat saya,
Budi Widjaja
Fish Paradise
From: Djoko Andi P. Prasetija
Sent: 19 Juli 2004 9:29
Pak Budi, Terimakasih penjelasan mengenai filter kolam. Terus terang
saja pengetahuan saya mengenai photosyntetic bacteria jauh lebih baik dibanding
engetahuan mengenai filter kolam koi sebab background sekolah saya memang
microbiology dan saat ini sedang banyak mempelajari peranan photosyntetic
bacteria untuk aquaculture. Sementara dalam per-koi-an dan per-filter-an saya
masih sangat pemula, masih balita, ehingga design kolam dan filter saya cukup
primitif, dengan keprimitifan itu saya coba gabung pengetahuan saya dengan
kondisi yang ada, dan ternyata angat bagus hasilnya. Dengan menambahkan isolat
photosyntetic bacteria yang udah saya campurkan mineral (tumbukan zeolite dan
bentonite) dan saya sebar ke kolam, ternyata filter saya bekerja optimal dan
kolam tidak pernah mengalami blooming algae meskipun tanpa menggunakan UV, dan
frekuensi penggantian air bisa dikatakan tidak pernah, hanya make up secukupnya
saja bila air berkurang. Air kolam jernih dan ikan sehat, warna cerah meskipun
koi murahan. Ini adalah cara yang paling ekonomis yang saya lakukan, mengingat
mau bongkar filter belum ada dana. Mengenai pertanyaan Bapak apakah
photosyntetic bacteria bertanggungjawab dengan air hijau? Jawabannya adalah
adalah sangat effective mengontrol blooming algae, sebab photosyntetic bacteri
akan berkompetisi dengan algae dalam memanfaatkan CO2. Kandungan chlorophyll
pada bacteria ini tidak sampai membuat air menjadi hijau, oleh karena itu
mengapa pada tambak udang bacteria ini juga digunakan untuk mengontrol
kecerahan air. Pada tambak udang modern, bacteria ini biasanya ditambahkan
bersamaan dengan bacteri penguraia secara kontinyu setelah usia udang mencapai
2 bulan pemeliharaan, karena kandungan amonia, nitrat, nitrit, H2S sudah cukup
tinggi dan kecerahan biasanya tinggal 5 - 15 cm dari permukaan air, juga
dicampur dengan pakan. Mengenai ketergantungan terhadap bacteri ini sebetulnya
tidak, hanya air akan lebih mudah hijau (bila tidak ada UV), karena secara
alami bacteria ini tetap akan hadir meskipun jumlahnya sedikit. Perbandingan
pada tambak tradisional dengan modern mencapai 1:4. Sekian pak penjelasan saya,
saya ingin suatu saat ketemu dan kita bisa diskusi lebih dalam.
From: Budi Widjaja
Sent: 22 Juli 2004 23:46
Pak djoko dan pak peter, Air hijau ada keuntungan dan kerugiannya:
Keuntungan :
- air hijau banyak mengandung algae , dan algae bagus untuk mencerahkan
warna ikan.
Oleh karena itu, sering kali ikan yang dari kolam hijau, warnanya lebih
cerah.
Kerugian :
- PAndangan, tidak bisa menikmati ikan peliharaan anda, dan tidak bisa
melihat kalau terjangkit penyakit.
- KArena algae membutuhkan oksigen pada malam hari, sering kali ikan
anda insang terbuka karena kekurangan oksigen. KEcuali diberikan tambahan
oksigen, danitu juga harus dilihat dari tingkat kelarutan oksigen dalam air.
Untuk mengatasi air hijau sebenarnya banyak cara :
1. Bakteri
Seperti yang pak andi gunakan, maka akan terjadi perebutan makanan
antara algae dan bakteri . Yang saya kurang suka dengan cara ini yaitu ketika
unsur hara berkurang (padahal juga dibutuhkan untuk ikan) kita harus
menambahkan dengan pupuk atau air yang baru. Pupuk memang bisa menambahkan
unsur hara, tetapi juga bisa membawa penyakit (terutama untuk ikan kecil-
pernah saya buktikan di kolam pemijahan saya di jogya). Bila kita tambahkan
dengan pergantian air, maka nanti kita juga perlu menambahkan bakteri dan
akhirnya kita bergantung pada penggunaan bakteri. Dan juga penggunaan sistem
ini relatif lama (membutuhkan waktu untuk bakteri tumbuh dan berkembang).
2. Kimia, membunuh bakteri tetapi juga mempunyai efek samping pada
kandungan kimia air dan ikan.
3. Pengurangan intensitas matahari, sebenarnya hanya dibutuhkan sinar
matahari yang sedikit saja untuk memicu pertumbuhan algae. Dan kalau ditutup
total, juga kurang baik untuk ikan, karena sinar matahri juga dibutuhkan untuk
kesehatan.
4. Tanaman air , Bagus , tetapi membutuhkan banyak tanaman air untuk
mengkonsumsi nitrat sebagai salah satu unsur hara yang dibuthkan oleh algae.
5. Penurunan temperatur air, temperatur air yang tinggi juga bisa
memicu pertumbuhan algae yang berlebihan.
6. Penambahan oksigen / aerasi, agar CO2 dapat menguap.
7. UV , relatif lebih cepat , tetapi punya efek negatif bila terdapat
kandungan kimia (seperti obat methelyne blue, malachite green , dll dalam air).
Dan bohlam nya harus diganti setiap 6 bulan sekali (tergantung pemakaian).
Note : System yang saya gunakan :
1.Bakteri (bioball dan penambahan probiotik untuk mengurai air agar
tetap netral).
2. tanaman air untuk membantu mengkonsumsi kandungan nitrat dalam air
3. oksigen , untuk membantu penguapan dan meningkatkan kandungan COD
agar bisa menanggulangi masalah BOD
4. Backwash (membuang lumpur) untuk mengurangi H2S dan bakteri yang
tidak menguntungkan , tentunya juga menurunkan BOD
5. UV untuk meradiasi algae agar menjadi gumpalan sehingga dapat
disaring secraa mechanikal
6. Brush untuk menyaring secara mechanik.
7. Trickle filter untuk memicu pelarutan oksigen dalam air,
meningkatkan jumlah bakteri yang dapat tumbuh dalam satu wadah, dan menurunkan
tingkat kesadahan air.
Hasilnya :
- No kimia
- Ikan tetap sehat dan cerah
- air tetap bening meskipun kolam mendapat matahari 24 jam
- tanaman air tumbuh subur
- daya tahan ikan lebih kuat
- Nafsu makan dan pertumbuhan tinggi.
- dengan UV, saya dapat mengatur bila menginginkan air tetap bening dan
unsur hara yang tinggi atau bila saya menginginkan air hijau agar warna ikan
lebih cerah.
- bakteri tetap tumbuh subur untuk mengurai kotoran dan menetralisirkan
kandungan kimia air.
-saya dapat menurunkan temperatur air tanpa menggunakan chiler.
(temperatur air juga pengaruh pada kandungan oksigen dlam air).
Pak Andi, mungkin sebagai bahan diskusi,
Menurut saya, dasar tambak yang berlumpur juga merupakan filter (secara
alami sebagai media untuk bakteri tumbuh). Seperti di danau, juga memilki
filter pada dasar danau. Tetapi hati - hati ketika terjadi perubahan cuaca yang
dapat menyebabkan naiknya ammoniak ke permukaan.
Bahan yang anda gunakan sebenarnya memiliki dua fungsi (secara biology
dan kimia). Zeolite mempunyai efek kimia yang mana meresap kandungan ammoniak
dll dalam air. Ini juga yang memicu agar air menjadi cerah.
Saya pernah uji coba dengan 2 kolam pemijahan saya di jogya,
1. Kolam tanah yang diberikan pupuk, zeolit, kapur, dan bakteri.
2. Kolam semen yang diberikan tanaman air, oksidasi, UV.
Kedua - duanya mengunakan air yang mengalir terus menerus.
Hasil yang didapat :
1. Kolam tanah , 50% mortalitas.
2. Kolam semen , 5% mortalitas, dan benih tumbuh 2 kali lebih pesat.
Untuk pembenihan dan pembesaran hingga 2 bulan, kolam semen lebih
unggul.
Setelah benih lebih besar dan kuat, kolam tanah lebih menguntungkan
karena kaya akan unsur hara.
Mungkin dengan cxara ini, dapat membantu para petambak udang mengurangi
pemakaian antibiotik, sehingga udang kita bisa diterima di pasar international.
Sekian dulu informasi dari saya, semoga dapat membantu rekan - rekan.
Saya tetap berminat untuk mengetahui bakteri yang pak andi punya. Saya
sendiri sudah menggunakan berbagai macam bakteri seperti : PsBio, BioWay,
BioZyme, Bactapur clear, sludge, nutri pack, Bakteri dari air tape, Probiotik
A, dan Probiotik B. Untuk kimia, saya sudah menggunakan zeolit, carbon aktif,
brut, anti mangan, resin cation dan resin anion.
Hormat saya,
Budi Widjaja
Fish PAradise
From: Fish Paradise
Sent: 29 Maret 2005 23:03
Pak Peter, Boleh dicampur di makanan, boleh juga langsung di air.
Takaran bebas, ntar kalau ikutin petunjuk resmi boros lagi, yang
pastinya
tidak ada over dosis. Bebas - bebas aja, malah kalau bisa sesering
mungkin, jadi beli terus kan,
heheheh.
Dicoba aja dulu pak, lihat hasilnya.
Waduh, rencana sih ada pak, tapi produk fishparadise tidak terlampau
banyak, Baru Probiotik, Brush dan Yasunaga.
Hormat saya,
Budi Widjaja
From: [EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Djoko Andi Prasetija
Sent: 19 April 2005 10:15
Dari 3 pertanyaan yang bapak sampaikan hanya 1 yang saya bisa jawab,
karena itu bidang saya yaitu pertanyaan no 1 saja. Sementara pertanyaan no 2,
pak Agung lebih bisa menjawab, sebab saya juga dapat dari dia ilmunya.
Pertanyaan no 3, saya berpikir mungkin dengan mengurangi sinar matahari
langsung akan dapat mengurangi suhu air, atau mungkin kolam Bapak terlalu
dangkal sehingga suhu air mudah naik? Oke....saya akan coba menjawab pertanyaan
no 1, sebetulnya bakteri tidak dapat mengurangi kadar tumbuh algae, tetapi
menghambat pertumbuhan algae dengan cara kompetisi dalam
memanfaatkan sumber makanan. Dalam hal ini Bakteri foto sintetic yang
mampu berkompetisi dengan algae............................
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] on behalf of Kristophorus Slamet
Hartono
Sent: Kamis 23/02/2006 19:06
Subject: [Spam:][ikan-koi] Re: New Packaging
Salam kenal Pak Agung dan Bapak Bapak Pakar lainnya di milist
ini.
Saya sebenarnya masih belum PD untuk nimbrung di milist ini
karena
pengetahuan saya soal KOI bener bener zero (baru miara KOI 3
minggu
lalu), tapi penjelasan Bapak mengenai BIOLITE G ini sangat
menarik.
Saya ada beberapa pertanyaan sehubungan product ini.
Apakah product ini :
- juga menguraikan amoniak dan nitrit ?
- bisa menggantikan (menghilangkan) fungsi filter vegetable ?
- kalau sudah mencampurkan kedalam air ,apakah masih perlu
pakannya
dicampur product ini lagi ?
Mohon pencerahannya, thanks.
Note : punya no tlpnya Rejeki Aquarium Pak?
K.Slamet Hartono
--- In [EMAIL PROTECTED], "RWA-Roeswendra Agung Arijadi"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Don't try to keep Koi, learn how to keep water, then the Koi
will "keep themselves"
>
> Untuk memenuhi aspirasi rekan-rekan yang punya kolam besar
........
> saat ini Produk Probiotik BIOLITE G tersedia dalam kemasan
botol
100 gr ... dipasarkan dengan harga 80rb/botol
>
> tapi sekaligus kami mohon maaf, karena terbatasnya stock
(maklum
masih uji coba pemasaran) maka untuk sementara kemasan baru ini
baru
bisa diperoleh dengan memesan langsung pada saya, dalam arti
kemasan
baru ini belum bisa ditemui di toko/kios yang selama ini
menjual
Biolite G.
> Pemesanan bisa dilakukan melalui telphon atau sms .......
masalah
waktu serah terima nanti berdasar kesepakatan aja hehehehe
.....
> Harap Maklum
>
>
> Salam*
>
> Agung - 021 68373779 (flexi) or 0812-8119373 -
> SPESIFIKASI PRODUK : Bahan Inorganik alami : 100%. Ukuran
Partikel : 325 mesh, Warna merah bata, Kandungan PSB* : 2.4.2 X
106
cfu/gr SG : 1.5
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ikan_hias/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/