Gus Dur Siap Bantu Pembebasan Wartawan Metro TV 
Tanggal Masuk: 20 February 2005 (14 menit yang lalu) 

http://www.koranindonesia.com/detail.asp?cid=23492

Keberangkatan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke Irak untuk 
membantu membebaskan dua wartawan Metro TV, Meutya Hafid dan Budiyanto, masih 
harus menunggu jaminan keamanan di sana.

Sejauh ini belum dipastikan berangkat atau tidak. Namun jika nanti jadi 
berangkat harus ada jaminan kemanan, kata juru bicara Gus Dur, Adhie Massardi,, 
di Jakarta, Sabtu (19/2) malam.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar 
meminta Gus Dur ikut mengupayakan pembebasan Meutya dan Budiyanto yang 
disandera di Irak oleh kelompok bersenjata di Irak.

Menurut Adhie, sebenarnya, sebelum diminta pemerintahpun, Gus Dur sudah 
berinisiatif terlebih dahulu menghubungi kolega-koleganya di Mesir, Yordania, 
dan termasuk Irak. Dengan adanya permintaan, tentu frekuensi kontak Gus Dur 
dengan tokoh-tokoh masyarakat dan pemuka agama serta pemimpin negara-negara di 
Timur Tengah akan meningkat, katanya.

Adhiejuga menjelaskan, kejadian ini hampir sama dengan penyanderaan dua TKI 
beberapa waktu lalu, dimana Gus Dur tidak bisa masuk ke Irak karena alasan 
keamanan, sehingga hanya bisa melakukan kontak dari Yordan.

Gus Dur sejauh ini meyakini bahwa kedua kru Metro TV itu akan selamat, 
mengingat hubungan emosional Irak dengan Indonesia selama ini cukup baik. 
Namun, perlu diingat juga kemungkinan ada pihak atau negara yang berupaya 
merenggangkan hubungan baik tersebut, kata Adhie.

Selain melakukan hubungan langsung yang bersifat rahasia dengan teman-temannya 
di Timur Tengah, Gus Dur juga telah menyampaikan permintaan pembebasan melalui 
di jaringan televisi Al-Jazeera dalam bahasa Arab.

Metro TV, mengirim Meutya Hafid dan Budiyanto ke Irak meliput pemilu di daerah 
tersebut dari tanggal 1-12 Februari. elama dua minggu menjalankan tugas 
jurnalistiknya, tidak tampak ada kesulitan yang dialami kedua wartawan itu dan 
laporan mereka berjalan lancar.

Usai melakukan bertugas selama dua minggu, keduanya kembali ke Amman Yordania 
namun sebelum ke Indonesia, mereka ditugaskan kembali masuk ke Irak pada 15 
Februari. Sejak itu, Meutya Hafid dan Budiyanto kehilangan kontak dengan Metro 
TV hingga akhirnya diketahui telah disandera.(Ant/Nik)
 

http://www.koranindonesia.com/detail.asp?cid=23492




 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iklan-mini/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke