KASET & CD eVo SUDAH TERSEDIA DI TOKO-TOKO KASET....


eVo berasal dari kata 'evolusi', yang juga dapat diartikan sebagai 'evolusi 
musik rock Indonesia'. eVo yang ini bisa dikatakan spesial. Ia terlahir dari 
kumpulan 4 personil yang notabene telah menorehkan prestasinya di peta musik 
Indonesia dan ditambah seorang vokalis jelita yang didapat hasil audisi sebuah 
program reality show Reinkarnasi yang mengudara di kanal Indosiar Visual 
Mandiri. Anak-anak muda ini berasal dari karakter yang berbeda-beda dan 
membebasan diri dari segala aturan. Mereka mencoba merangkum, menyatukan, 
mengawinkan segenap elemen musik rock yang ada. 

 

Di album self-titled perdananya, eVo mencoba untuk tidak terpatok pada genre 
musik apapun. Kebebasan yang dibungkus dengan bebunyian masa kini menghasilkan 
sound  rock n roll rapih dan manis, sedikit nyeleneh dan  entertaining! 
"Background musik eVo beragam, jadi bisa dibilang tiap personil punya wawasan 
yang berbeda mengenai musik dan itu bagus juga kalo disatukan," tambah Didit 
yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dan motor grup alternatif-rock, 
Plastik. Dimulai dengan instrumentalia dalam Prelude yang merupakan opening 
song album ini, kemudian Agresif merupakan theme song Reinkarnasi yang dipermak 
lebih manis untuk album ini. Kemudian ada juga lagu Dia dan Aku & Telah berlalu 
yang merupakan 2 lagu karya Elda sang vokalis. Nikmati juga lagu-lagu lainnya 
seperti  Amalia, Evolution, Space Bound yang bernuansa elektronika, Takkan 
Lagi, Stop, Kepala Batu yang ngerock dan bercerita perlunya keep on moving 
dalam hidup ini. 







 

 History of eVo

 

Awal bergeraknya Evo adalah ketika Adnil dan kawan-kawan membuka sayembara 
mencari seorang vokalis lewat sebuah acara reality show. Setelah melalui 
beberapa seleksi, terpilihlah Elda. Lewat alunan vokal Elda yang unik, dibalut 
dengan gitar khas Adnil (ex. Base Jam), permainan bass Erwin (ex Dewa) dan 
gebukan drum Ronald (ex dr.PM), eVo menyajikan warna baru musik anak muda yang 
dinamis, kreatif, dan berani beda!

 

Untuk pembuatan albumnya sendiri, memakan waktu sekitar 1,5 bulan. Dimulai dari 
workshop di rumah Angga (untuk pembuatan materi lagu), kemudian di kerjakan di 
2 studio di Jakarta. "Saat membuat lagu, kadang masing-masing dari kami sudah 
membuat lagunya dalam bentuk sampling. Kemudian pas ketemu rame-rame, baru 
saling memasukan instrumen sesuai kreatifitas masing-masing," tutur Elda. "Kita 
juga tidak membatasi yang lain. Mau memasukkan sound yang gimana, ya yang lain 
dukung. Pokoknya kerjasamanya dibikin seenak mungkin biar lebih maksimal," 
tambah Adnil. 

 

"eVo adalah hidup kami yang baru, yang membuat kami kembali menemukan gairah 
untuk aktif berkreasi. Mengenai grup-grup sebelumnya, biarkanlah menjadi masa 
lalu. Kita buka buku baru bernama eVo ini, dan marilah kita selami musik yang 
akan disajikan oleh eVo," papar mereka mantap.



The Members



ELDA (vokal)

Gadis asal Yogyakarta yang memiliki nama lengkap Elda Suryani ini adalah 
satu-satunya personil wanita dalam band eVo. Sepanjang penjurian, Adnil cs 
merasa Elda cepat beradaptasi dengan lingkungan eVo (salah satu point plus 
Elda). Dia dianggap sebagai The Next New-Female Rocker dengan vokalnya yang 
unik. Setelah memenangkan kompetisi Reinkarnasi, Elda diangkat secara resmi 
sebagai frontliner eVo. Ketika mengetahui kemenangannya, yang dirasakan Elda 
adalah: kaget. ' awalnya gue ikut acara ini juga go fot it aja. Nothing to 
lose. Tapi pas tau kalo gue menang, jujur gue kaget! Senang juga sih, gue 
beryukur. Walau awalnya gue sempat takut . takut keberadaan gue gak sesuai 
dengan harapan. Gue masih baru di dunia musik, dan gue akan bersanding dengan 
orang-orang yang lebih berpengalaman dalam industri musik!' tandas Elda. 



ADNIL (gitar)

Mantan personil Base Jam kelahiran Bogor 6 Oktober 1977 ini memulai karirnya di 
tahun 1996. Usai merilis 3 album bersama Base Jam, Adnil kemudian mencoba 
peruntungannya sebagai additional player beberapa musisi seperti ADA band, AIR, 
Tere, dan Audy.  Adnil yang merupakan anak ke-11 dari 11 bersaudara ini 
memiliki cita-cita 'ingin menjadi gitaris terasyik dunia-akhirat'.



Cowok yang memiliki nama lengkap Adnil Faisal ini memilih Eet Syahrani dan Nuno 
Bettencourt (ex.EXTREME) sebagai gitaris idolanya. Sedangkan musisi idolanya 
sendiri adalah Dave Mathews, Phill Collins, dan Faris RM. 



DIDIT (gitar)

Pria berdarah Bugis dengan nama asli Achmad Farid (namun lebih dikenal dengan 
nama Didiet Saad) ini awalnya bercita-cita ingin menjadi seorang pilot. Namun 
jalan karirnya mengarah ke dunia musik. Didiet bergabung dengan Plastik Band. 
Setelah Plastik bubar, gitaris kelahiran Jakarta, 11 Maret 1973 ini kerap 
menjadi produser berbagai rekaman pop maupun rock. Selain itu ia juga aktif 
mendukung beberapa musisi seperti Melly dan Syaharani.



Ketika diajak bergabung dengan eVo, Didiet merasa excited. Menurutnya, eVo 
bukan grup sembarangan. 



ERWIN (bass)

Erwin Prasetya adalah mantan salah satu pendiri Dewa 19 dan pernah menghasilkan 
7 album bersama band tersebut. Selepas dari Dewa 19, Erwin bergabung dengan Kla 
dan NuKla. Selain itu, Erwin juga dikenal sebagai arranger sekaligus produser 
musik. Ia pernah menjadi arranger untuk lagu Misteri Ilahi (Ari Lasso) dan 
produser untuk beberapa artis baru. Pria kelahiran Surabaya, 29 Januari 1972, 
saat diitanya pendapatnya mengenai eVo, ia hanya menjawab, "Gue optimis EVO 
akan jadi, bukan karena kami hebat, tetapi karena kami tidak ingin gagal lagi!"



RONALD (drums)

Sebelum bergabung dengan eVo, Ronald baru selesai membantu ADA band untuk 
mengisi sound drumnya. Lajang kelahiran Jakarta 19 September 1971 ini memulai 
karirnya sejak tahun 1992 lewat KLa Project. Dilanjutkan dengan Dewa 19 pada 
tahun 1993. pada tahun 1994 hingga 1997, Ronald bersama Armand Maulana, 
Budjana, dan kawan-kawan membentuk GIGI hingga berhasil merilis 3 album. 
Setelah keluar dari GIGI, pria yang mengidolakan Jeff Porcaro, Sting, Jimmy 
Manopo dan Erwin Gutawa ini bergabung dalam DR.PM dari tahun 1998 hingga 2000. 
Bagi Ronald maupun Erwin Prasetya, eVo seperti reuni.



ANGGA (keyboard)

Cowok bernama lengkap Angga Tarmizi ini memiliki peran penting dalam membuat 
sampling lagu-lagu eVo. Inspirasinya biasa diperoleh lewat film atau musik 
favoritnya yaitu progressive rock, electro-music dan jazz fusion. Sebelumnya, 
pria kelahiran Jakarta 25 Juli 1979 ini tinggal di Boston USA dan mengenyam 
pendidikan S1 di Berklee College of Music. 

 

Setelah lulus, cowok yang mengidolakan Sting, Dream Theater, Incubus, Miles 
Devis, Led Zeppelin dan Red Hot Chili Peppers ini sempat menjadi dosen di 2 
sekolah musik di sana. Di Amerika, ia memiliki sebuah band bernama Venus Bullet 
(yang personilnya terdiri dari multi-ras). Drummernya dari New York, vokalisnya 
imigran Polandia, bassistnya dari kuala lumpur.  

 

Angga rela meninggalkan Amerika, lepas dari band Venus Bullet dan berhenti 
mengajar musik, demi merealisasikan cita-citanya bersama eVo. "Saya yakin EVO 
bakal menjadi grup rock papan atas di Indonesia!" paparnya.



Tracklist eVo -eVo :

 

  1.. Prelude 
  2.. Agresif 
  3.. Terlalu Lelah 
  4.. Dia dan Aku 
  5.. Telah berlalu 
  6.. Amalia 
  7.. evolution 
  8.. Space Bound 
  9.. Takkan Lagi 
  10.. Stop 
  11.. Kepala Batu

 




FOR MORE INFORMATION:

www.evorocks.com

www.myspace.com/evorocks

www.sonybmg.co.id



eVo management :



POS entertainment

Jl. Tebet Dalam IV E No.65

JAKARTA 12810

Tel. +62 21 8315858 / +62 21 8315939 , fax +62 21 8355956

email : [EMAIL PROTECTED]



Contact Person : Yanuar 0811837242



 








 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke