Dear Para Pencinta Energi Gratis,
     
  Seminar Teknologi Pemanfaatan Energi Angin dan Site Visit Melihat Lokasi 
Kincir, tinggal 3 hari lagi, segera daftarkan untuk mendapatkan tempat, email 
ke 
  [EMAIL PROTECTED]
  atau
  [EMAIL PROTECTED]
   
  Bapak dan Ibu juga bisa datang langsung ke
  BTCO dan The Heritage Foundation 
  3rd Floor, Hotel Salak The Heritage (www.hotelsalak.co.id) 
  Jl. Ir. H. Juanda No. 8, Bogor
  menghubungi 
  TIA, HP 08157105610
  SERUNI, HP 08179003111
  FALAQ, HP 08158822589

   
  Rabu ini! Teknologi Pembuatan Kincir Angin Untuk Pompa Air dan Tenaga 
Listrik, Bogor
   
  Jadwal SEMINAR & SITE VISIT
  28 Maret 2007, Seminar di Hotel Salak The Heritage, Bogor
  29 Maret 2007, Site Visit ke Indramayu, Jawa Barat
   
  APA YANG AKAN ANDA PEROLEH
  Peserta akan mendapatkan gambaran tentang data dan potensi energi angin di 
Indonesia dan lokasi setempat, rencana pemanfaatannya dan perencanaan 
pembangunan energi angin sebagai salah satu sumber energi di masa mendatang 
menuju kemandirian security of supply berkelanjutan, membuka lapangan kerja, 
memberdayakan masyarakat secara konkrit dan untuk meningkatkan kesejahteraan 
masyarakat.
   
  LATAR BELAKANG
  Undang-Undang NO. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional 
mengamanatkan pemanfaatan energi terbarukan sebesar lebih dari 5% dari energi 
nasional. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Energi dan sumber Daya 
Mineral dapat memberikan kemudahan dan insentif kepada pelaksana Sumber Energi 
Terbarukan tersebut. Keputusan Menteri Energi & Sumber Daya Mineral Nomor 0002 
tahun 2004 tentang Kebijakan pengembangan energi terbarukan dan konservasi 
energi menjelaskan peluang optimasi pemanfaatan sumber energi terbarukan. 
Sebagai salah saru potensi energi berlimpah yang belum dimanfaatkan adalah 
energi angin dihamparan 17.500 pulau dan panjang garis pantai 81.290 km 
kepulauan Indonesia. Energi angin akan sangat bernilai pada lokasi minim sumber 
energi primer atau tiada deposit energi mineral fosil.
  Sebagaimana diketahui bahwa sebagian besar penduduk miskin Indonesia berada 
di desa-desa nelayan yang justru berada di daerah yang kaya energi angin. 
   
   
   
  Tempat : Istana Ball Room
           Hotel Salak The Heritage (www.hotelsalak.co.id)
           Jl. Ir. H. Juanda No 8, Bogor
   
  Penyelenggara: The Heritage Foundation and BTCO
  Alamat :   The Heritage Foundation 
             3rd Floor, Hotel Salak The Heritage
             Jl. Ir. H. Juanda No. 8, Bogor
  Email :    [EMAIL PROTECTED]
    
  BIAYA PENDAFTARAN
  1(one) day seminar: Rp. 2.000.000,-/ peserta
  1(one) day site visit: Rp. 2.000.000,-/ peserta
  2 (two) day seminar+ site visit: Rp. 3.500.000,-/ peserta
   
  Pembayaran dapat dilakukan via transfer ke:
  PT. BUMI ENERGI EQUATORIAL
  Bank Mandiri Cabang Bogor Juanda
  Jl. Ir. H. Juanda No. 12, Bogor
  A/C 133-00-04401857 (Rp)
   
  FASILITAS YANG AKAN ANDA PEROLEH
  1(ONE) DAY SEMINAR
  Lokasi seminar yang nyaman, materi seminar yang berkualitas (HARDCOPY + 
SOFTCOPY), sertifikat, makan siang, 2 x coffee break, Seminar Kit, Tas Seminar.
  1(ONE) DAY SITE VISIT
  Kunjungan 1 (satu) hari ke Lokasi Kincir Angin di Indramayu, Makan Siang, 2 x 
coffee Break, Transportasi Hotel Salak-Lokasi Kincir Angin, Indramayu-Hotel 
Salak. 
   
  JADWAL ACARA
  HARI I
  RABU, 28 MARET, 2007
  08.00 - 08.30 REGISTRASI
  08.30 - 08.45
  PEMBUKAAN OLEH DEPARTEMEN ENERGI SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA*)
  08.45 – 09.00 Coffee Break
  
  09.00 - 10.00
  KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA PADA PEMANFAATAN ENERGI ANGIN.
  Direktur Energi Terbarukan DJLPE*)
  10.00 – 11.00
  PENGALAMAN SWASTA DALAM PEMANFAATAN ENERGI ANGIN UNTUK POMPA AIR Hasan 
Hambali (Yayasan The Heritage Bogor) 
  11.00 - 12.00
  PENGALAMAN PEMERINTAH DALAM PEMANFAATAN ENERGI ANGIN UNTUK POMPA AIR DI 
PEDESAAN (Distamben Jawa Barat)
  12.00 – 13.00 Makan Siang
  13.00 – 14.00
  POTENSI ENERGI ANGIN DI INDONESIA
  M. Nashar (Yayasan The Heritage Bogor)
  14.00 – 15.00
  TEKNOLOGI PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK TENAGA ANGIN DAN PROSPEKNYA DI 
INDONESIA Soeritno (LAPAN)
  15.00 – 15.15 Coffee Break
  15.15 – 16.15
  TEKNOLOGI PEMBUATAN POMPA AIR TENAGA ANGIN DAN PROSPEKNYA DI INDONESIA Hasim 
Hanafie & Irnanda Setiawan (PT. Bumi Energi Equatorial)
  16.15 PENUTUPAN
  *) To Be Confirmed
  HARI II
  KAMIS, 29 MARET, 2007
  07.00
  KUMPUL DAN COFFEE BREAK DI LOBBY HOTEL SALAK THE HERITAGE BOGOR
  07.30 -12.00
  BERANGKAT MENUJU LOKASI KINCIR ANGIN, DI INDRAMAYU
  
  12.00-13.00
  Istirahat Dan Makan Siang Dengan Menu Ikan Bakar Segar Dari Laut
  13.00-15.00
  SITE VISIT LOKASI KINCIR ANGIN
  Coffee Break
  15.00
  PULANG KEMBALI KE HOTEL SALAK THE HERITAGE BOGOR
  

  Kutipan Tulisan Mengenai Energi angin  dari Hasan Hambali:
   
  Promotor
  =============================================
   
  Berikut Kutipan tulisan Abstrak dari Hasan Hambali
  Kincir Angin Sebagai Solusi Strategis Kekeringan di Indonesia
   
  Ketergantungan pangan Bangsa Indonesia akan produk-produk pertanian negara 
lain masih sangat tinggi seperti ketergantungan terhadap beras dan buah-buahan. 
Ketergantungan ini akan semakin tinggi apabila keunggulan komparatif dan 
keunggulan kompetitif yang dimiliki tidak digali dan tidak dioptimalkan. Salah 
satu komponen utama yang sangat mempengaruhi keunggulan- keunggulan tersebut 
adalah ketersediaan dan pengelolaan sumber air.
  
Lahan-lahan luas dan keberadaan air yang berlimpah tidak akan
menghasilkan produk pertanian yang optimal apabila tidak dilakukan
pemikiran-pemikiran pengelolaan yang terbaik. Lahan pertanian pantura yang 
subur dan masih merupakan lumbung padi nasional belum mampu menopang kebutuhan 
nasional. Lahan-lahan ini sebagian besar adalah lahan tadah hujan dan hanya 
sebagian kecil yang terjangkau oleh irigasi sehingga umumnya tidak berporduksi 
pada musim kemarau. Para petani yang memaksakan diri untuk menanam palawija 
atau buah semangka di musim kemarau harus menggunakan pompa disel untuk memompa 
air tanah dari sumur-sumur bor. Biaya yang dikeluarkan petani untuk berproduksi 
menjadi sangat tinggi di musim kemarau karena harus membeli bahan bakar minyak 
(BBM) sehingga banyak lahan subur yang tidak berproduksi di musim kemarau.
  
Kedalaman air tanah di pantura pada musim kemarau yang hanya berkisar antara 3 
sampai 10 meter merupakan sumber air yang berlimpah. Namun saat ini penggunaan 
air tersebut di musim kemarau
masih sangat terbatas yaitu hanya dengan menggunakan pompa disel
yang berbiaya tinggi. Salah satu sumber energi pengganti disel yang berlimpah 
di daerah pantura adalah angin. Kincir angin dengan
konstruksi yang sederhana dan sumber energi angin yang berlimpah
dapat memberikan kontribusi pemecahan masalah peningkatan
produktivitas lahan pertanian melalui sisytem sirkulasi penyiraman
yang ramah lingkungan.
  
Angin yang bertiup akan menggerakan baling-baling kincir kemudian
tenaga yang tertangkap oleh baling-baling kincir digunakan untuk
menggerakan piston pengungkit pompa air. Air yang dihasilkan
digunakan untuk penyiraman kemudian kembali ke air tanah dan
digunakan kembali dengan demikina siklus ini akan terus berjalan
selama angin berhembus. Tenaga yang tertangkap merupakan kelipatan
pangkat tiga dari kecepatan angin yang berhembus sehingga makin
cepat angin makin besar tenaganya. Energi angin dengan demikian
sangat cocok untuk wilayah pantura yang memiliki sumber energi angin penggerak 
kincir yang berlimpah.
  
Teknologi Kincir angin untuk pompa air adalah teknologi yang sangat sederhana 
karena hanya mengkonversikan tenaga putar baling-baling ke tenaga gerak 
vertikal yang kemudian digunakan untuk mengungkit pompa tangan, misalnya pompa 
“Dragon”. Pompa tangan ini juga adalah pompa air sederhana yang sudah lazim 
digunakan oleh para petani. Bahan baku kincir angin yang sebagaian besar adalah 
plat besi, plat alumunium dan roda gigi adalah bahan baku lokal yang harganya 
masih terjangkau dan lebih murah dari harga mesin-mesin pompa impor.
  
Negara-negara besar seperti Amerika , Australia , dan negara-negara Eropa yang 
income percapita-nya sudah di atas US$ 20,000 per tahun menggunakan energi 
angin untuk mengairi ladang-ladang gandum dan perkebunannya sampai saat ini. 
Indonesia yang income percapita-nya masih berkisar di sekitar US$ 1000 
menggunakan BBM untuk mengairi sawah dan perkebunannya. Hal ini sangat timpang 
dan ironis sehingga sudah saatnya bangsa Indonesia untuk kembali ke basic dan 
menggunakan sumber daya yang ada untuk menyelamatkan generasi yang akan datang.

 
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke