Kepada Rekan2 Pemegang Kartu Kredit, Mohon kiranya Anda mewaspadai kebocoran data Anda, yang dibocorkan atau dibuka oleh pihak bank atau lembaga keuangan penerbit kartu kredit, atas permintaan dari pihak Ditjen Pajak. Kabar mengenai ini memang mulai ramai dibicarakan, terutama yang sangat riskan adalah kebocoran dari pihak bank-bank pemerintah atau bank BUMN.
Kita akui bersama bahwa biasanya di dalam pengisian data aplikasi kartu kredit, calon nasabah biasanya sering melebih-lebihkan penghasilannya, dengan harapan agar kartu kreditnya cepat jadi atau limit kreditnya besar. Namun hal ini akan menjadi bumerang, atau senjata bagi Ditjen Pajak apabila mereka berhasil mengorek keterangan dari pihak bank. Tentu tidak menjadi masalah bila gaji yang Anda sebutkan pada formulir pengajuan sesuai dengan gaji yang Anda terima, tetapi bila gaji Anda tidak sebesar yang tertera dalam formulir pengajuan, maka Anda akan dikenakan nilai pajak yang lebih besar dari yang seharusnya Anda bayarkan. Namun terlepas dari masalah itu semua, sebenarnya pihak bank atau lembaga keuangan harus memegang teguh prinsip KERAHASIAAN BANK, yaitu dengan melindungi secara ketat seluruh data para nasabahnya. Kecuali jika nasabah tersebut adalah sebagai tersangka tindak kriminal, barulah data nasabah tersebut bisa dibuka, itupun harus dengan surat keputusan resmi dari pengadilan. Di perbankan luar negeri yang kita ketahui sangat ketat perlindungannya, seperti bank-bank di Swiss dan Austria, bahkan mereka mempersyaratkan surat keputusan dari Mahkamah Internasional untuk membuka data nasabahnya. Satu hal yang sangat penting, seandainya atau apabila bank-bank di Indonesia berani membuka-buka atau membocorkan data nasabahnya dengan mudahnya hanya karena permintaan Ditjen Pajak, bisa dipastikan akan menjadi bumerang besar bagi perbankan nasional di Indonesia, sistem perbankan di Indonesia akan ambruk karena nasabah tidak akan lagi mempercayai perbankan di Indonesia, dan akan beralih kepada bank-bank asing. Tetapi sebagai nasabah kita sebaiknya tidak segera pesimis, sebaiknya kita mengambil langkah yang tepat, agar permasalahan ini menjadi jelas, sebaiknya kita segera menanyakan saja hal ini sejelas-jelasnya kepada Customer Service Card Center masing-masing di bank dimana kita memegang kartu kredit. http://www.iklanproduk.com --------------------------------------------------------------- Milis Jual Beli & Info Konsumen http://groups.yahoo.com/group/iklan-produk ---------------------------------------------------------------

