Mengingat warna alam pada batik tulis tersebut sama sekali tidak
menggunakan zat-zat kimia dalam pewarnaan. Kain batik tulis yang pewarnaannya 
menggunakan hasil rebusan dari berbagai tumbuhan, terutama dari bagian kulit 
pohon, akar dan daun itu memang memerlukan
penanganan khusus. Di sini untuk warna hijau pada motif batik misalnya, 
digunakan warna hasil rebusan daun mangga, adapun akar mengkudu menghasilkan 
warna merah muda.

Untuk merawat kain batik tulis dengan pewarna alami, caranya antara lain:

Mencuci kain batik dengan menggunakan sampo rambut. Sebelumnya, larutkan dulu 
sampo hingga tak ada lagi bagian yang mengental. Setelah itu baru kain batik 
dicelupkan.

Anda juga bisa menggunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang
dijual di pasaran.

Kain batik tulis jangan dicuci dengan menggunakan mesin cuci. Cara mencuci kain 
batik seperti ini akan membuat warna alami kain batik tak bertahan lama.

Sebaiknya Anda juga tidak menjemur kain batik tulis berpewarna alami di bawah 
sinar matahari langsung.

Bila Anda ingin memberi pewangi dan pelembut kain pada batik tulis, jangan 
disemprotkan langsung pada kainnya. Sebelumnya, tutupi dulu kain dengan koran, 
baru semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain.

Masih dengan koran menutupi kain, Anda bisa menyetrika kain batik
berpewarna alami tersebut. Jangan menyetrika langsung pada kainnya karena ini 
bisa memengaruhi warna motifnya.

Anda sebaiknya juga tidak menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke 
kain atau pakaian berbahan batik sutera berpewarna alami.

Sumber : (ETA) Kompas cetak, Jakarta


E-mail: grosirpasarklewer (at) yahoo (dot) com



---------------------------------------------------------------
Milis Jual Beli & Info Konsumen
http://groups.yahoo.com/group/iklan-produk
---------------------------------------------------------------

Gambar produk yang dijual, dan lain-lain:

http://groups.yahoo.com/group/iklan-produk/files/
http://groups.yahoo.com/group/iklan-produk/photos/


Kirim email ke