sebenarnya iklan seperti ini udah sering terjadi, hanya saja kita kurang hati2.kalo dilihat dari harga2 yg ditawarkan, sangat tidak mungkin.kebanyakan orang yg tertipu seperti ini itu orang yg serakah mau untung besar n saya pernah mengalami.bahkan pas e90 baru launch ada orang pekanbaru iklan harga 5jt.ada uang,ada barang.pas di konfirmasi alasan harus transfer buat DP.pas sy bilang minta alamat di pekan baru mau langsung borong.alasannya banyak macem la. lagian kalo ada barang murah.kita2 udah ngga kebagian sama orang2 roxy.
kasus seperti ini sepertinya orang ini udah prof sehingga kalo dilacak polisi sih bisa ditangkap tapi ngga sebanding uang kita yg hilang atau tertipu dengan uang yg kita harus keluarkan utk biaya operasional polisi tsb.anggap ajalah pengalaman.yg penting foto n infonya kita udah tau. jaman sekarang kita mau beli barang atau usaha, yg pasti2 aja kalo dilihat dari tampang orangnya sih,kayaknya ngga meyakinkan buat menipu. --- In [email protected], "Thio Rudi Ananda" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Boss Admins, Rekans sekalian... > > Mohon maaf, meski OOT tapi masih berhubungan dengan gadget, > dan ini untuk kebaikan kita semua, sekedar berjaga-jaga saja... > Karena yang menjadi korban adalah orang terdekat saya sendiri, jadi mau > berbagi... > > Penipuan ini terjadi pada hari Jumat, 21 September 2007. > Berawal dengan SMS dari nomor 081399433336 dan 085695518111 > yang menawarkan gadget-gadget terkini dengan harga dibawah pasar > (contohnya: Nokia E90 hanya 5,4jt, Nokia N95 4,3jt, Nokia 6275 1,1jt, Nokia > 6265 1,2jt... etc) > SMS ini meng-atasnamakan Atiek Idaningsieh. > SMS sudah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya. > Yang menjadi korban tidak cuma 1 orang tapi cukup banyak... > Saat pagi saya menerima forward-an dari tunangan saya itu, saya sudah bilang > kalau tawarannya "TGTBT...too good to be true"... di milis sudah sering > sekali terjadi kasus seperti ini, kalau memang benar...bawa barangnya, ada > duit ada barang. Saya juga sering dapet barang murah, tapi benar- benar > barang ada didepan mata, tinggal pilih aja. > > Para korban adalah orang-orang yang pernah mengenal Atiek, teman satu > angkatan saat kuliah di Unika Atma Jaya - Jakarta. > Tentu saja para korban tidak mau bertransaksi hanya melalui SMS, mereka > melakukan percakapan telepon ke nomor tersebut mengenai kebenaran penjualan > gadget-gadget tersebut dan juga menanyakan kabar Atiek sendiri. > Semua yang dikatakannya adalah benar ia Atiek Idaningsieh dan semua korban > yakin bahwa memang benar itu suara Atiek. > Beberapa korban sempat menanyakan pekerjaannya, dan ia menyatakan kalau > sekarang ia masih di MDP-BCA. > Setelah meyakinkan kami bahwa ia adalah Atiek, segera Atiek mulai ber"bisnis" > untuk menjual gadget-gadget tersebut. > Ia minta ditransfer terlebih dahulu ke rek. BCA 2120198133 a/n. Aurelia > Natasha yang disebut sebagai tantenya yang punya barang. > > Beberapa kali Atiek menelpon para korban untuk konfirmasi pembelian barang > dan agar segera mentransfer ke rek. tersebut agar barang bisa keluar dari > gudang. Setelah para korban mentransfer dana (1,1juta, 6 jutaan, dan 2 > jutaan --ada 3 orang yang berhasil dikelabui atiek hari itu yang saya tahu, > entah berapa lagi yang menjadi korban yang tidak saya ketahui..--) mereka > menunggu di beberapa tempat yang berbeda untuk bertemu Atiek dan menerima > barang. > Mereka semua yakin itu suara Atiek yang menghubungi mereka via handphone. > Ternyata setelah jam 9 malam, kedua nomor HP yang digunakan Atiek sudah > non-aktif. > > Para korban berinisiatif untuk menelpon ke rumahnya, dia ada tapi > berpura-pura tidak tahu apa-apa. Suaranya pun sama dengan suara yang > menelpon mereka via handphone. > Beberapa korban menelpon ke rumahnya di dan meng"interogasi" Atiek di waktu > yang hampir bersamaan, namun jawabannya berbeda-beda, padahal para korban > menanyakan hal yang sama. > Contohnya, ia mengatakan hanya mempunyai nomor XL pada tunangan saya, pada > korban 2 ia mengatakan punya nomor Mentari. > Pada korban 3, ketika ditelpon ia mengaku sedang tidur dengan suara > ngantuknya padahal pada korban 2 suaranya masih segar (Korban 2 menelpon > sebelum korban 3). > Tentunya para korban saling berbagi informasi, dan jawaban dari Atiek sangat > tidak konsisten. > > Dengan aktingnya sebagai orang yang tidak bersalah, Atiek berpura- pura ingin > membantu para korban dengan membesar-besarkan bahwa ia bekerja di BCA dan > mengatakan kenal dekat dengan petinggi-petingginya BCA seperti CSO nya dan > ia bisa membantu para korban dengan koneksi CSO nya itu. > Atiek memberi penjelasan yang sangat rinci mengenai terjadinya kasus seperti > ini, sepertinya dia memang sudah sangat paham atau sudah mempelajari > matang-matang untuk melakukan tindakan kriminal ini, benar-benar paham > mekanisme penanganan kasus di BCA. Atiek juga mengirim sms agar > teman-temannya berhati-hati bahwa telah terjadi penipuan yang > meng-atasnamakan dirinya. Anehnya, hanya orang-orang yang sebelumnya > mendapatkan sms penawaran pembelian gadget tadi yang mendapatkan sms > peringatan ini. > > Tunangan saya menceritakan kejadian ini kepada salah seorang pejabat di BCA > yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya. > Dan hasilnya, Aurelia Natasha ini membuka rekening dari BCA cabang dekat > rumah Atiek, tapi no telp yang diberikan semuanya handphone, tidak ada yang > fixed line, padahal seingat saya, BCA mengharuskan nasabahnya memberikan > nomer telp rumah atau fixed line...cmiiw. > Uang-uang yang sudah ditransfer tersebut, tidak ada yang ditransfer ke > rekening lain, tapi ditarik langsung dari ATM yang lokasinya tidak jauh dari > alamat rumah Atiek. Statusnya sekarang rekening tersebut kosong, hanya > sekedar numpang lewat saja. > Pejabat BCA tadi langsung menghubungi trainer MDP di cabang tempat Atiek > bekerja dan menceritakan kasus ini. Si Trainer langsung melabrak Atiek, tapi > Atiek marah, berdalih dan menantang untuk membawa kasus ini ke polisi. > > Jalur hukum di Indonesia terlalu berbelit2, mau mulus harus pakai uang... > yang ada malah keluar lebih banyak dari yang sudah hilang, > yang hilang gak akan kembali, tapi keluar lebih banyak dan urusan tidak > kunjung selesai. > Nomer prepaid bisa diregister dengan identitas palsu dan asal isi, toh > provider tetap saja tidak akan cross check kan... > > Mungkin uang-uang itu tidak akan pernah kembali, tapi setidaknya post yang > rada oot ini bisa membuat kita lebih awas. > Kita mungkin cukup waspada, tapi tidak dengan orang-orang disekitar kita... > Biar ini bisa jadi pelajaran buat kita semua dan mohon berhati-hati terhadap > penipu-penipu seperti: > > ==================================================================== > Atiek Idaningsieh > MDP Bank Central Asia > > Alamat Rumah: > Jl. Pekapuran Raya No.6A > Jakarta 11210 > telp. 021.6316789 > > HP: > 0856.355.18111 ; 0813.994.33336 (no. yang dipakai untuk aksinya) > 0815.972.6147 (no hp yang terdaftar pada buku wisudawan atma jaya) > > Rek.BCA yang digunakan: 212.019.8133 a/n Aurelia Natasha > > Foto bisa dilihat di: www.geocities.com/garem_comm/Atiek > ==================================================================== > > Terkadang justru orang yang kita kenal pun bisa menipu kita... > Terima kasih semuanya untuk meluangkan sedikit (banyak) bandwithnya. > May peace, health, and wealth be with you guys, God bless!! > > Pesan dari bang napi: Waspadalah!...Waspadalah!... (hehehehe...) > > Warm regards, > Rudi >

