Kalo telkomsel gimana? 

-yuki-
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Zulkifli Zainal" <[email protected]>

Date: Fri, 20 Feb 2009 15:10:13 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [iklangadget] OOT: Indosat Menyusul "Monyet"?


Indosat lagi mgaco krn mereka sedang mengupgrade system. Prioritasnya matrix 
dulu, kemudian indosat data (3G) lalu terakhir im2 broom. Jd yg make im2 broom, 
sabar2 aja krn prioritas 3....maklum jaringannya numpang indosat seluler


Rgs,
Zulkifli Zainal
0815 94 55555
0813 18 19 00 22
mailto: [email protected]

-----Original Message-----
From: "ri...@surabaya" <[email protected]>

Date: Fri, 20 Feb 2009 14:46:34 
To: IklanGadget<[email protected]>
Subject: Re: [iklangadget] OOT: Indosat Menyusul "Monyet"?


Ah masa sih im2 lemoot.... 
Nggak lemot kok.... 

Cuman nggak bisa konek.... 
Gimana bisa ane bilang lemot kalo koneknya aja nggak pernah berhasil ..... 



Qiqiqiqiq...... ;) ;) ;) ... 




-----Original Message-----
From: [email protected]

Date: Fri, 20 Feb 2009 14:38:19 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [iklangadget] OOT: Indosat Menyusul "Monyet"?


Indosat memang kacau balau im2nya lemooottt.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!



-----Original Message-----

From: Herry SW <[email protected]>



Date: Fri, 20 Feb 2009 21:22:51 

To: <[email protected]>

Subject: [iklangadget] OOT: Indosat Menyusul "Monyet"?





Nomor XL adalah nomor GSM pertama yang saya miliki. Baru dua hari

menggunakan nomor 0818 33 2528, saya mencoba mencari nomor yang lebih

bagus. Dapat! Saya memilih 0818 33 9900 agar mirip dengan nomor AMPS

saya sebelumnya, 0823 11 9900. 



Saya tak ingat tanggal tepatnya nomor XL 0818 33 9900 itu saya aktifkan.

Seingat saya sekitar November 1997. Sejak saat itu, nomor tersebut

menjadi nomor utama saya. Karena memenuhi kriteria yang ditetapkan XL,

pada 14 Maret 2006 "kasta" saya meningkat dari pelanggan "rakyat jelata"

menjadi pelanggan premium XL. 



Tahun lalu, saya merasa kinerja XL berada pada titik terburuk. Jauh

lebih buruk daripada saat XL menggratiskan biaya bertelepon pada jam

tertentu untuk pengguna nomor prabayar Bebas. Gagal panggil, panggilan

terputus di tengah percakapan, hingga sinyal hilang menjadi bagian dari

aktivitas berponsel sehari-hari. 



Saatnya berganti nomor? Belum ada keputusan. Langkah awal yang saya

lakukan, selama sekitar tiga bulan saya mencoba layanan dari tiga

operator dengan intensif. Yaitu, Telkomsel, Indosat, dan Mobile-8.

Operator lain langsung saya coret di awal karena pertimbangan cakupan

area, kemudahan roaming internasional, dan beberapa faktor lain. 



Telkomsel menjadi operator pertama yang saya eliminasi. Sebab, di ruang

kerja saya di pusat kota Surabaya, yang rata-rata saya gunakan dua hari

per minggu, sinyal Telkomsel kembang kempis. Dengan skala maksimal lima

bar, sinyal Telkomsel bergerak di nol hingga satu bar. Praktis tak dapat

digunakan berkomunikasi, walaupun sekadar ber-SMS. 



Tersisa dua kandidat: Indosat dan Mobile-8. Masing-masing memiliki plus

minus. Secara umum, menurut saya, keduanya sama-sama andal digunakan

bertelepon maupun ber-SMS. 



Khusus di ruang kerja saya, sinyal Indosat rata-rata dua bar. Saya masih

bisa memanfaatkannya untuk bertelepon dan ber-SMS dengan nyaman.

Sedangkan sinyal Mobile-8 lebih kuat. Kebanyakan tiga atau empat bar.

Komunikasi dapat dilakukan dengan leluasa. 



Hingga minggu-minggu terakhir tahun lalu, kinerja Indosat dan Mobile-8

di ruang kerja saya berimbang. Pada periode yang sama, sinyal XL nyaris

selalu lenyap total di ruang kerja saya. Nol. Emergency. SOS. Sedangkan

di luar ruang kerja, gangguan temporer atas XL masih muncul tanpa bisa

diduga kapan bakal terjadi. 



Menjelang pergantian tahun, saya putuskan memilih Indosat. Ada dua

alasan. Pertama, nomor Indosat, dalam hal ini Matrix, lebih pendek.

Nomor sepuluh digit masih tersedia. Sedangkan nomor Mobile-8 minimal

satu digit lebih panjang. 



Kedua, walaupun sinyal Indosat hanya dua bar di dalam ruang kerja, toh

saya tetap bisa berkomunikasi selancar menggunakan Mobile-8 yang

sinyalnya tiga atau empat bar. 



Efektif per 1 Januari 2009, Indosat menjadi nomor utama saya untuk

beragam hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Nomor XL tetap aktif

sebagai pendamping. 



Hari demi hari terlewati dengan baik. Komunikasi relatif lancar. Di

ruang kerja saya, pembicaraan via telepon bisa dilakukan dengan leluasa.

Begitu pula SMS. 



Mimpi buruk mulai menghampiri pada akhir Januari atau awal Februari 2009.

Di ruang kerja saya, sinyal Indosat merosot dari rata-rata dua bar

menjadi satu bar. Alhasil, komunikasi telepon hampir selalu gagal

dilakukan. Dalam kondisi terbaik pun, pembicaraan via telepon hanya

sempat terjalin selama beberapa detik, lalu terputus. Tak jarang sinyal

Indosat malahan hilang total di dalam ruang kerja. Hanya SMS yang masih

sedikit bisa diharapkan. 



Di luar ruang kerja, kinerja Indosat juga menurun. Ketika hendak

melakukan panggilan keluar, saya rata-rata perlu mengulang dua-tiga kali.

Berkali-kali saya mendapatkan keluhan kalau nomor Indosat saya tak bisa

dihubungi. 



Kemarin malam saya mencoba melakukan aktivasi BlackBerry on Demand

(BoD) Indosat. Sebelumnya, selama beberapa bulan saya lebih sering

menggunakan layanan BlackBerry One (BB One) XL. Selain lebih fleksibel

karena menawarkan layanan BlackBerry harian, ketika saya perlukan,

proses rilis PIN XL lebih cepat dan praktis daripada Indosat. Terus

terang saya masih "trauma" dengan pengalaman merilis PIN BlackBerry di

Indosat. Saat itu saya membutuhkan waktu lebih dari dua minggu dan harus

antre di Galeri Indosat. 



Dalam hitungan detik, terhitung sejak mengirimkan SMS ke 889, layanan

BoD Indosat saya sudah aktif. Luar biasa! Tetapi, yang luar biasa

ternyata hanya kecepatan aktivasi. Setelah itu yang saya rasakan "luar

binasa". 



Performa layanan terkini BoD ternyata jauh lebih buruk daripada layanan

BB One XL yang tiga minggu terakhir membaik signifikan. Browsing nyaris

selalu gagal. Berkali-kali indikator di sudut kanan atas layar

BlackBerry berubah menjadi GSM. Malam ini, telah sekitar tiga jam saya

mencoba mengunduh aplikasi Yahoo Messenger langsung dari handheld

BlackBerry. Tetapi, masih belum berhasil. 



Saya berharap pilihan saya beralih nomor utama ke Indosat tidak salah.

Sebab, keputusan itu sebenarnya saya ambil dengan berat hati dan setelah

melalui pertimbangan yang matang. Tak mudah untuk berganti nomor setelah

menggunakannya selama lebih dari sepuluh tahun, bukan? 



Sayang, kalau mencermati perkembangan terakhir, tampaknya saya salah

melangkah. Indosat yang saya harapkan mampu mengungguli "Luna Maya"

dalam menyediakan layanan komunikasi yang lancar, ternyata malahan

menyusul "Monyet". 









Salam,





Herry SW





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Http://www.iklangadget.com menyatakan perang dengan blackberry siluman.
tapi tidak kepada barang barang yang benar refurbished,2nd,baru,14days.

Kupas tuntas FORUM blackberry indonesia Http://www.blackberryindonesia.com/forum
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Http://www.iklangadget.com menyatakan perang dengan blackberry siluman.
tapi tidak kepada barang barang yang benar refurbished,2nd,baru,14days.

Kupas tuntas FORUM blackberry indonesia Http://www.blackberryindonesia.com/forum
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Http://www.iklangadget.com menyatakan perang dengan blackberry siluman.
tapi tidak kepada barang barang yang benar refurbished,2nd,baru,14days.

Kupas tuntas FORUM blackberry indonesia Http://www.blackberryindonesia.com/forum
Yahoo! Groups Links



Kirim email ke