Pagi ini baru sadar kalau lupa mengirimkan review Xperia X10 ke milis.
Padahal, tulisan ini sudah tuntas sejak minggu lalu. 

Silakan dibaca. Maaf kalau tidak bermanfaat. Maklum, masih newbie. 



Salam,


Herry SW

===

Memang Pantas Dijual Mahal

Harga Sony Ericsson Xperia X10 yang Rp 6.499.000 tidak bisa dibilang
murah. Umpama disodori X10, jawaban kebanyakan pengguna ponsel di
Indonesia yang saat ini latah ber-BlackBerry (BB) bisa ditebak. "Nggak
ah. Ngapain beli X10. Lebih baik beli BB Onyx yang harga barunya sudah
sekitar Rp 4.200.000," jawab mereka. Mungkin dengan nada sinis. 

Ya, X10 yang berprosesor Qualcomm Snapdragon 1 GHz seharusnya takkan
laku keras di Indonesia. Segmen konsumennya terbatas. Namun, kalau mau
jujur, harga jual perdana X10 sebenarnya masih wajar. Ponsel Android
pertama Sony Ericsson itu memang pantas dijual mahal. 

Mengapa? Sebab, ia cantik luar dalam. Craftmanship X10 terlihat prima,
elegan, dan dikerjakan dengan presisi tinggi. Pada menit-menit pertama
menggenggamnya, kesan mahal plus eksklusif terpancar jelas dari bodi
ponsel itu. 

Layar sentuh X10 berukuran 4 inci dengan resolusi 480 x 854 piksel. Ia
mampu menampilkan hingga 65.536 warna. Di atas kertas, tingkat kedalaman
warna layar TFT X10 kalah dengan aneka ponsel lain yang sanggup
menyajikan sampai 262.144 warna, bahkan 16,7 juta warna. Namun, begitu
mengamati layar X10, perbedaan kedalaman warna itu sama sekali tak
terasa. Pengguna justru amat mungkin mengagumi tampilan layar X10.

Sony Ericsson mengklaim layar X10 tahan gores. Walaupun demikian,
penulis tak berani sengaja menggores layar ponsel itu dengan menggunakan
logam atau benda tajam. Maklum, barang pinjaman. Apalagi, rekan yang
berbaik hati meminjamkan X10 tersebut tidak berpesan, "Silakan coba
digores-gores sepuasnya. Kalau ternyata tergores, ya sudah. Tidak
apa-apa."

Kala disentuh, layar X10 tergolong peka dan responsif. Pergerakan menu
pun cepat. Facebook, Google Mail, Google Talk, Office Suite, Wisepilot,
dan YouTube adalah beberapa aplikasi bawaan yang siap dimanfaatkan
pengguna. 

Agar lebih nyaman dan cepat dalam mengakses aneka aplikasi jejaring
sosial, email, dan SMS, masuk saja ke Timescape. Riwayat percakapan
ditampilkan dalam satu layar. Pengguna cukup menyapukan jari untuk
membuka informasi yang lebih spesifik. 

Sementara itu, untuk mengunduh beragam aplikasi gratis, pengguna dapat
mengklik ikon Market. Masukkan username dan password akun Google yang
sudah dimiliki. Sesaat kemudian disajikan beragam pilihan aplikasi yang
kompatibel dengan X10. Salah satunya, permainan melempar iPhone ke tong
sampah. 

Kamera 8,1 megapiksel, memori internal 1 GB, dan slot microSD yang
kompatibel dengan kartu memori berkapasitas 16 GB adalah sebagian
spesifikasi lain X10. Ponsel berdimensi fisik 119 x 63 x 13 mm dan berat
135 gram itu juga dibekali dengan bluetooth A2DP, A-GPS, wifi, dan
konektor audio 3,5 mm. Konektor charger dan kabel datanya berwujud
microUSB. 

Ketidaknyamanan utama yang penulis rasakan selama mencoba X10, biarpun
sudah diatur pada volume tertinggi, suara earpiece-nya tetap kurang
keras. Akibatnya, suara lawan bicara terdengar samar-samar di lokasi
yang agak gaduh. (Herry S.W.)

Kirim email ke