Woi, ini anak IMMAM ya? Canna ceritanya sampe begitu? Cak kasih info
dulu.
Awak besok ke Medan s/d minggu. Siapa bisa ketemu. Wassalam.
-datuk
--- In [EMAIL PROTECTED], Azis Trianto <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Ass. wr. wb.
Masih ada kisah miris yang melibatkan alumni ITB, yang bila dilihat
namanya
adalah seorang muslim, seperti di bawah ini.
Mudah2an kasus2 semacam ini hanya sekedar "random error" dari suatu
sistem
pembinaan mahasiswa di ITB. Kalau "systematic error" tentu ini gawat.
Wass. wr. wb.
Azis
----- Teruskan pesan dari Adityawarman Dendy <[EMAIL PROTECTED]> -----
Tanggal: Wed, 09 May 2007 07:29:55 +0200
Dari: Adityawarman Dendy <[EMAIL PROTECTED]>
Balas-Kepada:[EMAIL PROTECTED]
Perihal: [Dosen-tk] Setahun Nganggur, Insinyur ITB Gantung Diri
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Berikut ada berita mengenai salah satu alumni ITB yang mungkin dapat
diambil
hikmatnya
Turut berduka untuk keluarganya.
salam dendy magdeburg
Rabu 9 Mei 2007, Jam: 0:26:00
JAKARTA (Pos Kota) â" Jangan putus asa dari rakhmat Allah, begitu
firman Allah
dalam Qur'an surat Yusuf. Tapi bagi insinyur tehnik lulusan ITB ini,
setahun
nganggur membuatnya putus asa dan menuruti bisikan setan.
M Husni Alkalibi,26, memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung
diri pakai
selembar kain gorden, di kamar kosnya di Perumahan Cipulir Permai
Blok A No. 3,
Kebayoran Lama, Jaksel. Selembar surat wasiat berisi permintaan maaf
kepada
kedua orang tuanya di Medan, ditemukan di kamar itu.
"Sejak lulus dari ITB tahun 2006, ia belum juga mendapat pekerjaan.
Padahal
sudah banyak lamaran dikirim ke perusahaan. Ia sempat mengeluh
karena susah
mencari kerja," kata Dani, tetangga kos korban
Mayat bujangan bertubuh atletis ini pertama kali ditemukan
Ny.Sumintari, 45,
pemilik kamar kos yang juga masih kerabatnya pada Senin (7/5) malam.
Ia curiga
Husni tidak keluar kamar lebih dari tiga hari dan dari kamar kos
timbul bau
busuk.
Setelah memberitahu pengurus RT dan tetangga, warga kemudian bersama-
sama
membuka pintu dengan kunci serep. Alangkah terjeutnya mereka
mendapati tubuh
kaku Husni tergantung dengan lidah menjulur.
Meski belum bekerja ia memiliki uang cukup besar yang dikirim dari
orang tua dan
kakaknya yang bekerja di Malaysia. "Tabungan korban sebelas bulan
lalu mencapai
Rp 45 juta. Kini tinggal Rp 2 juta karena dipakai untuk memenuhi
kebutuhan
hidup sehari-hari," kata Sumintari.
Sumintari menuturkan, sudah tiga bulan ini orang tua korban yang
tinggal di
Medan merasa khawatir karena M.Husni tidak juga memberi khabar.
Bahkan ibunya
mengirim surat yang langsung diberikan kepadanya beberapa hari
lalu. "Ternyata
ia malah gantung diri," katanya.
Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol M.Priyono menuturkan, pihaknya sudah
menghubungi
keluarga korban di Medan. "Kami masih menyelidiki kasus ini.
Kemungkinan besar
korban gantung diri diduga stres karena belum bekerja," ujarnya.