Waduh jangan bingung dong, maksudnya nabi,  beliau khawatir tulisan2 AlQuran 
yang dikumpulkan akan dikeramatkan sepeninggalnya, makanya Abu Bakar sempat 
bimbang saat Umar mengusulkan untuk mengumpulkan tulisan2 AlQuran karena nabi 
tidak pernah menyuruh sahabat utk memushafkan AlQuran dan jangan khawatir 
terhadap keotentikan Alquran karena waktu itu banyak sahabat yang menghapalnya 
makanya ijtihad Umar, daripada umat Islam sesudah mereka wafat tidak mampu 
menghapal AlQuran dan berselisih paham mengenainya, maka harus ada mushaf 
AlQuran yg diakui oleh seluruh sahabat sampai2 mushaf2 yg terlanjur ada 
dimusnahkan Utsman supaya tidak terjadi perselisihan dan Ali yang paling 
pertama menyetujuinya (baca email saya yg lain atau baca buku Metodologi Bibel 
dalam Studi Al-Quran, Gema Insani,2005) .

Salam,
MA

  ----- Original Message ----- 
  From: msl_008 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, May 15, 2007 1:43 PM
  Subject: [immam] Re: Sunni-Syiah


  awak mau komentari yg "dikit" [dari tulisan abang] ini aja bang,

  >Bukankah nabi sdh melarang Alquran dibukukan tetapi kenapa semua 
  >sahabat sepakat untuk memmushafkan Alquran? Apakah mereka menentang 
  >perintah nabi?

  sulit untuk tidak bilang iya, bahwa dalam konteks "pelarangan 
  memushafkan alqur'an" ini, sangat gamblang sekali, sahabat 
  memang "menentang" nabi.

  perintah nabi kepada sahabat: melarang memushafkan Alquran (entah 
  apapun alasannya)
  yg dilakukan sahabat: memushafkan alqur'an (entah apapun alasannya)
  artinya: sahabat TENTU menentang nabi

  tanya: kenapa?

  >dan kita tdk usah percaya dengan AlQuran ini? 

  Al-Qur'an yg mana? Bagaimana pengertian nabi ttg Al-Qur'an (yg 
  dilarangnya untuk dimushafkan itu)? di mana bisa kita dapatkan Al-
  qur'an yg dimaksud nabi tsb?

  trims bang. salam.



   

Kirim email ke