Dear Cak Andri,
Menarik sekali apa yg anda kemukakan dan perlu direnungkan.
Untuk tinggal di Jakarta yg cukup memadai paling sedikit harus
berpenghasilan Rp.20 jt/bln
(1 istri, dengan 2 atau 3 anak)
 
Kalau ingin Passive Income Rp 20 juta/bln paling sedikit perlu Rp 4
Milyar
Katakanlah bunga Deposito 6% pertahun (asumsi)
 
Bagiamana caranya bisa ngumpulin Rp.4 M ??
 
Kalau bisa nabung Rp. 10 juta/bln maka kita bisa dapat Rp. 4 M tsb
dengan
menabung selama 33 tahun
 
Saya menemukan solusi bisnis yg sedang saya jalankan saat ini,
dalam 2 tahun saja ga perlu nabung tapi bisa dapat bonus tiap bulan +/-
Rp. 40 jt/bln
 
Hanya untuk membicarakan bisnis besar ini, kita perlu ketemu karena ga
bisa menjelaskan detail bisnis
ini di email. Kalau bisa ketemu di Jakarta akan lebih baik. Bahkan saat
ini lagi berkembang di Sydney.
 
Akan lebih baik seandainya buku ini dibaca dulu kalau belum pernah baca
sebelumnya, agar pembicarannya bisa nyambung.
kalau sudah pernah baca akan lebih baik kalau dibaca sekali lagi.
 
1. Cash Flow Quadrant dan Business School dari Robert  T.Kiyosaki (best
seller)
2. Why we want you to be rich dari Donald Trump dan Robert Kiyosaki (new
book)
 
Cheers,
Dody
 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Mohammad Andri Budiman
Sent: Tuesday, October 23, 2007 5:28 AM
To: IMMAM; KPII-Australia; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Subject: [immam] [Sharing] Jika Anda Punya Uang Rp. 1 Milyar ...



Assalamu'alaikum wr. wb.,



Dear Rekans ysh,

Di penghujung akhir kuliah di Sydney, saya berandai-andai dengan teman
saya, apa yang akan dilakukan sepulang ke Indonesia.

Beliau, seorang yang cukup energik dan taat beragama mengatakan, "Saya
mau ngumpulin uang Rp. 1 M selama beberapa tahun ini, lalu hidup santai
dengan financial freedom dari bunga deposito, sekitar Rp. 10 juta per
bulan ." 

Satu milyar rupiah adalah angka psikologis yang menarik, dan angan-angan
beliau di atas secara sepintas cukup masuk akal. Namun, sebagaimana
dengan nyaris setiap rancangan manusia, saya segera menemukan
imperfections di dalam pemikiran ini, yaitu sbb.:

-1. Bunga, bila tidak dimaksudkan sebagai perlindungan atas nilai mata
uang atau financial risk lainnya (seperti hedging),  saya kira termasuk
salah satu jenis riba. 
Bahkan, ada yang berpendapat setiap jenis bunga tanpa alasan apapun
adalah riba. Allahu a'lam.

-2. In inflation, everything gets more valuable except money. Saya tidak
tahu persis perbandingan apple-to-apple-nya, namun secara kasar, mungkin
dapat dikatakan bahwa pada tahun 1957, harga beras termakan  adalah Rp
1,5 per kilogram (info lain adalah Rp. 0,73 per kilogram pada tahun
1950, tapi kita ambil yang Rp. 1,5 per kilogram tahun 1957 saja biar
cantik angka itu :-P ). 
Tahun 2007, menjadi Rp. 4.500 per kilogram. Ini kasar saja, tidak angka
sebenarnya, karena saya yakin banyak di antara rekan-rekan yang "butuh
perut baru" supaya bisa makan beras tipe 4.500 ini. :-)        
Dengan demikian, secara *sangat kasar* rupiah terturun menjadi 1/3000
nilai aslinya setelah 50 tahun. :-P 

-3. Suku bunga 10% per tahun agak-agak berat didapat sekarang ini.
Dengan 10% per tahun pun tidak bisa dapat itu Rp. 10 juta sebulan (bulan
dalam setahun ada 12 bukan? :-) ). 

-4. Terhitung mulai 22 Maret 2007, hanya Rp. 100 juta per nasabah per
bank (bukan per rekening) yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan
(sebelumnya Rp. 1 M). 
Dengan demikian, bila punya Rp. 1 M,  terpaksalah membuka rekening di
sepuluh bank yang berbeda agar hati tetap tenang di tengah isu rush, bad
credit, revolusi, dlsb. 

-5. Jika semua orang berpikiran yang sama, maka tidak ada orang yang mau
berusaha, dan bank punya pilihan antara lain menurunkan suku bunga atau
menutup dirinya. :-) 


Informasi-informasi di atas sifatnya adalah untuk memberi gambaran, dan
tidak tertutup kemungkinan salah sama sekali. Saya tidak update lagi,
dan nggak koreksi lagi hitung-hitungannya, dan saya kira masih ada
imperfections lainnya. :-P 
Betapapun, CMIIW and of course, it is better if you could get the idea.

Anyway, let's be straightforward.

Taruhlah Anda adalah seorang PNS dengan gaji netto Rp. 4 juta per bulan
(waw, banyak amat nih  :-P ). 

Maka, dengan syarat Anda puasa perut dan puasa mata, secara kasar
dibutuhkan waktu 250 bulan untuk ngumpulin duit Rp. 1 M, atau
kurang-lebih 20 tahun. 
Nilai NPV-nya tentu berbeda, namun bolehlah dianggap sama saja karena
toh kita nggak melakukan evaluasi terhadap inflasi dan kenaikan gaji PNS
bukan? 
Ini hitung-hitungan ala Wak Benjol saja, bukan Milton Friedman. :-) 

Dua puluh tahun. Cukup untuk membuat seorang PNS "berkerak", bila Anda
bukan termasuk "Raja Midas" seperti sebagian (kecil? :-) ) penjabat elit
yang "berharga" Rp. 2 juta per tanda tangan. :-) 

Baiklah. Ide bunga bank bukan hal yang bagus. Ini hampir-hampir sama
saja seperti "angan-angan 401k" yang mengabaikan keadaan Pemerintah US
di masa depan. :-P 


Lalu mau berinvestasi apa?


Real estate seperti Robert Kiyosaki?

Kebun sawit? Atau bonsai? Atau adenium yang lagi populer?

Main saham seperti Warren Buffet? It seems like a casino game to me, but
I know a Boss from TI (older 10 years than me) has been doing this for
years. 

Main valas-valasan seperti si Soros? Bad idea... it really is. Anda
dapat menjatuhkan sebuah pemerintahan bila hasratnya terlampau gila. :-)



Saya yakin rekan-rekan yang punya minimal Rp 10 M di portfolio-nya amat
bersedia untuk memberikan pencerahannya. :-) 

Tidak tertutup kemungkinan pula bila ada rekan yang walaupun tabungannya
hanya Rp 100.000,- namun tetap "Berpikir dan Berjiwa Besar" - tertarik
menyalurkan inspirasinya. :-) 


Dan, tidak, kali ini kita tidak berdiskusi tentang
material-versus-spiritual atau "yang penting kaya hati" stuffs lho. :-) 

Kalau mau berdiskusi soal itu, mohon dibuat thread yang lain saja. 

Kali ini, kita mau belajar meningkatkan Financial Quotient, siapa tahu
bisa umrah Ramadhan tahun depan, apalagi jadi philanthropists. :-) 


Terima kasih bila bersedia sharing. Maaf bila tidak berkenan.

Uang yang bertukar tangan 10 kali jauh lebih bermanfaat bagi banyak
orang daripada uang yang diparkir di bank. :-) 

Dan tentu saja, jangan pernah menaruh semua telur dalam satu keranjang.
:-) 


Wassalamu'alaikum wr. wb.,

Andri
"Bias-Bias Cak Andri"
http://mandrib.kuyasipil.net/ <http://mandrib.kuyasipil.net/> 
http://mandrib.multiply.com/ <http://mandrib.multiply.com/> 


 

Kirim email ke