BismilLahirRahmanirRahim

Assalamu'alaikum wa rahmatulLahi wa barakatuh,

Sekedar meneruskan. Buletin dakwah ini mantrabz lho. :-)
Cuma artikel terpilih yang masuk, jadi mailbox nggak penuh. :-)

Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED]

La haula wa la quwwata illa bilLah

Wassalamu'alaikum wa rahmatulLahi wa barakatuh,

Mohammad Andri Budiman
"Bias-Bias Cak Andri"
http://mandrib.kuyasipil.net/
http://mandrib.multiply.com/


---forwarded message begins---

Bujuk Rayu Setan
Edisi 269 - Jumat, 09 Nopember 2007

Dikisahkan dari Ikrimah RA bahwa seseorang melewati sebuah pohon yang
disembah oleh manusia. Orang tersebut marah dan berkata, ''Pohon ini
disembah, yang merupakan suatu penyembahan pada selain Allah?''

Kemudian orang tersebut pulang mengambil kapak dan menunggang
keledainya kembali menuju pohon tersebut. Dia ingin menebangnya. Di
tengah perjalanan, iblis dalam bentuk manusia datang menghalanginya.
Iblis itu bertanya, ''Kamu hendak ke mana?'' Orang itu
menjawab, ''Tadi, aku melihat sebuah pohon disembah oleh sekelompok
orang. Aku berjanji pada-Nya, untuk menebang pohon itu.''

Iblis berkata, ''Apa urusanmu? Biarkan mereka menyembahnya.''
Kemudian mereka berdua bertarung dan saling pukul sebanyak tiga kali.
Iblis merasa lemah, sedangkan orang tersebut tetap pada pendiriannya.
Kemudian iblis laknatullah laknat Allah atasnya berkata pada orang
itu, ''Pulanglah! Setiap hari, aku akan memberimu empat dirham.
Setiap hari, kamu akan menemukan empat dirham di bawah kasurmu.''

Dengan perasaaan sangsi, orang tersebut bertanya, ''Apakah kamu benar-
benar akan melakukannya?'' Iblis menjawab, ''Aku jamin kamu akan
memperoleh empat dirham setiap hari.'' Akhirnya orang tersebut pulang
ke rumah dan mendapatkan uang seperti yang dijanjikan iblis tersebut
selama dua atau tiga hari. Pagi hari berikutnya, orang tersebut
memeriksa tempat tidurnya. Namun kali ini, dia tidak menemukan apa-
apa. Demikian pula keesokan harinya, dia tidak menemukan apa-apa.

Ketika dia merasa dibohongi, dia segera mengambil kapaknya dan
menunggangi keledainya. Di tengah perjalanan dia kembali bertemu
dengan iblis dalam bentuk manusia. Iblis itu bertanya, ''Kamu hendak
ke mana?'' Orang tersebut berkata, ''Aku melihat ada pohon yang
disembah oleh sekelompok orang, aku ingin menebangnya.''

Iblis berkata, ''Kamu tidak akan mampu melakukannya. Kepergianmu yang
pertama kali untuk menebang pohon itu didasarkan kemarahanmu karena
Allah. Pada saat itu, andai semua penduduk langit dan bumi berkumpul,
niscaya mereka tidak bisa menghalangimu. Sedangkan kali ini,
kepergianmu hanya karena nafsumu. Kamu tidak lagi memperoleh dirham.
Jika kamu berani maju, tentu aku akan mengalahkanmu.''

Maka orang tersebut pulang ke rumahnya dan membiarkan pohon tersebut
tetap berdiri. (lihat Tanbih al-Ghafilin karya al-Samarqandi). Iblis
memang penuh tipu daya. Namun, menjaga hati dan senantiasa meluruskan
niat akan mampu mengalahkannya.

Sumber: Republika - Jumat, 09 Nopember 2007

---forwarded message ends---

Kirim email ke