BismilLahirRahmanirRahim
Assalamu'alaikum wa rahmatulLahi wa barakatuh,
Quick article aja ya, lagi occupied berat nih... :)
***
RUMUSAN MASALAH: BBM BAKAL HABIS DAN MAKIN MAHAL
Butuh jutaan tahun bagi organisme laut mikroskopis bersel
satu terkategori zooplankton, phytoplankton, dan
bacterioplankton untuk menjadi fosil organik atau kerogen,
yang merupakan cikal-bakal dari "crude oil."
Dengan demikian, manusia modern yang konon hanya mempunyai
"life expectancy" 179 tahun [yes, (it will happen) when
pigs fly" :)] menjadi gundah-gulana apabila membaca koran
dan TV yang headlines-nya berbunyi, "Minyak bumi semakin
lama semakin habis, sehingga harganya pun menjadi semakin
tinggi" sedangkan ia harus menunggu para plankton
bertransformasi menjadi minyak selama jutaan tahun bila
ingin mengendarai BMW atau melautkan "rakit bermotor"-nya. :)
Harga BBM berkecenderungan naik bagaikan deret geometri,
sementara kenaikan gaji arguably cenderung berdasarkan
deret aritmetika kecuali bila "pandai-pandai 'mengaturnya'"
sehingga nggak akan diperiksa Tipikor atau KPK karena
"sudah sesuai dengan peraturan dan perundangan *sepihak*
yang berlaku," IYKWIM. :)
***
SOLUSI OTAK KIRI
Manusia otak kiri yang cenderung menggunakan potensi
logis-analitis-matematis-rasional-nya belaka biasanya akan
berfokus pada "unrenewable resources" yang ada, yaitu
minyak bumi dan gas bumi karena pola pikir mereka yang
cenderung konvergen (bersifat menyimpulkan namun cenderung
mengabaikan adanya alternatif lain yang boleh jadi muncul
belakangan karena tak ternalarkan saat ini).
Untuk pemahaman lanjutan, bisa dibaca contoh-contoh tentang
"deductive reasoning," seperti: "All carnivores eat meat.
Man eats meat. Thus man is a carnivore."
Tentu saja simpulan ini tidak tepat, karena datanya kurang
lengkap: manusia ternyata juga makan sayur yang artinya
omnivore, bukan? :)
Back to the topic, mereka - para logicians ini - pun
berusaha menciptakan mobil hemat BBM sehingga dua puluh
lima kilometer dapat ditempuh dengan satu liter BBM.
Ini baik, cuma tentu perlu dikontemplasikan lagi bahwa
mobil-mobil baru dengan perbandingan satu liter untuk 25
kilometer ini diperkirakan di masa yang akan datang hanya
akan tumbuh berdasarkan deret aritmatika (atau satu liter
untuk 26 km, satu liter untuk 27 km, satu liter untuk 28
km, dst.) sedangkan minyak bumi dan gas berkecenderungan
"terserap" oleh pasar dengan deret geometri [the reasons
are obvious, aren't they? :) ].
Ya, mirip-mirip kinerja anggota parlemen Republik BBM lah,
yang gajinya naik dengan "geometric series" sementara
kinerjanya naik-turun dengan "arithmetic series." :)
***
SOLUSI OTAK KANAN
Manusia otak kanan yang cenderung menggunakan potensi
imaginatif-kreatif-intuitif-holistik boleh jadi berfokus
untuk menemukan sumber energi alternatif, novel, atau baru
sebagai pengganti BBM, yaitu: air, photovoltaic (radiasi
cahaya, terutama matahari), batere, nuklir, dlsb.
Pola pikir mereka cenderung divergen, tidak fokus namun
tentu saja dalam kreativitas tidak terlalu diperlukan fokus
wong sifatnya nyaris seperti brainstroming aja, bukan? :)
David Hume mengkritik keras pola pikir induktif semacam ini
- namun, bagaimanapun, pola pikir induktif ini tetap
diperlukan, namun dengan kehati-hatian ekstra untuk
mencernakan mana kasus yang termasuk "strong induction,"
mana yang "weak induction."
Selengkapnya, bisa dibaca contoh-contoh mengenai "inductive
reasoning," seperti: "He always goes to the toilet when
nature is calling him. Therefore, he will go to the toilet
when nature is calling him even when he is at the beach."
Hal ini tentu saja kurang tepat mengingat tidak semua
pantai mempunyai toilet, jadi kalau (maaf beribu maaf)
"sesak pipis" ada kemungkinan ia akan memakai celana
renangnya, dan pura-pura menyelam dengan maksud sesat
sesaat yaitu membuang air kecil sambil berendam. :)
Jadi, kasus ini termasuk "weak induction," so be careful
kalau buang air sembarangan seperti lagu Papa T. Bob:
"Kebelet Pipis." :)
Back to the topic, bahan bakar alternatif ini tentu saja
lebih baik daripada menggunakan BBM karena ide ini kreatif,
lucu, indah, hemat, pro-lingkungan hidup, politically
correct sehingga populer, dst.
Di samping itu, ada kemungkinan bahan bakar di kemudian
hari tidak perlu dibakar, lha, kalau nuklir dibakar ya
hampir sama saja dengan berani mati konyol ala eksperimen
bom Little Boy and Fatman untuk semacam Manhattan Project
di Los Alamos. :)
FYI: Proyek inilah yang konon merupakan cikal-bakal bom
atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki - yang
mengakhiri pertumpahan darah di Perang Dunia II, dengan -
yo'i, baby - darah juga.
Again, back to the topic, energi alternatif ini boleh juga
sebagai sarana "jual pesona" ke kuyi-kuyi FSRD, Unpa(r/d),
dan artis-artis pembela Greenpeace dengan visualisasi sesat
seperti, "I am as cool as Richard Feynman and J. Robert
Oppenheimer because I have invented something 'creatio et
nihilo'" - yang tentu saja tidak mungkin karena menciptakan
sesuatu tentu harus ada materialnya (walaupun berupa energi
yang bisa dikonversikan menjadi massa). Intinya, tidak
seorang pun yang bisa menciptakan sesuatu dari ketiadaan
("creatio et nihilo") kecuali bila Tuhan menghendaki lain. :)
OOT, I am sorry Dr Dawkins but I strongly believe that God
does exist and He is not a blind watchmaker. :)
He might be playing dice, but He always knows the result,
IYKWIM. :)
***
SOLUSI SPIRITUAL
Manusia spiritual berkontemplasi mendalam, meluas, dan
meninggi dengan buzzword "thinking outside the box."
Ia tahu bahwa hijrah (dalam hal ini, "transportasi") itu
ternyata umumnya tidak diperlukan - terlebih-lebih bila si
Komo masih pingin lewat, alias macet bok - karena sudah ada
alternatif untuk saling berhubungan dengan pihak lain.
Misalnya dengan menggunakan gelombang elektromagnetik
seperti radio dan sinyal hape yang semakin lama semakin
murah apalagi bila kasus Temasek bisa segera diselesaikan
sehingga boleh jadi hanya satu rupiah per menit untuk
menghubungi "sang gebetan" (calon pacar) siang dan malam
tanpa dibatasi harus melapor RT dan RW setempat satu 1x24
jam. :)
Dan, oh, internetmeeting ternyata mantrabz juga lho, Boss.
"Pulsa" broadband semakin lama semakin murah di era
persaingan yang *relatif* bebas ini dengan harapan besar
bahwa ke depan nggak ada mono dan oligopoli untuk
mempermainkan harga supaya "bandar selalu untung." :)
Kalau ada City Area Network tentu akan lebih baik lagi dan
kayaknya sih kudu dipikirkan agar city-nya bukan hanya di
Jakarta doang dunk say. :)
***
SOLUSI PARLEMENTER
Jadi, dengan adanya internet yang semakin lama semakin
canggih, cepat dan murah, para oknum anggota parlemen
Republik BBM kagak perlu repot-repot pura-pura studi
banding ke luar negeri bila ternyata hanya cuci mata,
shopping, atau datang-diam-duduk-dukun-deking-duit selama
sidang di meja bundar si bule.
Gunakan sajalah fasilitas chatting mIRC, Messenger, Google
Talk, (tele/video)conference, StumbleUpon, dsb. untuk
bertukar pikiran dan pengalaman dengan para pakar di luar
negeri untuk mengatasi krisis di dalam negeri, terutama
krisis percaya diri. :)
Tentunya, sebelum melaksanakan usul paragraf terakhir di
atas, dimohon dengan segala hormat apabila para oknum
anggota parlemen yang sedikit-banyaknya merupakan oknum
yang mewakili organisasi ke-preman-an setempat bisa "duduk
manis" di pusat pelatihan bahasa asing di ruko terdekat
untuk belajar bahasa Inggris supaya ngarti ucapan dan
tulisan hasil chatting dengan para profesor luar negeri itu. :)
Alternatively, bisa dicoba untuk belajar "bahasa koboi"
alias "pakai mimik, gesture, dan tangan" daripada
mengganggu waktu "bergaul mesum" dengan sejenis "ayam
kampus" dan di-video-kan secara massal-dan-memalukan di
YouTube. :)
Allahu a'lam
La haula wa la quwwata illa bilLah
Wassalamu'alaikum wa rahmatulLahi wa barakatuh,
Andri
"Bias-Bias Cak Andri"
http://mandrib.kuyasipil.net/
http://mandrib.multiply.com/