Salam dan Shalawat,
"...Gaza pasti akan menjadi kuburan tentara Israel " Ketua Parlemen Iran, Ali
Larijani mengomentari serangan darat Israel yang memasuki hari ketiga.
Statement tersebut di keluarkan bukan tanpa keyakinan. Dan keyakinan yang
keluar itu bukan tanpa informasi yang tepat. Ya.., karena Hamas sejak lama di
dukung penuh oleh Iran melalui proxy-proxy nya, Syiria dan Hizbullah.
Hamas di dirikan oleh beberapa orang Palestina yang lama di negeri orang.
Setelah lama kecewa terhadap slogan Nasionalisme Arab, tahun 1987 di bentuk lah
Hamas dengan pusat kendali politik nya ada di Suriah, negeri yang terus-menerus
di rongrong oleh Amerika dan di jauhi oleh rekan-rekan Arab nya. Dimusuhi sejak
awal karena Presiden Hafez Assad mendukung Iran secara terbuka dalam perang
melawan Irak awal 1980-an. Poros AS semakin kesal karena kehadiran Suriah
sejak 1976 yang di harapkan menengahi Perang Saudara Libanon ternyata
dimanfaatkan oleh Iran untuk membentuk dan melindungi Hizbullah, milisi yang
secara 'riil' adalah urat nadi Libanon menghadapai Israel.
Poros ini sekarang bertambah kuat dengan berdiri nya Irak yang demokratis pasca
Saddam. Walaupun pemerintahan Irak sekarang adalah 'boneka' AS, tapi secara
ideologi dan kultural, mereka dipastikan tetap akan menjadi proxy Iran berikut
nya..Ini di buktikan dengan kunjungan PM Irak kemarin ke Teheran, yang meminta
pandangan Iran akan peta perjalanan Pakta Keamanan AS-Irak. Iran secara
geopolitik sebenar nya ingin menjadikan Irak sebagai 'penjara raksasa' bagi
tentara Amerika. Hadir nya ribuan tentara AS di Irak tentu nya akan menjadi
sandera Iran yang sewaktu-waktu bisa di goreng secara langsung ataupun lewat
tangan-tangan milisi Tentara Imam Mahdi via Muqtada Sadr. Hanya saja memang,
tetap di pertahankan nya tentara AS di Irak juga berarti membuka kekacauan
terus berlanjut, karena AS memainkan kartu2 politik belah bambu yang ternyata
efektif melululuh lantakkan Irak..maka pilihan 2011 sebagai akhir dari
penarikan adalah hal yang realistis.
Lalu dimana Arabian Kingdom ? Banyak pengamat melihat makin kuat nya Poros
Iran-Suriah, akan membuat Arabian Kingdom juga akhir nya akan berpaling ke
Poros ini. Apalagi jika Irak sudah stabil, maka target Poros ini berikut nya
adalah Mesir. Kelompok Oposisi Mesir, Ikhwanul Muslimin juga memiliki hubungan
yang sangat dekat dengan Iran, Awal-Awal Revolusi Iran, kelompok ini
mengeluarkan statement terbuka yang mengatakan bahwa Revolusi ini harus di
dukung oleh kaum Muslimin. Hanya berbeda dengan Hizbullah yang di lindungi oleh
Militer Libanon, Ikhwanul Muslimin harus berjuang sendirian...mereka musuh
pemerintah dan militer nya. Serta tidak ada nya hubungan diplomatik Mesir dan
Iran membuat kelompok ini kurang darah untuk terus menekan Pemerintahan Mesir.
Ikhwanul Muslimin [IM] sendiri memiliki sejarah panjang. Didirikan oleh Hasan
Al-Banna, gerakan ini menggarap bidang layanan sosial yang bersentuhan dengan
masyarakat secara langsung.Kebencian Militer terhadap IM berawal ketika IM
menolak ikut serta dalam kudeta terhadap Monarki Faraouk, 1952. Sejak kudeta
itu, tidak pernah ada lagi manis nya hubungan manis antara pemerintahan Mesir
dan IM, puncak nya ketika Anwar Sadat ditembak mati dalam parade militer oleh
kader-kader IM.
Gerakan IM menginspirasi banyak Harakah2 Islam yang muncul belakangan. Media
1980-an, banyak sekali gerakan2 Islam yang mengadopsi IM sebagai inspirasi
perjuangan. Hanya saja, hancur nya infrastruktur Politik IM akibat kuat nya
tekanan pemerintah Mesir membuat hubungan IM dan gerakan2 Islam lain nya
terputus. Kader2 IM yang berusia muda, akhirnya di 'comot' fihak lain dan
banyak juga yang berpindah ideologi. Contoh nya adalah Abdullah Yusuf Azzam.
Beliau adalah pendiri Hamas yang awalnya ingin meradikalisasi ala Salafy kader2
Hamas...akibat berbeda pandangan dengan pendiri lain nya, maka ia pindah ke
Peshawar dan melanjutkan eksperimentnya kepada generasi2 muda Afghanistan yang
kala itu berjuang melawan pendudukan Sovyet.
Di Indonesia, awal nya PKS ingin meniru strategi IM. Namun susupan-susupan
ideologi Wahabi, membuat PKS secara internal harus meramu menu2 IM dan WAHABI
agar keutuhan partai tetap terjaga. Maka dalam pengambilan keputusan, sering
sekali kedua kubu ini harus melakukan negosiasi-negosiasi yang cukup rumit.
Adalah Hidayat Nurwahid yang menjadi motor ideologisasi Wahabi di sini. Sedang
rekan lain nya seperti Tifatul Sembiring, lebih toleran dan pluralistik.
Hidayat jg lah yang membawa Jufri Assegaf yang kader PKS itu menjadi Dubes RI
di Saudi. Maka sering kita lihat kiblat PKS terkadang ke Saudi, tapi terkadang
ke Yusuf Qardhawi...padahal Yusuf Qardhawi adalah kader IM, organisasi yang di
kafirkan oleh ulama-ulama Saudi.
Lalu sampai kapan Gaza terus berdarah ? Banyak pengamat memprediksikan bahwa
serangan ini sebenarnya adalah kepentingan Partai Kadima yang saat ini
memerintah Israel. Ketidakpuasan publik Israel terhadap kekalahan perang dengan
Hizbullah, 2006, tentu membuat posisi Partai Likud di atas angin. Gembar-gembor
kekuatan militer tanpa tanding yang hancur sekejap oleh Hizbullah, membuat
publik Israel tidak yakin dengan masa depan eksistensi negeri itu. Petinggi2
Kadima menekan Olmert untuk turun panggung, dan di ganti oleh Livni, mantan
Menlu masa Olmert serta menargetkan kpd Livni untuk menaikkan citra militer
Israel dengan mengambil momentum habis nya perjanjian gencatan senjata dengan
Hamas. So...saya kira prediksi perang ini tidak lama, karena bulan depan Pemilu
Israel harus di gelar...Likud atau Kadima kah ? Netanyahu atau Livni kah
?...tergantung Gaza. Jika berhasil di lunakkan, maka Kadima akan terus eksis,
jika tentara Israel balik kanan, maka Likud
semakin mendapat energi tambahan. Tapi seperti nya, Israel akan hit-run
saja...menduduki Gaza berarti bunuh diri. Realistis nya pukul dan lari..
Dan Hamas akan semakin kuat...Bagi Hamas, perang ini memunculkan pedang dua
mata. Mata yang satu mengarah ke musuh dalam Fatah dan Israel, mata yang satu
mengarah ke Arabian Kingdom. Ketahanan Hamas berarti melemahkan Fatah-Israel, j
uga melemahkan Poros Saudi-AS. Bagi Raja-Raja Arab, tentu ini sangat
mengkhwatirkan. Dan Iran-Suriah, makin asyik memanejemen proxy-proxy nya di
Timur Tengah.
Salam dari Medan
Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/