Salam dan Shalawat,

...Amerika adalah air mancur yang pasti jatuh...pesan ini sekilas terbaca di 
sebuah kantor SD tak jauh dari rumah. Sekilas nampak seperti pesan biasa. Tapi 
pesan ini menjadi khusus ketika ada foto Ahmadinejad yang nampak gagah [walau 
tak segagah Soekarno]. Menjadi semakin khusus jika kita melihat dunia yang 
sedang mengalami kontraksi politik dan ekonomi sekarang.

Ahmadinejad, jika kita mengucapkan nama itu pasti yang terbayang adalah seorang 
presiden yang berseberangan dengan Amerika. Dalam dunia marketing, ini di kenal 
dengan nama Positioning. Kalo orang menyebut nama Kodak, pasti yang terbayang 
adalah kamera, padahal banyak produk Kodak lain selain kamera. Positioning 
sangat penting..karena menyangkut citra baik dari suatu produk. Positioning 
yang baik adalah satu syarat menjadi market leader. Dan jika posisi ini 
tercapai, maka semua produk akan menjadikan nya sebagai acuan, baik mutu maupun 
harga.

Ahli-ahli politik/perang sangat faham akan hal ini. Amerika [baca:Israel], dari 
sisi militer sebenarnya lebih menonjolkan itu di banding kekuatan militer nya 
sendiri. Masuk nya Amerika ke Afghanistan tidak lah sendiri. Pakistan dan 
Aliansi Utara membuka jalan masuk Amerika untuk menghancurkan Taliban. Toh, 
sampai saat ini Taliban tidak bisa habis. Masuk nya Amerika ke Irak juga di 
bantu kekuatan-kekuatan Oposisi Saddam. Perang 6 hari Israel-Arab juga di 
karenakan lemahnya militer Arab saat itu [dan sampai sekarang]. Tapi kemenangan 
ini di blow up sedemikian tinggi dan di opinikan, jadilah Militer Israel 
sebagai salah satu kekuatan militer terbaik di jagat....dunia pun terkecoh.

Seiring dengan maju nya komunikasi, setelah komunikasi di miliki oleh banyak 
fihak, maka medan perang tidak lagi di monopoli  oleh Amerika. Fihak-fihak lain 
juga memanfaatkan ini untuk menyerang posisi-posisi strategis Amerika. Sadar, 
jika pertempuran langsung tidak mungkin terjadi, maka mengambil posisi medan 
perang di Politik Citra adalah langkah realistik dan strategis. Musuh-musuh 
Amerika selama ini mengambil langkah salah...yaitu mempersiapkan kekuatan 
militer untuk menaklukkan Amerika. Korut, Kuba, Sovyet, Irak menghabiskan 
anggaran negara untuk meningkatkan kemampuan militer tempur dan melupakan medan 
perang lain nya. Hasilnya, banyak dari mereka yang habis binasa dan akan habis 
di telan besi-besi tua peralatan militer nya. Dan...Iran melihat ini. Maka kita 
bisa lihat sekarang dengan kemunculan Ahmadinejad. Ia mengambil langkah berbeda 
dari pendahulunya. Sambil menyiapkan kekuatan militer penuh dan mendukung 
proxy-proxy perlawanan di seantero
 jagat, ia juga perlahan tapi pasti menggerogoti bangunan kokoh sebagai Citra 
yang meletakkan Amerika [baca : Israel] di puncaknya sebagai jawara tak 
tertandingi. 

Tentu saja..realisasi di medan tempur sebagai sebuah experiment di perlukan 
untuk mendukung penghancuran ketokohan Amerika. Setelah berhasil mengusir 
Israel di Lebanon Selatan lewat milisi Hezbollah [Hezbollah adalah bahasa 
Persia, Amerika sering menggunakan istilah ini di banding kata Hizbullah yang 
Arab, tentu saja untuk memisahkan Hizbullah yang Arab asli dari dukungan 
komunitas Arab] awal 1980-an, kelompok perlawanan [Muqowwama] menguji kembali 
eksperimentnya lewat perang di tahun 06..dah berhasil. Walau harus mengorbankan 
3000 orang, tapi penghancuran image Israel semakin nyata. Langkah-langkah ini 
terus di sempurnakan..kali ini lewat kelompok 
Hamas. Apa misi utama perlawanan Hamas ? Secara militer, tidak mungkin Hamas 
bisa langsung menghabisi Israel. Ya...misi nya adalah menyempurnakan 
penghancuran Citra Militer Israel yang sudah dilakukan saudara-saudaranya 
Hizbullah...ternyata, Israel tidaklah sekuat yang di dengungkan [mungkin nanti 
cukup FPI saja yang turun ke Palestina]. Israel seperti Pohon Aren...nampak 
anggun tapi keropos.

Obama dan ahli-ahli medianya menyadari itu. Kita sulit meraba apa yang dimaksud 
akan merangkul dunia muslim. Sangat sulit merasakan apa yang sedang di fikirkan 
Obama ttg dunia Islam. Apakah Obama akan mampu menekan Israel ? Apakah Obama 
akan mau berdialog dengan Iran ? Atau tetap menjaga keseimbangan politik Timur 
Tengah dan tetap menjadikan Israel sbg pion utama ?....Tapi paling tidak beban 
sejarah, bahwa Obama pernah tinggal di negeri Muslim bisa memberi nafas segar 
bagi kita.

Ada yang dahsyat dari inaugurasi kemarin. Rangkaian jurus-jurus politik Obama 
memang kental sekali dengan Politik Citra. Ia menyebut dirinya Lokomotif 
Perubahan. Perubahan atas musibah yang menimpa Amerika. Citra Amerika sudah 
hancur. Presiden nya dihargai dengan sol sepatu. Dimana-mana, sol sepatu 
hinggap di wajah Presiden nya.Ekonomi nya tidak lagi di takuti. Militernya 
dimana-mana juga sedang mendekati kehancuran. Hanya tinggal Rambo saja yang 
dikagumi, itupun oleh anak-anak TK. Vietnam, Afghanistan, Irak, Lebanon, 
Palestina....tidak ada yang tersisa kecuali kekalahan. Dikalangan Muslim, 
Amerika hanya bisa berdiri tegak karena faktor Saudi yang ideologinya 
kebanci-bancian [nanti dibahas di sesi selanjutnya]. 

Apa hasil Politik Citra Obama ? Jangka pendek adalah Gedung Putih dan sambutan 
dunia. Anak-anak SD di sini pun kadung sudah menganggap Obama sebagai Lokomotif 
Perubahan. Jangka panjang masih di tentukan oleh kebijakan dan harmonisasi isu 
luar negerinya. Salah satu yang menantinya adalah jurus-jurus musuh-musuhnya. 
Seperti nya jurus-jurus lama akan tetap bertempur...pengurangan ke-Amerikaan, 
seperti mengganti Dollar sebagai nilai tukar, menaikkan citra PBB sbg milik 
bersama, penguatan kelompok-kelompok perlawanan bersenjata dsb. Tapi Obama 
lebih pintar dari kubu Bush...pertarungan akan tetap menarik..

..semoga Tuhan mempercepat kedatangan Imam Mahdi..

Salam dari Medan.

   



      Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! 
memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke