|
Maut
terus mengintai di jalanan. Rawan karena tangan-tangan jahanam terus
menguntit. Begundal tidak peduli lagi terhadap keselamatan pengendara.
Sikat motor, kalau perlu juga pengendaranya. Di Jakarta ada beberapa
titik-titik rawan perampasan motor yang mesti diwaspadai.
MOTOR Plus beberapa kali meliput peristiwa ini. Bahkan sempat beberapa
kali mewawancarai pelaku kejahatan perampokan. "Mereka tidak segan
untuk membunuh. Apapun dilakukan untuk mendapatkan motor itu," jelas
AKP M. Nazly Harahap, S.Ik, Kasat Reskrim Polres Serang.
Modus
yang kerap dilakukan bisa dengan memukul, memepet, menembak, bahkan
mengaku sebagai petugas keamanan. "Waktu perampasan tidak kenal
waktu. Namun, mereka punya jam favorit. Lokasi umumnya di wilayah
perumahan yang jarang terpantau petugas," tambah AKP Agus Widartono,
Kanit Ranmor Polres Jakarta Barat.
Mengetahui
jalur rawan dan waktu favorit sangat membantu pengendara untuk meminimalkan
dampak buruk dari perampasan kendaraan bermotor.
"Kalau
memang tidak perlu keluar dini hari, sebaiknya dihindari. Kecuali
malam Minggu jalan masih ramai. Hindari juga jalan sendiri," tambah
Fadly S, seorang pengendara Honda Karisma.
AKP
Agus menyarankan agar pengendara segera mencari lokasi yang ramai
ketika melihat gelagat yang kurang baik. "Intinya, kejadian ini
bisa menimpa siapa saja dan dimana saja. Karenanya, pengendara mesti
waspada," jelas pria yang berkantor di Jl. S. Parman, Jakarta Barat.
[EMAIL PROTECTED], Nurfil, Chuenk, Hend
OJEKER PUNYA INTUISI
Ojeker selah satu pengendara paling rawan.
Mereka merupakan sasaran yang kerap dijadikan mangsa yang empuk.
Apalagi ojeker yang 'dinas' malam hari. Kewaspadaan mereka mesti
tinggi.
"Sebelum
menerima tawaran narik, kalau malem kita ikutin perasaan.
Kalau nggak enak, biasanya ditolak, walau harga yang dikasih
lumayan besar," jelas Jamal, ojeker yang biasa mangkal di Pos Pengumben,
Jakarta Barat.
BUKAN CUMA JALAN BERLUBANG
Bahaya
sebagai akibat buruknya prasarana jalan. Bisa dilihat kondisi jalanan
lubang menganga. Ditambah kondisi alam saat ini, nampaknya jalanan
berlubang bukan cuma jadi penyebab tunggal maut di jalanan.
"Jalanan jelek salah satu penyebab. Ini masuk dalam kategori kondisi
lingkungan yang jelek. Faktor lainnya kendaraan dan manusia," jelas
AKP Harry Sulistiadi, S.Ik, Kasie Laka Ditlantas Polda Metro Jaya.
Kondisi pepohonan yang sudah tua, rambu lalu lintas yang tidak jelas,
tiang bilboard yang terdapat di sepanjang jalan bisa jadi bahaya
tersembunyi.
"Prasarana jalan merupakan tanggung jawab lintas sektoral. Dalam
membuat sebuah jalan ada beberapa instansi teknis yang terlibat.
PU bertugas sebagai pembuat jalan. Urusan rambu ke Dishub dan penegakan
hukum ada pada Polri," jelas Agus Muharam, Humas Departemen Pekerjaan
Umum wilayah Jakarta.
Agus kembali menjelaskan PU memiliki program tahunan untuk memperbaiki
dan merawat jalan. "Silakan adukan ke kami mengenai jalan yang rusak,"
tambah pria yang berkantor di Jati Baru, Jakarta Pusat ini.
H.
Sisnugraha, ketua Bhayangkara Automotive Club Tangerang (BOCT) mengakui
prihatin akan hal ini. Ia menyoroti prasarana jalan yang jelek.
"Bagi bikers dampaknya terasa langsung," kata H. Sis.
Menurutnya, klub selama ini baru dalam tahap menghimbau pada pemerintah
agar memperbaiki prasarana jalan. Ia mengakui, rakyat bikers
dalam naungan klub seharusnya lebih peka di soal ini.
"Pasalnya banyak kondisi jalan yang bisa membahayakan nyawa," katanya.
Sonny terkesan lebih keras. Buatnya, masukan dari pengguna jalan
berupa pajak harusnya setimpal dengan pelayanannya. "Bukan nggak
mungkin klub bisa menggugat sekelas class action pada
DPU jika dirasakan jalanan membahayakan nyawa," kata Sonny lagi.
Tulus
Abadi SH, Pengurus Harian Yayasan
Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI):
"BISA
CLASS ACTION,"
"Secara
substansi, class action bisa dilakukan mengacu dari
dua hal penting. Pertama, ada korban secara massal. Kemudian, ada
kerugian yang bisa dirumuskan secara rinci dan jelas.
Tuntutan class action bisa dilakukan ke lembaga pemerintahan
terkait. Misal ke Gubernur atau lainnya. Jadi, kalau menurut saya,
bisa saja korban jalan rusak melakukan class action jika
memenuhi dua syarat tadi.
Tentunya, jika persoalan yang diangkat menyangkut haknya sebagai
warga negara, rujukannya adalah Undang Undang yang berkait dengan
hak warga negara. Misal soal pelayanan publik,"
TITIK RAWAN PERAMPASAN
JAKARTA
UTARA
Pluit
Raya Penjaringan ;Tj
Priok
BEKASI
Jati
Asih; Kranggan; Jati Sampurna; Ciangsana
JAKARTA
PUSAT
Perempatan
Senen; Perempatan Coca-Cola; Cempaka Putih;
Benyamin Sueb
JAKARTA
BARAT
Jl.
Swadarma, Ulujami; Jl. Daan Mogot, Cengkareng
JAKARTA
TIMUR
Jl.
Raya Penggilingan
JAKARTA
SELATAN
Jl.
Raya Ragunan; Jl. Raya Parung
*) SUMBER HUMAS POLDA METRO JAYA
JALAN RAWAN KECELAKAAN
JAKARTA SELATAN
NAMA
JALAN
Keterangan
Jl.
TB Simatupang Jalanan lurus tapi bergelombang
Jl.
Raya Mampang Jalanan turun naik, banyak U Turn
Jl.
Raya Ragunan Kalau malam gelap, sering arena balap liar
Jl.
Raya Lenteng Agung Jalan lurus banyak lubang, banyak angkot
dan metro mini
Jl.
Gatot Subroto Karena pembatas jalan dan banyaknya bus kota
Jl.
Arteri Pondok Indah Jalanan banyak pasir proyek yang berceceran
Jl.
Raya Parung Jalan sepi tapi gelap dan banyak lubang
JAKARTA
BARAT
Jl.
Daan Mogot Banyak U Turn dan bus kota
Jl.
Gajah Mada Jalanan sangat padat
Jl.
Arteri Kedoya Jalan lurus tapi banyak lubang dan angkot
JAKARTA
TIMUR
Jl.
Raya Penggilingan banyak truk kontainer dan sering buat
balap liar
Jl.
Raya Psr. Rebo-Bogor Jalanan padat, banyak
angkot dan bus
Jl.
Raya Kalimalang Jalan banyak lubang dan berpasir
JAKARTA
PUSAT
Jl.
Benyamin Sueb, Kemayoran Arena trek liar
Jl. Pramuka Balap liar dan punya banyak U Turn
JAKARTA
UTARA
Jl.
Raya Yos Sudarso (di bawah tol) Jalan padat dan rusak. Banyak
truk kontainer
Jl.
Boulevard Kelapa Gading Padat, banyak angkot
|