Meski gak gitu ngerti ... kirim aja dah

Uji Emisi
Setingan Ideal Lolos Uji
 
 

KLIK - Detail Saat MOTOR Plus melakukan uji emisi, Yamaha Nuovo 2003 punya Indra GT yang fotografer itu diuji sampai dua kali. Tes pertama langsung alias tanpa seting. Dilanjut tes kedua namun  terlebih dulu setel sekrup udara karburator. Hasilnya terbukti berbeda jauh.

Tes awal, carbon monoksida (CO) menunjukan angka 6,25 persen dan hidrocarbon (HC) 319 ppm. Perbandingan air fuel rasio (AFR) 12,91 : 1. Terlalu kaya bensin.

KLIK - Detail Coba seting ulang sekrup udara di karburator. CO turun jadi 2,30 persen, sedang HC naik jadi 654 ppm. AFR berubah menuju pembakaran sempurna yaitu 14,88 : 1.

Dari fakta itu, terlihat faktor perawatan dan setingan menentukan kadar emisi. Artinya, meski sebenarnya secara teknologi punya angka emisi rendah, tapi tanpa seting dan perawatan yang bagus bakal jadi tinggi.

KLIK - Detail Nah, ada beberapa kiat yang bisa dipelajari saat melihat hasil uji emisi di motor. Itu akan menandakan apa saja yang bisa dilakukan, jika CO atau HC terlalu tinggi.

KADAR CO
Teguh Wiyono, Divisi Teknik PT Sawu Indonesia, perusahaan bidang surveyor dan inspeksi kendaraan bermotor, punya komentar. Ada beberapa faktor yang jadi penyebaba angka CO motor tinggi.

Antara lain putaran idle terlalu rendah, sistem choke rusak, air-jet karbu tersumbat, spuyer kegedean, pelampung karbu terlalu rendah dan setelan katup tidak tepat. "Bisa juga karena filter udara kotor," jelasnya.

Untuk hindari itu, Teguh sarankan penyetelan idle ada di posisi 1.450-1550 rpm atau sesuai dengan standar perbaikan motor. Periksa juga sistem choke, air-jet, pelampung dan katup di karbu sesuai standar, juga bersihkan filter udara. "Penyetelan campuran udara dan bensin pada 14,7:1," ingatnya.

KADAR HC
Soal tingginya angka HC, Teguh menyebutkan dilatari sejumlah faktor. Pengapian enggak benar. Yaitu kerusakan koil, kabel busi dan gap busi tidak tepat. Bisa juga karena timing pengapian terlalu tinggi, ring piston aus dan sil klep rusak. "Filter udara tersumbat atau intake manifold kotor juga mempengaruhi," tambahnya.

Nah, cek aja semuanya, deh. Paling aman sih sesuaikan ketentuan atau rekomendasi pabrikan. Kalau ada yang rusak atau enggak sesuai standar, buruan diganti. Dijamin deh angka emisi bakal bagus. Beres, kan? Chuenk 

 




Reporter : < None >
Fotografer : Endro Suryono,  Heri Riswanto


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "InBike Community" grup.
 To post to this group, send email to [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/Inbike
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke