|
Ngebangun supermoto idaman butuh dana gede. Mesti siapkan
lebih untuk menebus kaki-kaki jangkung built-up, bodi
plastik impor sampai ban tapak lebar. Kalau duit pas-pasan
gimana tuh?
Tenang, Misyanto 'Amore' Pribadi punya solusi irit
di zaman yang serba pahit ini. "Kombinasi aja dengan
komponen yang ada di lokal. Variasi trail dari Cina dan
barang kreasi sendiri masih mumpuni kok buat harian," yakin
bos HRC Loaxan di Jl. Haji Mencong, Ciledug,
Tangerang.
Lihat saja saat Jackie Sulaiman order ke Amore agar
CB125-nya bisa tampil fresh dengan gaya Supermoto.
"Bakal buat pajangan toko, jadi mesti keren. Syukur nggak
bikin kantong bolong," bisik pengusaha cutting
sticker di Jl. Ciledug Raya, Kreo,
Tangerang.
Diawali dengan ubahan area kaki-kaki. Modalnya
sok depan ala Suzuki Thunder 250 asal Cina, lengan
ayun custom HRC Loaxan dan monosok Satria 120R. "Banderol
berikut pemasangan Rp 2,5 juta, tambah pelek aluminium lokal
dan ban tapak lebar Thailand seharga Rp 1 juta," jujur
modifikator berbadan irit.
Giliran tampang buluk CB125 harus direnovasi. Cukup
setor Rp 2,5 juta untuk cover bodi plus tangki dan bahan
pelat besi. "Modelnya terserah, di CB ini cocoknya ala Honda
CR125. Ini berikut cat total cover dan rangka lho,"
sosor Amore.
Penutupnya yaitu pernik kecil alias variasi macam
setang trail, kedok lampu, knalpot sampai footstep.
Nah, ini dihargai sekitar Rp 500 ribu. Total dana tersedot
untuk make over CB125 sebanyak Rp 6 juta. Relatif
terjangkau tuh! Pantes saja Jackie senyum-senyum, dapat
motor keren tapi nggak mahal. Asyik!
|