Saya setuju mengenai nasionalisme produk. Tapi dengan larinya konsumen ke pihak luar dalam hal ini Shell, maka hal tersebut dapat dijadikan cermin buat Pertamina untuk meningkatkan mutu. Selama ini sebenarnya konsumen tidak terlalu keberatan dengan harga yang ada bila memang harga dasar minyak bumi dunia yang meningkat. Tapi kenaikan harga itu sudah sepantasnya disertai dengan peningkatan kualitas. Jangan kita bayar harga bensin 2006 tapi dengan mutu 1985. Itu namanya ngerampok!

 

Memang kalau masalah mengoplos perusahaan manapun bisa terkena termasuk Shell sekalipun. Tetapi perusahaan non pemerintah pada umumnya lebih ketat pengawasannya. Pertamina bisa hilang kendali pengawasan karena selama ini merasa me-monopoli pasaran BBM Indonesia. Sudah saatnya mereka mendapatkan perlawanan sehat dari kompetitor dibidangnya. Kalo Shell yang di mata Indonesia masi “anak kemaren sore” sudah bisa memantau jalur distribusinya dan menghilangkan pengoplosan, seharusnya Pertamina merasa tertampar. Ini mekanisme pasar yang bagus untuk meningkatkan mutu BBM nasional. Jadi saya akan pakai Shell bila SPBU Shell sudah mulai tersebar. Untuk saat ini sih tetap Pertamax karena saya males pake bensin belang-belang. Soalnya kalo sampe bermasalah saya akan bingung mau ngomel ke mana? Hehehe…

 

Best Regards,

Reynaldo M Adavan

International Roaming Monitoring

B1 Bldg 2nd Fl.

Ext. 8624

Fax 5447067


From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Yunardi Eko
Sent: 17 Maret 2006 14:10
To: [email protected]
Subject: [InBike] Re: Bener nga yah...?

 

Kalo soal oplosan mau di SPBU Pertamina atau Shell kan bisa aja terjadi, gak ada jaminan. Bahkan bisa aja kalo konsumen lebih percaya produk Shell, nantinya Shell seenaknya ngoplos karena yakin akan kepercayaan konsumen terhadap produknya.

Ada satu yang rekan milist belum sampaikan, Pertamina adalah produk bangsa kita, sedikit banyak tentu memberikan kontribusi bagi rakyat Indonesia. Sebaliknya Shell adalah produk luar dan tentunya keuntungan lebih banyak mengalir ke luar... coba kalau yang udah pernah ke Singapur atau Malaysia (nggak usah jauh-jauh deh) ada gak produk Pertamina dijual/laku disana :)

Tentunya kita harus mengedepankan/memprioritaskan produk sendiri dibanding produk luar. Toh saya yakin dengan memakai produk pertamina tidak akan terlalu signifikan pengaruhnya dibanding memakai produk luar, kalaupun ada kekurangannya yaa anggap aja pengorbanan kita buat Indonesia.

Thx,

On 3/16/06, raun Ferdinand <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Kalo langsung dari sumbernya (*red Pertamina) memang masih masuk akal dan mungkin sekali Pertamax Plus lebih unggul, tapi masalahnya adalah seperti yang Bro Wid sebutin dibawah kembali lagi kekualitas kilang masing2 POM bensin dan yang lebih penting adalah tingkat "kejujuran" masing2 owner SPBU, karena setahu saya SPBU itu bisa dimiliki oleh siapa saja dengan model francise.

 

Pengalaman pribadi gw yang punya temen anak pemilik SPBU lihat sendiri tiap malam kilang bensin dicampur dengan minyak tanah dengan prosentase tertentu agar tidak terlalu mencolok.



Widi Nugroho <[EMAIL PROTECTED] > wrote:


Sumber: Halaman 19 Tabloid Otomotif Edisi 46:XV tanggal 20 Maret 2006.

 

Otomotif melakukan tes perbandingan kualitas bensin Shell, Petronas dan Pertamina.
Pengujian dilakukan dengan Zeltex ZX-101C untuk menguji kadar oktan dari masing-masing tipe bensin.

Kemampuan alat tersebut dinilai akurat, karena tingat deviasi kurang lebih hanya 1%.

 

Berikut Hasil Perbandingan Oktannya:

 

Shell Super 92           = 92,9
Shell Super Extra 95   = 96,1

 

Petronas Primax 92    = 92,9
Petronas Primax 95    = 96,1

 

Premium                   = 90,6
Pertamax                  = 93,4
Pertamax Plus          = 97,9

 

Berdasarkan hasil pengujian diatas, terbukti bahwa Pertamax Plus lebih unggul dibandingkan dengan Shell Super Extra 95 dan Petronas Primax 95. Disisi lain, Pertamax lebih unggul dibandingkan Shell Super 92 dan Petronas Primax 92.

 


Analisa pribadi gue adalah:

 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kualitas bensin Pertamina itu sangat beragam. Mulai dari kualitas hulu pada sumber kilang asal sampai dengan kualitas hilir di masing-masing pompa bensin. Dengan demikian hasil pengujian oktan Pertamina diatas merupakan nilai oktan tertinggi yang MUNGKIN diraih oleh pertamax dan pertamax plus. Perlu dicatat, bahwa kualitas oktan tersebut dapat berkurang sebagai dampak dari perbedaan sumber kilang asal maupun pompa bensin yang bersangkutan.

 

Disisi lain, saat ini jumlah pompa bensin milik Shell dan Petronas masih sangat kurang dari segi kuantitas. Apalagi bila dibandingkan dengan jumlah pompa bensin Pertamina yang sudah menjamur dimana-mana. Buat gue hal ini lebih menentukan, dari pada gue harus kehabisan bensin dan mempergunakan merek lain yang mengakibatkan tercampurnya 2 produk bensin yang berbeda di motor gue serta kemungkinan dampak negatif lainnya pada mesin thundie.

 

Kalo emang dari segi kualitas maupun kuantitas, ternyata Pertamina masih lebih unggul dibandingkan dengan produk baru yang kontinuitasnya masih diragukan... Buat apa kita coba-coba dengan mesin kendaraan kita??

 

Akhir kata, hal ini tentunya kembali pada subyektivitas dari masing-masing individu.. tokh setiap orang bebas menentukan pilihannya masing-masing.. ^_^

 

Best Regards,

 

 

あなたがある自由

Widi Nugroho ( Nugie )

Jl. Daan Mogot Km 11 Gd B Lt 2

Jakarta Barat


Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.



==================================
Scanned by Indosat TM-IMSS System

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
これは、お客様が次の Google グループに申し込まれたことを確認するメッセー
ジです。 Google Groups "InBike Community" group.
 To post to this group, send email to [email protected]
 このグループから退会するには、次へメールをお送りください。 [EMAIL PROTECTED]
 For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/Inbike
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
=================================
Scanned by Indosat TM-IMSS System

Kirim email ke