|
Dear Brothers InBike, Sekedar saran dan usulan
mungkin ini bisa dijadikan agenda BakSos berikutnya? Terima kasih... Salam, From: Assalamualaikum... Dear all.. Berikut ode di negeri
yang bergunung emas dan berlautan minyak, saya kutip dari KOMPAS hari ini... [55.13] Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu
dustakan? Mohon maaf jika kurang
berkenan Ribuan buruh panggul bongkar muat kayu di Pelabuhan Sunda
Kelapa mengalami kelaparan sejak empat bulan lalu. Selama kurun waktu itu, hampir tak ada kegiatan bongkar muat
kayu di pelabuhan yang berdiri sejak 1527 ini. Tragisnya, kelaparan ini
menyebabkan dua orang buruh lepas meninggal dunia. Sengkala dan Wargono, nama
dua buruh lepas yang meninggal dunia tersebut. Mereka ditemukan telah
terbujur kaku oleh sesama buruh pelabuhan di emperan pelabuhan. Wargono
ditemukan meninggal dunia pada Januari lalu, sementara Sengkala meninggal
satu bulan kemudian. Menurut, Aminudin, rekan korban sesama buruh, sebelum
meninggal kedua buruh ini sakit karena kurangnya asupan makanan ke
tubuh mereka. Karena tak punya uang untuk berobat, mereka hanya bisa
pasrah ketika sakitnya semakin parah. Statusnya sebagai buruh menyebabkan
mereka juga tidak mendapatkan bantuan pengobatan seperti buruh tetap di
pelabuhan itu. "Jangankan untuk bantu mereka berobat, untuk makan saja
kami pun kesulitan," ujar Aminudin (56) saat ditemui Warta Kota, Rabu
(26/4) di Pelabuhan Sunda Kelapa. Selama empat bulan terakhir
ini, katanya, tidak ada sama sekali kapal kayu yang datang. Akibatnya, banyak
buruh yang kelaparan dan terpaksa pulang kampung. Bagi yang tidak punya uang
untuk pulang kampung terpaksa bertahan di pelabuhan sambil berharap ada kapal
kayu yang sandar. Aminudin, asal
Semarang, Jawa Tengah, ini mengatakan, sebagian besar para buruh mencoba
bertahan, hidup dengan menjadi pemulung. "Kalau malam kami nyari
botol di sekitar pelabuhan. Saya sendiri biasanya nyari barang bekas di daerah
Kota," tandasnya. Pada siang hari, mereka
akan menghabiskan waktu di pelabuhan tanpa kegiatan berarti. Mereka hanya
menunggu dan berharap ada kapal kayu yang datang. Penghasilan sebagai pemulung
tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dia mengaku harus menghidupi
enam orang anak dan satu istri. "Saya terkadang bisa tidak makan selama
dua hari, uang yang saya dapat
semuanya saya berikan pada istri untuk kebutuhan makan anak-anak. Saya sendiri
gak apa-apa kalau enggak makan," ujarnya sambil meneteskan air mata. Siapa
yang tak sedih, katanya, setiap kali pulang, anaknya merengek bilang
lapar... lapar. "Terkadang anak-anak saya hanya makan nasi jagung,"
ujar pria yang mengontrak rumah di daerah Kaliriung, Pasar Ikan, ini. Aminudin menceritakan,
anaknya yang paling besar terpaksa putus sekolah setelah tamat SMP karena tak
ada biaya untuk melanjutkan sekolah. Anak sulungnya itu kini jadi pemulung
untuk membantu keuangan keluarga. Selasa (25/4) ada sebuah kapal kayu yang
datang dari Riau. Ratusan buruh pun bisa bekerja kembali. Dengan upah Rp
50.000, mereka cukup tenang. Selama dua hari ke depan paling tidak mereka
masih bisa makan. Di pelabuhan ini ada
sekitar 6.000 orang buruh yang sebagian besar mendapat uang dari upah bongkar
muat kayu. Akibat sepinya pasokan kayu di pelabuhan ini, ratusan sopir, kernet,
dan kuli susun kayu di truk-truk pengangkut pun kelimpungan.
"Sekarang saya lebih sering mungut sampah karena nggak ada mobil yang
angkut kayu," ujar Fana, kuli truk. (M2) http://www.kompas.com/metro/news/0604/27/082104.htm Gedung C. Lantai 2 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (INBIKE) ----------------------------------------------------------------------------------------------- hapus reply email yang tidak berguna untuk efisiensi email ----------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED] Untuk mengirim ke milis email ke [email protected] http://www.inbike.org http://inbike-2006.fotopic.net http://inbike.multiply.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
|

