*Jangan Terlena Pakai "Matik" **
**Sumber: *Kompas

Mengemudi di jalanan Ibu Kota yang kian macet paling enak menggunakan mobil
berpersneling otomatis. Kaki tidak harus pegal menginjak pedal kopling.
Namun, sebagian orang malah takut atau justru terlena memakai mobil
otomatis.

Hampir setiap mobil keluaran baru selalu menawarkan dua pilihan persneling
atau transmisi, yakni manual dan otomatis (automatic transmission sering
disingkat matic atau matik). Dengan transmisi manual, pengemudi harus
menginjak pedal kopling sebelum memindah gigi persneling. Sementara dengan
transmisi matik, mereka hanya menginjak pedal gas dan gigi persneling
berpindah secara otomatis.

Sebagian orang enggan membeli mobil matik karena takut mitos perawatan mahal
dan jika rusak tak banyak bengkel yang bisa memperbaiki.

"Pendapat ini tak salah karena faktanya di Indonesia belum banyak yang bisa
memperbaiki transmisi matik," ujar Ricky Ricardo Dipl. Ing, pemilik bengkel
spesialis transmisi otomatis Ricardo Matic di Cikokol, Tangerang.

Namun, mitos itu baru benar bila persneling matik dibiarkan rusak karena tak
tahu cara merawat.

"Perawatan mobil matik justru bisa lebih murah daripada manual kalau
dilakukan dengan benar. Pada mobil manual, kopling set persneling rata-rata
harus ganti setiap dua tahun. Sedangkan mobil matik umurnya bisa lebih
limatahun, bergantung pada pemakaian," kata Tunjung Pangajom, Asisten
Manajer
Parts and Service PT Mazda Motor Indonesia, agen tunggal merek Mazda di
Indonesia.

*Terlena *

Sebaliknya, orang yang sudah merasakan kenyamanan mobil matik biasanya
terlena. Apalagi dengan iming-iming bahasa pemasaran tentang transmisi
otomatis "bebas perawatan" atau "berumur seumur hidup", pemakai mobil matik
bisa enggan merawat persneling mobil.

"Setiap benda buatan manusia pasti ada umur pakainya. Sebagus apa pun
transmisi matik kalau dipakai terus-menerus pasti aus, apalagi kalau
pemakaiannya tak benar," ujar Ricky. Salah satu perawatan mendasar yang
jarang diperhatikan adalah penggantian oli secara rutin.

Padahal, oli transmisi otomatis (automatic transmission fluid/ATF) adalah
komponen vital dalam sistem transmisi matik. Selain berfungsi sebagai
pelumas, oli juga berperan sebagai penerus daya gerak mesin.

Dosen Jurusan D3 Otomotif Institut Teknologi Indonesia, Serpong, itu
menambahkan, sekitar 85 persen kerusakan persneling matik yang masuk
bengkelnya karena kelalaian mengganti oli.

"Sepuluh persen sisanya karena faktor usia dan lima persen sebab kesalahan
pemakaian," ujarnya.

Salah satu kesalahan fatal pengguna mobil matik adalah termakan bahasa
iklan, transmisi otomatis tak perlu ganti oli "seumur hidup" (lifetime).

"Iklan itu tak salah. Namun yang perlu dicermati adalah arti kalimat 'seumur
hidup'. Ini bukan berarti 'umur hidup' pemakainya, tetapi 'umur hidup'
mobil," kata Ricky.

Bila mobil dirancang memiliki 'umur hidup' enam tahun, oli transmisi
matik--bahkan transmisinya sendiri--didesain untuk bertahan selama enam tahun.


"Kalau mau berusia lebih panjang dari lifetime itu, ya harus dirawat rutin,"
tandasnya.

Tunjung menambahkan, salah kaprah pemahaman lain adalah menganggap transmisi
otomatis tak dilengkapi kopling dan kanvas kopling lagi.

"Padahal, di transmisi matik jumlah kanvas koplingnya justru lebih banyak
dibandingkan dengan transmisi manual," ujarnya.

Kanvas-kanvas kopling ini akan saling bergesekan pada saat persneling
bekerja menggerakkan mobil. Dari gesekan tersebut, timbul serpihan serbuk
halus. Makin tua umur oli, makin berkurang kekentalan dan viskositasnya.
Gesekan antarkanvas kopling makin keras dan makin banyak serpihan yang
dihasilkan.

"Lama-lama serbuk itu menyumbat filter oli sehingga oli tak bersirkulasi
sempurna dan kanvas kopling saling bergesekan langsung tanpa dilumasi oli,"
tutur Ricky.

Tanda-tanda mulai terjadi kerusakan transmisi matik adalah gejala kopling
selip, yang terlihat dari tak berimbangnya putaran mesin dengan laju mobil.
Mesin sudah meraung di putaran tinggi, tetapi mobil tak berjalan dengan laju
seimbang.

Perpindahan gigi persneling juga mengentak, tak halus seperti biasa. "Bisa
dicek dengan memasukkan persneling ke posisi D atau R, lalu rem dilepas.
Dalam kondisi sehat, mobil langsung bergerak. Bila tidak, patut dicurigai
ada masalah di transmisi matik," katanya.

Sedangkan Tunjung menganjurkan pemeriksaan kondisi oli transmisi otomatis
secara rutin, juga pada mobil baru. "Bila volume oli berkurang atau oli bau
gosong, segera bawa mobil ke bengkel," ujarnya.

*Rutin *

Pemeriksaan kondisi dan volume oli mobil bisa dilakukan dengan melihat
tongkat pengukur (dipstick) yang terletak di ruang mesin di atas bak
persneling (gearbox). Pada beberapa tipe mobil lain, terutama buatan Eropa
seperti Audi, pemeriksaan dilakukan lewat lubang di bawah gearbox. Untuk
itu, mobil harus diangkat hingga ketinggian tertentu sehingga orang bisa
masuk kolong mobil.

Ricky menganjurkan setiap pemilik mobil matik mengganti oli transmisi setiap
5.000 kilometer (km), bersamaan dengan penggantian oli mesin. Lalu, setiap
20.000 km dianjurkan oli dikuras dan diganti baru, diikuti penggantian
filter oli transmisi.

"Tujuannya, mengeluarkan serpihan-serpihan itu," ujar Ricky yang juga
membuka Sekolah Transmisi Otomatis bagi mekanik, pemilik bengkel, dan guru
otomotif ini.

Biaya ganti dan kuras oli matik relatif lebih mahal dibandingkan dengan
manual. Pada mobil manual, setiap penggantian oli persneling rata-rata
membutuhkan biaya Rp 90.000, sedangkan matik mencapai Rp 150.000-Rp 200.000.
Untuk pengurasan bisa sampai Rp 500.000.

Mungkin harga itu sebanding dengan kenyamanan mengemudi mobil matik di jalan
macet. Lebih baik Anda mengeluarkan uang untuk perawatan rutin daripada
merogoh dompet hingga jutaan rupiah guna perbaikan transmisi matik yang
rusak.

"Biaya overhaul transmisi matik rata-rata Rp 3-5 juta. Itu baru ongkos jasa,
belum termasuk penggantian onderdil yang jauh lebih besar. Untuk mobil
Eropa, penggantian gearbox matik bisa mencapai Rp 60 juta," paparnya. *(DAHONO
FITRIANTO) *

-- 
salam

ozi
anti kekerasan cinta kekenyalan

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke