*Tiger, Alternatif Windows dan Linux *

 Oleh: René L Pattiradjawane

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0508/01/tekno/1914064.htm

PILIHAN sistem operasi komputer beserta tampilan dan fitur yang ada di 
dalamnya sebenarnya tidak menjadi persoalan bagi pengguna awam, karena 
menjalankan dan menggunakan sebuah komputer adalah kebiasaan. Dan berbagai 
perangkat teknologi komunikasi informasi akan menjadi sangat populer bila 
penggunaan perangkat keras dan lunak mudah digunakan, bersahabat, dan yang 
juga menjadi pertimbangan adalah harganya yang terjangkau.

Namun, di sisi lain, banyak di antara kita yang cenderung khawatir untuk 
mencoba segala sesuatu yang baru dalam teknologi komunikasi informasi. 
Kekhawatiran ini sering diartikan oleh kawula muda sebagai gagap teknologi 
yang populer disebut sebagai "gaptek."

Ini juga yang antara lain menyebabkan kenapa IGOS (Indonesia Goes Open 
Sources) sulit untuk diterima sebagai sebuah kenyataan, dan menjadi 
alternatif untuk menggunakan sistem operasi komputer nonbajakan. Mereka yang 
berusia di atas 30-35 tahun (kecuali yang hobi mengutak-atik teknologi), 
condong untuk menggunakan sistem operasi Windows buatan Microsoft ketimbang 
menggunakan sistem operasi lain non-Windows.

Memang ada beberapa alasan. Salah satunya adalah persepsi, sistem operasi 
Windows "seolah-olah lahir" bersama kita menjadi bagian kehidupan yang tidak 
terpisahkan. Popularitas Microsoft dengan penguasaan pangsa pasar Windows 
yang meluas di seluruh dunia, kita mungkin sudah tidak ingat lagi kapan 
sebenarnya Microsoft Windows ada di tengah-tengah kita.

Alasan lain kalau melihat kebutuhan korporasi, berbagai perusahaan yang 
mengandalkan komputer sebagai alat bantu kerja, condong memilih Microsoft 
Windows karena pertimbangan layanan purna jual serta dukungan teknis yang 
tidak dimiliki sistem operasi lain. Artinya, sistem operasi Windows "bisa" 
menjadi sebuah solusi murah karena pengguna korporasi tidak dipusingkan 
dengan masalah-masalah teknis dan dukungan.

*Salah persepsi*

Kenyataan ini juga menyimpulkan kalau solusi open sources penggunaan sistem 
operasi Linux yang sekarang menjadi pergunjingan terkait kampanye IGOS, 
belum tentu menarik dan menjadi solusi murah. Alasannya sederhana saja, 
sulit sekali mencari dukungan sistem operasi Linux yang memiliki banyak 
distro.

Padahal, di luar Microsoft Windows dan sistem operasi Linux, ada pilihan 
sistem operasi Mac OS yang memperkenalkan sistem terbaru yang disebut Tiger 
(sebelumnya bernama Panther, lihat Kompas 3/11/2003) yang digunakan komputer 
buatan Apple. Dibanding sistem operasi komputer yang ada sekarang, Panther 
(yang disebut sebagai Mac OS 10.4) selain sangat andal dari berbagai kerawan 
komputer seperti virus dan spam, juga menjadi solusi murah yang menarik.

Selama ini memang ada salah persepsi kalau komputer buatan Apple tidak 
bersahabat, mahal, dan hanya digunakan khusus keperluan editing film atau 
video. Tidak ada yang salah dengan persepsi ini, karena memang kesan ini 
yang dimunculkan oleh Apple Computers sendiri yang pada awalnya menjadi 
komputer pribadi paling laku dengan seri Apple II sebelum kehadiran komputer 
yang dikenal IBM PC.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Apple sendiri menghasilkan beberapa 
produk yang sebenarnya bertolak belakang dengan persepsi tersebut. Perangkat 
lunak yang dihasilkan untuk digunakan pada komputer Apple semakin banyak dan 
semakin mudah untuk digunakan.

Perangkat lunak yang dihasilkan pun menjadi lebih murah, dan gadget seperti 
iPod mengukir sejarahnya sendiri dengan penjualan jutaan unit. Bahkan, 
beberapa komputer Apple seperti Mac Mini harganya sangat terjangkau lebih 
murah dari kebanyakan komputer bermerek, apalagi komputer notebook iBook 
yang dijual di bawah Rp 10 juta.

*Mudah dan bersahabat*

Sistem operasi Tiger Mac OS 10.4 buatan Apple bisa menjadi alternatif 
menarik di luar Windows dan Linux. Harganya pun terjangkau, penggunaan Tiger 
untuk 5 lisensi bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp 1,5 juta.

Dan dibanding dengan Windows maupun Linux, Mac OS 10.4 sangat bersahabat, 
mudah digunakan, dan fitur yang sangat beragam. Salah satunya adalah 
Spotlight dan Dashboard Widget.

Spotlight adalah fitur aplikasi pencari canggih, berkemampuan untuk mencari 
apa saja, mulai dari file, folder, e-mail, dan berbagai macam file komputer 
secara cepat. Hasil pencarian secara apik ditampilkan sesuai kategori.

Bahkan, selain kecepatan mencari Spotlight juga memiliki kemampuan untuk 
mencari secara mendalam, di luar kriteria umum (nama, jenis, atau kata) 
dengan memperluas parameter (seperti audio bit-rate, warna, atau jenis 
enkripsi) yang tidak bisa dilakukan sistem operasi lain.

Sedangkan Dashboard Widget, merupakan ciptaan orisinal Apple Computers. 
Dashboard Widget adalah aplikasi mini aggregasi informasi seperti 
perkembangan bursa, cuaca, jadwal penerbangan, kamus, berita, dan lainnya.

Masih banyak fitur menarik dalam Mac OS 10.4 ini. Yang belum terbiasa dengan 
sistem operasi ini pasti akan menyukai fitur-fitur yang ramah, mudah 
digunakan, dan termasuk murah kalau menggunakan komputer Apple lebih dari 
satu. Di luar Windows dan Linux, ada sistem operasi alternatif yang menarik.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h1h0ukv/M=362335.6886445.7839731.1510227/D=groups/S=1705006580:TM/Y=YAHOO/EXP=1122973519/A=2894361/R=0/SIG=13jmebhbo/*http://www.networkforgood.org/topics/education/digitaldivide/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>In
 low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help 
bridge the Digital Divide!</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Indo-Linux/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke