bung saya merasa seakan-akan pada saat ini kita tidak bisa berbuat 
bayak dengan kondisi negara ini, tapi apakah kita melacurkan 
idialisme kita dalam ketidakjelasan negara ini ???????
saya buat suatu tulisan tapi nggak bagus amat buat kawan2 kritisi
  
Negara dalam ketidakjelasan

Dilihat dari kebijakan dan aturan-aturan yang dikeluarkan oleh 
institusi-institusi dan lembaga Negara kita selama ini sudah 
layaklah kita katakan bahwa tidak ada lagi keberpihakan negara 
kepada rakyat atau masyarakat kecil hal itu dapat kita lihat dengan 
jelas dari aturan perundan-undangan dan kebijakan-kebijakan  
dikeluarkan negara serta instansi dalam negara yang mana sudah tidak 
ada lagi bericara tentang kepentingan rakyat kecil tapi sudah pada 
kepentingan kaum pemodal dan penguasa atau katalain kaum kapitalisme 
saya istilahkan lagi mengunakan bahasa saya profittisatoris (yang 
saya artikan kaum atau orang yang menilai sesuatu dengan keuntungan 
berebentuk uang dan kekuasaan semanta), dalam hal kebijakan negara 
selalu mengatasnamakan rakyat namun itu semua hanya untuk 
kepentingan politik, dan rakyat hanya sebagai alat untuk meraih 
suara dalam proses pemilu semata dan hal ini sudah sangat tidak 
konsekwen dalam tatanan konsep kenegaraan demokrasi, dimana rakyat 
bukan lagi sebagai lantai dasar penentu kebijakan dalam sebuah 
negara, tetapi rakyat hanya sebagai pelaksana dari sebuah kebijakan 
yang dibuat lembaga dan institusi dinegara.
Kehidupan masyarakat dalam negara ini sudah dalam tatanan yang 
sangat terpuruk oleh aturan-aturan dan kebijakaan negara yang 
tumpang tindih dalam ketidak jelasan, seakan-akan rakyatnya 
dikondisikan menjadi orang-orang bodoh, miskin, tidak berdaya dan 
tidak mengerti akan arah kebijakan negara.
Dalam suatu tatanan konsep sebuah negara demokrasi rakyat menjadi 
suatu tonggak utama berdirinya sebuah negara dan penentuan kebijakan 
tertinggi ditangan rakyat, bukan pada lembaga legeslatif, yudikatif 
dan eksekutif yang diciptakan oleh negara, badan-badan ini hanya 
sebagai alat atau sarana yang diciptakan untuk memfasilitasi rakyat 
dalam membahas kebijakan negara, dan lembaga-lembagai ini juga 
selayaknya hanya sebagai alat bahasa formalitas dalam menghadapi 
birorasi-birokrasi di tubuh sebuah instansi negara, serta lembaga-
lembaga ini juga menjadi sebuah wadah bagi rakyat Untuk menggemakan 
suara mereka.
Dewasa ini bahwasanya lembaga-lembaga ini sudah tidak pernah 
berjalan dalam tatananya lagi, seoleh-olah lembaga hanya digunakan 
sebagai alat untuk meraih suatu kekuasaan kelompok atau golongan, 
dan rakyat selalu dijadikan kambing hitam dalam proses pembersihan 
kesalahan yang dilakukan elit-elit politik dalam lembaga negara ini, 
dan rakyat hanya sebagai pelaksana kebijakan dalam sebuah negara dan 
tidak lebih, sedangkan kedudukan atau keputusan tertinggi ditanggan 
orang-orang yang duduk dilembaga-lembaga ini, yang diutus oleh 
sebuah kepentingan partai atau golongan pemodal.
Partai-partai dalam negara ini sudah menjadi alat pembunuh yang 
sangat ampuh untuk meracuni masyarakat dengan mekanisme propaganda 
politik RAS dan politik deskriminatif yang notabenenya adalah 
warisan kolonialis, seakan-akan rakyat dikotak-kotak dalam beberapa 
model kotak yang diatur oleh negara dengan mekanismen pembagian 
wilayah, agama, bahasa dan etnisitas.
Sehingga Sekarang dalam pandandangan saya sebagai rakyat dalam 
negara ini, negara dan unsur yang ada didalamnya sudah menjadi 
monster yang sangat besar menakutkan, dan seakan-akan tidak bisa 
dihancuran, tapi padahal sesunguhnya itulah cara negara ini 
menghegemoni rakyatnya dengan mengunakan kekuatan politik propaganda 
dan militernya agar rakyat percaya bahwa negara adalah yang 
berkuasa, dan rakyat segaja dibungkam agar tidak berbicara tentang 
perjuangan perubahan dengan mekanisme dan cara apapun.
Situasi ini sengaja dilakukan oleh negara agar rakyat menjadi bodoh 
sehinga tidak ada lagi menetang negara yang sudah terbentuk semasa 
jaman orde baru sampai 1998 (dengan ditandai jatuhnya soeharto) dan 
malah tampa disadari sampai sekarang kondisi itu masih berjalan 
walau dalam cara yang lebih halus, Hal ini saya anggap sebagai 
peroses pembukaman masal yang dilakukan secara sengaja oleh negara 
dengan mengunaan alat militernya, media, dan politik propaganda RAS .
Konflik-konflik antar kelompok-kelompok masyarakat dalam negara ini 
seakan-akan segaja diciftaan semacam proses adu domba agar terdapat 
kelas-kelas dalam masyarat demi kepentingan politik golongan 
tertentu dalam negara, sehingga rakyat pada saat ini segaja 
dikondisikan dan dininabobokan agar menjadi malas dan takut 
berbicara tentang kebijakan yang tidak adil dikeluarkan negara serta 
kloni-kloninya, ahirnya mereka terpaksa harus mengangap negara saat 
ini adalah yang baik, negara saat ini adalah yang hebat, dan negara 
saat ini adalah benar.
Dalam hal seperti ini apakah negara menjadikan dirinya tuhan yang 
berkuasa menetukan baik buruk nasib anak bangsa dengan kekuatannya, 
dan apakah hanya institusi-institusi yang tergabung dalam lembaga 
negara ini yang selayaknya berbicara tentang kebenaran dalam 
kebijakan.
Saya merasa pada saat ini negara kita sudah diambang titik 
kehancuran dimana negara sudah tidak melihat rakyat adalah sebagai 
tongak utama kekuatan sebuah negara dan bangsa, kini negara sudah 
menjadikan orang dinegara ini orang-orang instan dan orang-orang 
opurtunis, apakah seperti ini negara yang kita harapkan dan kita 
inginkan.



--- In [email protected], Mira Wijaya Kusuma 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Catatan laluta:
>    
>   GESTAPU 1965 mengakibatkan gejolak politik yang melahirkan 
legitimasi kekuasaan Orde Baru dibawah pimpinan Soeharto. Dengan 
begitu Peristiwa Berdarah 1965/66 menjadi awal misteri lembaran 
hitam dalam sejarah PERJUANGAN BANGSA Indonesia.
>    
>   Informasi Sejarah Tragedi NKRI 1965/66 sampai saát ini nyaris 
sepenuhnya di monopoli oleh penguasa Orde Baru. Banyak fakta 
kenyataan informasi sengaja digelapkan, banyak informasi yang 
berkembang simpang siur, penjelasan atau interpretasi diseragamkan, 
tunggal dan bersifat sepihak, bahkan terkesan adanya kecenderungan 
untuk menyelewengkan Fakta Sejarah Kebenaran.  Namun perlawanan demi 
Kebenaran Tragedi NKRI 1965/66 tak kunjung padam...
>   Bersama ini ku forwardkan Ekspresi Diri dalam Refleksi karya 
puisi dari penyair Nurdiana berjudul " HIKMAH SEJARAH". 
>    
>   La Luta Continua! 
>    
>   ***
>    
>   From: "Dian Su" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: HIKMAH SEJARAH
> Date: Sat, 25 Feb 2006 17:11:59 +0800
> 
>    
>   Nurdiana:
>    
>   HIKMAH SEJARAH
>    
>   Bima Sakti menjadi saksi:
>   Betapa perkasa prahara
>   Melanda Nusantara
>   Dari abad ke abad.
>    
>   Tak putus-putus 
>   Umat berlawan
>   Meremukkan belenggu penindasan
>   Berguguran para pahlawan.
>    
>   Saksi abadi:
>   Digul, Nusa Kambangan, Pulau Buru,
>   Dan ribuan
>   Penjara serta tahanan.
>    
>   Diponegoro, Teuku Umar,
>   Si Singamangaradja,
>   ¡&shy;.. sampai Si Patai,
>   Egom, Dirdja dan Hasan,
>   Sederetan Pahlawan
>   Ukiran emas sejarah bangsa.
>    
>   Dan pahlawan tak bernama
>   Berguguran 
>   dalam siksaan dan pembantaian 
>   menegakkan ORBA.
>    
>   Lebih garang ketimbang Nero membakar Roma,
>   Lebih dahsyat dari bom atom menimpa Hiroshima,
>   Bergelimpangan umat tak berdosa,
>   Dibantai demi menegakkan ORBA.
>    
>   Sepertiga abad ORBA kuasa,
>   Terbina hidup jahiliyah,
>   Pembodohan merajalela,
>   Sejarah dikebiri seenak perut:
>   Bung Karno menyelewengkan Pancasila,
>   Bung Karno menggulingkan dirinya sendiri,
>   Awas bahaya laten !!!
>   Dan seribu dongeng dikhotbahkan.
>    
>   Kini lah menganga
>   Mulut-mulut yang lama dirajut
>   Memuntahkan 
>   empedu gugatan.
>    
>   Sejarahwan gadungan kian telanjang,
>   Sejarahwan patriotik bermunculan,
>   Pandangan ilmiah kian berjaya,
>   Sejarah bukanlah fitnah,
>   Sejarah adalah hikmah,
>   Untuk berkaca,
>   Mencegah yang bathil,
>   Menegakkan kebenaran !!!
>    
>   25-2-2006.
>   
> 
> 
> 
> 
> Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: 
http://www.progind.net/   
> http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Yahoo! Mail
> Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze.
>








Hancurkan Kapitalisme,Imperialisme,Neo-Liberalisme, Bangun Sosialisme !
******Ajak lainnya bergabung ! Kirimkan e-mail kosong (isi to...saja)ke:
        [EMAIL PROTECTED] (langganan)
        [EMAIL PROTECTED] (keluar)
Site: http://come.to/indomarxist
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke