Tantangan Politik Partai Baru
Menjelang hajatan politik 2009 ini publik kembali mendengar parta-partai baru
yang dideklarasikan atau diperkenalkan kepada publik.Fenomena ini adalah hal
yang biasa terjadi menjelang momentum-momentum PEMILU. Salah satunya adalah
Komite Persiapan Partai Persatuan Pembebasan Nasional (KP-Papernas). Di lampung
partai ini baru saja melakukan launching kepengurusanya.
Ada beberapa hal menarik dari Komite Persiapan Partai Persatuan Pembebasan
Nasional (KP-Papernas). Partai yang merupakan fusi dari beberapa organisasi
massa dan partai politik. Tercantum nama Partai Rakyat Demokratik (PRD) sebagai
salah satu inisiator pembentukan partai baru tersebut. Papernas memandang
metode intervensi terhadap pemilu haruslah dilakukan dan bentuk kongkritnya
adalah terlibat sebagai kontestan PEMILU itu sendiri. Sebenarnya ini bukanlah
hal yang baru karena sebelumnya pada PEMILU 1999 PRD juga memakai taktik ini
dan untuk menghadapi PEMILU 2004 PRD lewat POPOR juga kembali mencoba
menggunakan taktik ini untuk mengembangkan dan meluaskan pengaruh politik
alternatif dalam berbagai lapangan perjuangan. Hasilnya pada PEMILU 1999 PRD
hanya memperoleh 1 kursi di Yogyakarta sementara POPOR tidak berhasil lolos
verifikasi Depkeh&Ham .
Papernas kali ini mengusung 3 program utama yang dikenalkan dengan nama Tri
Panji Persatuan Nasional. Program yang berisi Penghapuskan Hutang Luar Negeri,
Nasionalisasi erusahaan tambang dan Pembangunan pabrik (industri) nasional demi
kesejahteraan rakyat. Program ini dinyatakan Papernas sebagai partai alternatif
bagi Indonesia untuk segera keluar dari krisis. Sayangnya penulis belum
mendapatkan argumentasi yang cukup gamblang baik secara teoritis maupun praksis
dari program ini.
Partai Alternatif
Fenomena pembentukan partai alternatif tidak bisa dilepas kandari trend
gerakan sosial yang tengah berkembang di Amerika Latin dimana kelompok-kelompok
demokratik banyak mendapatkan kemenangan. Demokrasi Partisipatoris begitulah
kira-kira slogan yang sedang menjadi semangat baru rakyat Amerika Latin. Dunia
saat ini melihat bermunculannya para pemimpin-pemimpin baru dari benua Amerika
Latin yang progresif. Harus diakui ini adalah sebuah fenomena yang menarik.
Beberapa dari mereka seperti Hugo Chavez dari Venezuela dan Ignacio Lula dari
Brazil. Dalam daftar terbaru, yang muncul adalah Nestor Kirschner dari
Argentina, Ricaedo Lagos dan Michelle Bachelet dari Chile, dan terakhir adalah
Evo Morales dari Bolivia saat ini memegang kekuasaan.
Di Indonesia, delapan tahun proses transisi demokrasi berjalan fragmentasi di
dalam maupun di antara berbagai gerakan demokratik sudah merupakan kenyataan
yang tak bisa dielakkan. Ditengah situasi inilah muncul gagasan mulia untuk
mempersatukan riak-riak yang bertebaran tersebut. Sayangnya yang belum
terjawab sampai saat ini apakah gagasan tersebut berangkat dari fantasi atau
niat mulia semata ataukah memang didukung oleh kekuatan subyektif yang mumpuni
sehingga ide besar yang hendak digagas kelak tidak lagi berangkat dari
kesepakatan diatas kertas para pemimpin kelompok semata.
Belakangan ini usaha mempersatukan elemen-elemen rakyat menjadi diskursus
dikalangan aktifis-aktifis, elemen massa demokratik. Papernas merupakan salah
satu partai yang lahir dari perdebatan teoritik dan prakek yang berkembang.
Papernas menganggap lahirnya alat dan bentuk-bentuk perjuangan yang lebih maju,
dan lahirnya alat perjuangan alternatif, adalah kehendak kongkrit dari
perjuangan rakyat. Masih menurut Papernas Hingga kini kaum pergerakan belum
mampu menyediakan dan menjawab tentang alat perjuangan alternatif ini.
Kebuntuan politik liberal yang tidak mampu menyelesaikan persoalan pokok
masyarakat kita sekarang ini memang harus segera dihentikan dengan jalan
politik demokratik-kerakyatan dalam segala lapangan politik, baik itu
parlementer ataupun non-parlementer. (Dok.Papernas).
Klaim partai alternatif yang dicetuskan Papernas memang perlu dipelajari
secara serius. Karena terminologi alternatif yang dipaparkan Papernas
mengandung ambiguitas baik secara makna maupun secaara filosofi. Apakah
alternatif yang dimaksud dlaah alat perjuangan alternative bagi rakyat untuk
keluar dari krisis yang tidak lagi mempercayai mekanisme konstitusional yang
ada ataukah alternatif dalam arti wadah baru dalam arena yang lama. Jika
pilihannya adalah alternatif yang pertama maka itu menegaskan keteguhan sikap
Papernas sendiri sebagai partai alternatif dalam perjuangannya. Namun jika yang
dimaksud dengan alternative dalam pengertian yang kedua maka Papernas tidak
lebih hanya akan menambah deretan partai-partai yang telah ada sebelumnya yang
berorientasi pada PEMILU. Hal inilah yang tentunya perlu dijelaskan sejak
awal sebagai landasan filosofis tentang pembentukan sebuah partai politik
sejati. Karena satu hal yang pasti dalam perspektif alternative adalah
mengembangkan suatu usaha baru diluar usaha-usaha yang pernah ada secara
konsisten. Sehingga secara filosofis dapat diartikan adanya kesesuaian antara
bentuk dengan isi.
Tantangan Formil
Dari Dokumen-dokumen yang telah dihasilkan, Papernas lebih banyak membahas
tentang bagaimana mempersiapkan sebuah partai electoral atau dengan bahasa lain
partai yang akan mengikuti PEMILU 2009. Belajar dari pengalaman terdahulu jelas
ini membutuhkan suatu kerja keras. Tantangan pertama yang harus dilewati
Papernas adalah memenuhi syarat formal yang ditetapkan oleh DEPKEHHAM dan KPU,
yaitu 50% +1 (lima puluh persen plus satu) dari total Propinsi dan 50% +1 (lima
puluh persen plus satu) Kota/Kabupaten yang berada pada satu propinsi dan 1/4
(seperempat) Kecamatan dari setiap kota/kabupaten. Ini pun masih harus ditambah
dengan seribu (1000) atau seperseribu (1/1000) kartu tanda anggota (KTA) sesuai
dengan KTP di setiap kota/kabupaten sebagai syarat lolos verifikasi KPU yang
dilengkapi dengan sekretariat/kantor beserta perlengkapan kantornya
(Komputer/Mesin Tik dan alat komunikasi) di seluruh teritorinya.
Jika dihitung secara matematis Papernas sebagai partai baru harus
mempersiapkan seluruh syarat-syarat administratif tersebut dalam kurun waktu
kurang lebih satu tahun ke depan (diperkiraan pada bulan Juni 2007 data peserta
pemilu 2009 harus sudah masuk ke DEPKEHHAM). Sebuah kerja keras yang harus
dilakukan oleh sebuah partai baru meskipun beberapa organisasi di dalamnya
telah memiliki pengalaman dalam urusan PEMILU.
Tantangan Materiil
Hal lain yang tak kalah pentingnya selain mempersiapkan syarat-syarat
administratif adalah bagaimana partai mendekatkan pemahaman tentang
program-program perjuangan partai agar dekat dengan kesadaran rakyat adalah
tantangan nyata yang harus dilakoni oleh seluruh partai elektoral. Sebuah upaya
untuk memudahkan penerimaan dan peningkatan kesadaran tentang progrm-program
partai, dan sekaligus memudahkan pengertian dan penjelasan tentang
prinsip-prinsip perjuangan secara umum.Seringkali yang terjadi adalah partai
mengumbar janji-janji kosong yang membius massanya atau partai merumuskan
program yang baik tapi tidak dipahami oleh rakyat.
Tantangan ini adalah hal mutlak yang harus dihadapi seluruh partai yang
berniat menjadi kontestan dalam PEMILU 2009 yang akan datang tak terkecuali
bagi Papernas. Upaya mempersatukan elemen-elemen demokratik sebagai latar
belakang pendirian Papernas adalah hal mutlak yang mesti dilakukan jika memang
serius untuk terlibat pada PEMILU 2009 yang akan datang. Jika tidak maka
harapan tersebut dipastikan akan berakhir sebelum bertanding.
Bagaimanapun penghargaan terhadap suatu ikhtiar baru membangun Partai
Alternatif yang dilakukan oleh sebagian kecil elemen demokratik patut
mendapatkan apresiasi positif . Akhirnya mampukah KP Papernas menjawab
tantangan politik untuk menjadi salah satu kontestan pada PEMILU 2009 yang akan
datang?.
Yang perlu menjadi catatan adalah terkadang ide besar yang dibangun
seringkali dimaknai hanya sekedar ikut trend, enak tidak enak, tanpa prinsip
dan yang paling celaka adalah berdiri diruang hampa. Keinginan dan ambisi besar
para pimpinan seringkali tidak berbanding lurus dengan keinginan dan
kesanggupan massa yang dipimpinnya. Terakhir,Salam hormat atas usaha baru yang
sedang dikembangkan tersebut.
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel
bargains.
[Non-text portions of this message have been removed]
Bersatu Rebut Kekuasaan: Hancurkan Kapitalisme, Imperialisme, Neo-Liberalisme,
Bangun Sosialisme!
Situs Web: http://come.to/indomarxist
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/