Pementasan Teater
"POLISI"
Karya: slawomir mrozek
Sutradara: bob
pemain: yuliearadhya, andi suwandi, lizzie, gantino, aldi
penata lampu: yeyenk & sanny | artistik: ari pohang & HARRY
penata kostum & make-up: echa
Tempat:
ultimus
jl. Lengkong besar 127 bandung
Waktu:
13 & 14 april 2007
pukul 19.30 wib
SEKILAS TENTANG KARYA
Naskah POLISI merupakan karya Slawomir Mrozek, seorang pengarang asal Polandia.
Ia banyak mengarang cerita pendek, dan cerita-cerita satir, dilahirkan di tahun
1930. Karya-karyanya menyajikan situasi yang paling sederhana, mempertemukan
perilaku manusia melalui sebuah perencanaan. Ia membongkar mereka di dalam
bentuk komikal dan keabsurdan. Drama-drama Slawomir Mrozek digolongkan sebagai
Teater Absurd. Debutnya di tahun 1958 adalah drama yang berjudul POLICJA /
POLISI. Ia memperoleh ketenaran dunia di tahun 1964 dengan pementasan
TANGO.Beberapa naskah karya Slawomir Mrozek antara lain adalah:
- POLICJA / THE POLICE, 1958
- INDYK / THE TURKEY, 1960
- NA PELNYM MORZU / AT SEA, 1961
- KAROL / CHARLIE, 1961
- TANGO, 1964
- EMIGRANCI / THE ÉMIGRÉS, 1974
- MILOSC NA KRYMIE / LOVE IN THE CRIMEA, 1993
- WIELEBNI / THE REVERENDS, 2000
- PIEKNY WIDOK / A BEAUTIFUL SIGHT, 2000
Secara umum, naskah polisi bercerita tentang degenerasi aparat kepolisian; di
mana kedudukan seorang polisi menjadi subjek-oposisionis. Intinya adalah,
keadaan yang tidak hanya memperjelas batas antara hubungan tuan dan pelayan,
tetapi juga memperlihatkan keadaan bahwa perubahan hubungan ini dapat
memusingkan. Kecintaan seorang tahanan kepada negaranya dipandang berbeda oleh
kepala polisi. Begitu pula seorang kepala polisi, kecintaannya kepada negara
membuat ia melakukan tindakan yang dianggapnya dapat menyelamatkan lembaganya.
Kecintaan seorang sersan terhadap kepolisian, ternyata dapat membuat tekanan
pada batinnya. Kecintaan seorang jenderal pun, dapat membuat ia terlibat intrik
yang hampir saja menewaskan dirinya. Pada akhirnya, kita menemui akhir yang
absurd, di mana para tokoh protagonis saling menahan antara satu yang lainnya,
merasa dirinya lebih berhak dan lebih benar daripada yang lainnya.Begitulah,
kecintaan masing-masing individu terhadap negaranya dapat
membuat individu lainnya memiliki persespsi yang berbeda-beda sehingga dapat
melahirkan konflik, meskipun pada dasarnya mereka (individu-individu) itu
memiliki cita-cita yang sama kepada negaranya, yaitu: kebaikan.
Kerabat pentas
Robbie r. nugraha / bob
(sutradara)
Yuliearadhya
(kepala polisi)
Dilahirkan di Bandung, 12 Juli 1982. Alumnus UPI kini bekerja sebagai pengajar.
Pernah tergabung dengan LAKON Teater tahun 2001. Beberapa pementasan yang
pernah diikutinya: The Father (August Stindberg, UPI, 2002), Homo Homini Lupus
(Gusjur Mahesa, Bandung-Serang, 2003), Norma (Alun Owen, UPI-UNPAR, 2003),
sutradara Tempat Istirahat (David Campton, UPI, 2004), penata kostum Orang
Asing (Rupert Broke, UPI, 2003), kru Para Bajingan (Peksiminas Jogja, 2002),
Pimpro Norma, O, Amuk Kapak, Yel, Nyanyian Angsa, Muncrat (Sperma UPI, 2003),
Pimpro Teater Kolazet (SOS, 2003), performance art Doa+TTM (CCF, 2002),
performance art Kamu (Dafest, 2002), performance art 1/2 merdeka (Stema, 2003),
performance art No War (Merdeka, 2003), performance art Nikah Di Jalan (Dago,
2003), video art Sawah (Subang, 2004), pameran drawing Awas Racun Lupa II
(Ultimus, 2004).
Dalam hidupnya setia kepada perubahan dan pilihan. Berterima kasih kepada
Tuhan, orang tua, kekasih, kawan-kawan dan segala yang tercipta, yang pernah
dikenal dan mengenal.
Andi suwandi / aan
(tahanan/ajudan)
Lahir di Bandung, 5 Juni 1982. Pernah memainkan naskah Abunawas (Juli 1999),
Masyitoh Abad 21 (Januari 2000), Petang di Taman (Maret 2000), Sunan Sableng
dan Baginda Faroq (November 2000), Kalijuga (Desember 2000), Tarak (Monolog
dalam Fragmen Daun Kota, Desember 2003), Lukisan (Februari 2005), Andorra (Juni
2006). Pernah memainkan performance art berupa action painting (September
2003). Menggelar Teater Malam Mingguan di Dago-Gasibu (Maret 2004).
Menyutradarai beberapa Kabaret (Agustus 2005, November & Desember 2006).
Bagiku, teater adalah kunci untuk mengapresiasikan jiwa dan raga, hidup untuk
teater harus sama dengan teater untuk hidup.
Sekarang, aku seorang buruh pabrik swasta di Bandung. Sesibuk apapun aku
bekerja, aku akan tetap mengatur waktuku untuk teater sepanjang hidupku. Dalam
pementasan sekarang ini, aku mempunyai teman-teman baru dan tantangan baru.
Pokoknya serba baru lah... Kesemuanya itu justru menjadi motivasi agar tampil
sesuai yang diharapkan, walau tak semudah yang dibayangkan. Ya Allah, ...aku
sedang mengalami perubahan batin yang drastis, ini bukan untuk tujuan ideologis
semata, tapi demi tujuan edukatif-introspeksi, dan aku akan terus mengabdi
kepada-Mu, ya Allah...Terima kasih kepada kedua orang tua saya yang telah
memberikan kritik dan sarannya yang positif dalam perjalanan di dunia teater
dan perjalanan hidup saya. Terima kasih juga kepada
rekan-rekan seperjuangan yang selalu setia bekerja sama dalam pementasan ini.
Mudah-mudahan perjuangan berteater ini tidak berhenti sampai di sini. Terus
continue!!
Lizzie
(sersan)
Lahir di Bandung, 21 April 1982. Mahasiswi UPI Jurusan Pendidikan Fisika yang
mulai tersesat di dunia teater sejak bergabung dengan LAKON Teater UPI pada
tahun 2001. Pementasan yang pernah diikutinya antara lain: Orang-orang Kasar
(Anton Chekov, UPI, 2002), Homo Homini Lupus (Gusjur Mahesa, Bandung, 2003),
Norma (Alun Owen, UPI-UNPAR, 2003), kru Para Bajingan (Peksiminas Jogja, 2002),
penata lampu Tempat Istirahat (David Campton), Lewat Tengah Malam (2004),
performance art Doa+TTM (CCF, 2002), performance art Kamu (Dafest,
2002).Berterima kasih kepada Tuhan yang terkasih yang telah menciptakan kopi,
yoghurt,...hehe.., maksudnya terima kasih telah menghadirkan kepada Zie semua
pengalaman ini, semoga melalui ini, Zie dapat lebih memaknai hidup. Terima
kasih terutama juga karena telah menciptakan dan mempertemukan Zie dengan A.D.
Koswara, terutama tentang arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Terima kasih
Tuhan.
Aldi audi halim
(jendral)
Asal mula terjun ke lembah teater, berawal dari rasa ingin tahu tentang teater.
Pengalaman teater abdi mah antara lain: main di Wafatnya Rasul (Arifin C.
Noer), penata musik dramatisasi puisi Indonesia Berkabung, main di Pakaian dan
Kepalsuan (Anton Chekov), menyutradarai berbagai dramatisasi & musikalisasi
puisi.Bersama kawan-kawan terus maju pantang mundur.Ucapan terima kasih kepada
Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW; kepada mamah yang setia menunggu aku pulang
malam; serta kepada teman-teman seperjuangan yang mendukung terlaksananya
pementasan ini.
Gantino
(polisi bawahan/suami)
Yeyeng
(penata lampu)
Sanny
(penata lampu)
Gigi
(artistik)
Echa
(kostum & make-up)
Ucapan terima kasih
Kami, Kerabat Pentas polisi, mengucapkan terima kasih kepada:
1. ULTIMUS
2. Teater AWAL
3. Teater LAKON
4. Semua Pihak yang membantu hingga terlaksananya pementasan ini.
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]
Bersatu Rebut Kekuasaan: Hancurkan Kapitalisme, Imperialisme, Neo-Liberalisme,
Bangun Sosialisme!
Situs Web: http://come.to/indomarxist
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/