"Kami Bangsa Dayak Sudah Cukup dijajah, kini saatnya kami Mardeka"
Ada Banyak penulis terkemuka baik nasional, internasional dan local mendeskripsikan tentang Dayak atau suku dalam tulisanya. Misalnya Dalam Peper berjudul "Dampak Kolonialisasi Agama Resmi Terhadap Agama Local: Pegalaman Suku Bangsa Dayak 1992", banyak sekali dipaparkan nama-nama penulis yang mendeskrisi tentang Dayak, secara garis besar disebutkan Dayak adalah adalah label kolektif untuk menyebut ratusan suku asli yang mendiami borneo atau pulau kalimantan. Menuru Kedit (78), King (88), Ukur (92) dalam buku mereka mengatakan Dayak adalah bangsa pribumi (istilah pribumi lihat dalam pandangan Djuweng dan Sandra, 1994) yang mendiami Borneo dari ratusan klompok sub-entnoliguistik.mereka di golongkan dalam kelompok besar Dayak berupa rumah panjang, corpus tradisi lisan, adat istiadat, unsur- unsur linguistic struktur social, Bentuk senjata dan pandangan tentang dunia, Dan Djuweng menambahkan juga, persamaan lain yaitu cara-cara berkesinambungan dalam mengekstrasi sumberdaya alam dan pengunaan teknologi. Davit Jenkins dan Guy Sacerdoty yang menulis juga dalam "far eastern economic review (78)" mengambarkan orang Dayak sebagai "the legendary wild man of borneo" (manusia liar borneo yang legendaries). Sementara Jan Ave dan Victor King (85) melukiskan mereka sebagai "The people of the weaving forest" (orang dari hutan yang meratap) dan ada pula yang menggambarkan mereka sangat parah sebagai "the headhunters of borneo" (pemburu kepala dari borneo) hal ini semakin menambah bingung manusia-manusia Dayak terhadap identitas dirinya berakibatkan mereka seakan akan malu mengangab diri mereka sebagai orang Dayak atau manusia Dayak yang empunya pulau kalimantan. Terlebih lagi Dalam masa sebelum indonesia mardeka lebel Dayak adalah Ejekan orang terhadap suku asli yang mendiami pulau kalimantan dan menyimpang dari norma agama islam. Dayak Di ibaratka Ikan dan belacan busuk di warung atau anjing kurus dan kurap dijalanan, lebel yang selalu melekat di Manusia Dayak adalah tidak beragama atau kafir, kotor, liar, tidak tau aturan, gila, buas, terbelakang, tidak berbudaya dan berekor Hal Ini digambarkan dengan jelas oleh penulis yang bernama Mill Rokaert (85). Secara nyata dalam ucapan setiap hari orang dayak sendiri tidak pernah menyebut dirinya adalah orang Dayak, mereka menyebut dirinya adalah orang kayan, kanayan, iban, punan, bukat, embaloh, bekati, jangkang dll mereka semua terbentuk dan hidup dalam tatanan adat istiadat yang diwariskan turun temurun dari nenek moyang mereka di pulau kalimantan, pengklasteran atau pendefinisian manusia Dayak secara sepihak yang dilakukan penulis dan penelitian (Buku berjudul Dekolonisasi metodologi karya Linda tuhiwai smith ) dapat dianggab sebagai Bentuk penjajahan yang dilakukan dengan cara megkondisikan komunitas tertentu dengan merubah cara pandang dan cara berpikir sehinga melahirkan paradigma baru sehingga melahirkan kondisi baru, namun kondisi seperti apa yang terjadi sekarang ?. dari sejarah dunia harus kita pahami bahwasanya ada terjadi dua buah pertentangan (idiologi atau pemikiran hidup, cita-cita hidup, konsepsi hidup) besar yang muncul yaitu pandangan hidup kapitalis (uang adalah penguasa) dengan pandangan hidup komunis (sosialis ortodok atau kaum komunal bisa dikatakan kehidupan tampa kepemilikan individu, hudup bersama) dua pemikiran ini sangat berimplikasi pada kehidupan kita. Hal semacam ini melahirka sebuah pola berpikir baru dalam kehidupan bermanusia, dan kemudian melahirkan pardigma baru sehingga kemudian menjadi peradigma bersama yang bertujuan untuk menghilangkan sejarah yaitu harta warisan nenek moyang mereka yang bertujuan mengembagkan moderenisme dan kemajuan teknologi serta golobalisasi sehinga melahirkan budaya baru dan pola tata kehidup baru demi sebuah dunia baru yaitu dunia imajinasi manusian. Pemaksaan budaya baru dengan dalih moderenisasi dan kemajuan teknologi serta perkembangan golobalisasi bermuli dari "evolusi industri pada tahun 60-an" yang ditandai dengan mengantikan tenaga kerja manusia dengan mesin (Munculnya Kapal Uap). Hal ini mewabah keseluruh dunia melahirkan sejarah baru mengakibatkan bermuculan industri-industri Kapital, ini lah pendorong terjadinya budaya baru yaitu budaya gengsi, jaga imet, dan mau jalan mudah, dewasa ini budaya ini mewabah keseluruh penghuni dunia bagaikan virus. Budaya instant ini adalah pola kondisi yang dilakukan kelompok kaum mayoritas atau kaum pemodal serta Negara untuk menanamkan dogma- dogma uang. Kembali kepada komunitas Bangsa Dayak mereka terkenal dengan konsep kesederhanaan, produksi sederhana, teknologi sederhana, dan tata kehidupan berazaskan harmonisasi keseimbangan dalam kesederhanaan dengan pola dan konsep kepemilikan komunal, budaya gengsi, jaga imet, dan mau jalan mudah yang sangat berbeda dengan konsep budaya manusia Dayak berarti sama saja artinya menyesatkan manusia Dayak, bermacam cara yang dilakukan untuk memaksa budaya baru terhadap manusia Dayak misalnya yang dilakukan sekarang melaui pola pendekatan budaya local dengan cara pelesetan budaya contoh pelesetan budaya yang telah terjadi saat ini "Jongan berubah menjadi Karoke Temple, Sabung Ayam menjadi Arena Perjudian, Naikdago berubah menjadi Pasar Malam, dll" masih banyak lagi hal demikian hanya dijadikan alat kepentingan kekuasaan yang dilakukan kelompok kaum mayoritas dan kaum pemodal serta Negara arti kata Militerismenya, untuk menghilangkan identitas Manusia Dayak, agar tidak tercipta simpul kekompakan manusia Dayak, sehingga tidak terbentunya Persatuan Bangsa Dayak Yang Mardeka yang dapat menentukan nasibnya sendiri (self-detemination by indigenous peoples). Bersatu Rebut Kekuasaan: Hancurkan Kapitalisme, Imperialisme, Neo-Liberalisme, Bangun Sosialisme! Situs Web: http://come.to/indomarxist Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
