ALIANSI BURUH MENGGUGAT  (ABM)  
    Jl. Basuki Rahmat No. 25, Kober Ulu RT 02/09 Jatinegara, 
  Jakarta Timur 13350. Telp. 021- 85912703 , 021-93069254
  
   
  REVISI UUK no 13/2003 KEMBALI DILAKUKAN, 
  BENDERA PERLAWANAN SIAP KAMI KIBARKAN!
   
  Keberanian pemerintah dalam merancang revisi UUK no 13/2003 tahun lalu 
membuahkan perlawanan buruh diseluruh Indonesia, perlawanan terhadap usaha 
revisi itu mencapai puncak pada 1 Mei 2006 dan berhasil memaksa pemerintah 
untuk membatalkan usaha revisi tersebut. Kemenangan kaum buruh Indonesia dalam 
menghadang usaha revisi tersebut bukanlah tanpa pengorbanan, 9 orang buruh 
ditangkap dan dijatuhi hukuman akibat aksi penolakan revisi UUK no 13/2003 pada 
tanggal 3 Mei 2006, belum lagi banyak buruh yang mendapatkan sangsi dari pihak 
manajemen akibat mengikuti aksi-aksi penolakan revisi tersebut. 
   
  Revisi UUK no 13/2003 adalah usaha pemerintah dalam membangun system 
ketanaga-kerjaan di Indonesia yang sesuai dengan system ketenaga-kerjaan yang 
diinginkan oleh kaum modal saat ini yaitu sesuai dengan system neoliberalisme. 
Jadi pelaksanaan revisi tersebut tidaklah terlepas dari proses penyusunan tata 
ekonomi dan politik Indonesia yang mengikuti tata ekonomi-politik neoliberal 
tersebut. Beberapa program neoliberal yang telah berhasil dilaksanakan di 
Indonesia hingga saat ini adalah: pencabutan subsidi pada sektor nonproduktif 
(BBM, pupuk, pendidikan, kesehatan, listrik dll), privatisasi perusahaan milik 
Negara (telkom, indosat, dll), pembebasan pasar di Indonesia untuk 
produk-produk import). Bagi kepentingan kaum modal, pelaksanaan system 
neoliberal pada hal-hal tersebut tidak lah mencukupi tanpa diikuti dengan 
menjalankan system neoliberal pada system ketenaga-kerjaan secara utuh, karena 
pada prinsipnya system neoliberal tersebut adalah systemnya kaum modal untuk
 mendapatkan sumber daya alam (bahan baku dan sumber energy) dan tenaga kerja 
dengan mudah dan murah, yang secara prinsip maupun prakteknya neoliberalisme 
merupakan sebuah penjajahan       barunya kaum modal!
   
  Rapat badan pekerja LKS Tripnas-5 pada tanggal 6 Maret 2007 bertempat di 
Hotel Puncak Raya yang dihadiri unsur pengusaha, pemerintah, SP/SB menghasilkan 
7 butir kesepakatan dan kesepakatan butir ke-6 berbunyi “Upah untuk 
penghitungan kompensasi PHK ditetapkan dengan batas maksimum dengan menggunakan 
ukuran PTKP, yang dapat menurunkan biaya absolut CDKPHK, faktor kelipatan 
sesuai dengan hak pekerja/buruh dalam ketentuan pasal 156 UUK No 13 tahun 2003”
   
  Butir ke-6 kesepakatan pertemuan tersebut membukakan wajah asli dari 
pembicaraan tentang pesangon selama ini, bahwa tujuan utama merevisi pasal 
tentang pesangon di pasal 156 UUK 13/2003 bukanlah untuk memastikan buruh akan 
mendapatkan hak pesangonnya bila terjadi PHK tetapi semata-mata agar pengusaha 
dapat melakukan PHK dengan biaya murah! PHK dengan biaya murah ini menurut kami 
adalah sebagai tahapan yang diinginkan oleh pengusaha/pemodal untuk mengubah 
system ketenaga-kerjaan selama ini yang mayoritasnya adalah system kerja TETAP 
menjadi system kerja yang FLEKSIBEL (kontrak dan outsourcing). Bila kesepakatan 
butir ke-6 pertemuan ini dilakukan maka upah maksimum untuk perhitungan 
pesangon adalah sebesar Rp 1.100.000, yang berarti meniadakan pikiran, tenaga 
dan keringat yang telah diberikan buruh/pekerja selama terikat hubungan 
industrial dengan pengusaha, sungguh ini adalah kesepakatan yang tidak 
manusiawi! Padahal pikiran, tenaga dan keringat pekerja/buruh tersebutlah
 yang menghasilkan kekayaan dan kemakmuran bagi sang pengusaha, sungguh 
menunjukkan watak serakah nya system kapitalisme!
   
  Keterlibatan unsur serikat pekerja/buruh dalam kesepakatan ini yaitu: Buyung 
Marizal dan Alboin Sidabutar (KSPSI), Djoko Hariyono (SPN), Djunaidi Ali 
(SARBUMUSI) dan Suripto Sabardi (FSP BUMN) merupakan PENGHIANATAN terhadap 
perjuangan dan pengorbanan kaum buruh Indonesia dan menunjukkan keberpihakan 
sejati mereka bukanlah pada kaum buruh tapi pada pemodal/pengusaha dan mereka 
adalah antek untuk pemiskinan kaum buruh Indonesia.
   
  Hasil rapat badan pekerja LKS TRIPNAS ini kembali menunjukkan keberpihakan 
dan pengabdian pemerintahan SBY-JK adalah pada kaum modal, Janji untuk 
membatalkan revisi UUK no 13/2003 ternyata BOHONG! Malah pemerintah SBY-JK 
bersama dengan mayoritas Partai di DPR menetapkan UU PENANAMAN MODAL yang anti 
rakyat.
   
  Sekali lagi, sudah makin jelas bagi kami kaum buruh, bahwa rejim yang hari 
ini berkuasa dinegeri ini bukanlah pemerintah yang akan membawa rakyat 
Indonesia pada kesejahteraan, dan teguhlah sudah keyakinan kami bahwa 
kesejahteraan sejati bagi mayoritas rakyat Indonesia hanya akan terjadi bila 
kekuasaan negeri ini ada ditangan kelas pekerja.
   
  Kami dari Aliansi Buruh Menggugat yang merupakan aliansi dari serikat–serikat 
pekerja/buruh demokratis di Indonesia dengan ini menyatakan:
  
   Bubarkan      LKS TRIPNAS karena bersifat elitis dan hanya alat kepentingan 
kaum      modal/pengusaha, dan BENTUK DEWAN PERLINDUNGAN BURUH sebagai wadah    
  perlindungan hak-hak kaum buruh.
   Menolak      hasil rapat Badan Pekerja LKS TRIPNAS tanggal 6 Maret 2007 
karena tidak      sesuai dengan kepentingan mayoritas pekerja/buruh dan hanya 
akan      menghasilkan pemiskinan pada kaum buruh dan keluarganya.
   Menuntut      serikat buruh yang terlibat dalam LKS TRIPNAS agar melakukan 
pertanggung      jawaban terbuka pada seluruh buruh di Indonesia terhadap 
kesepakatan      yang telah diambil di LKS TRIPNAS.
   Menyerukan      kepada seluruh kaum buruh di Indonesia untuk bersatu dan     
 kembali mengibarkan bendera perlawanan terhadap usaha pemiskinan yang saat     
 ini dilakukan oleh pemerintahan SBY-JK dan juga partai-partai politik yang     
 ada diparlemen. 
   Menyerukan      kepada seluruh kaum buruh/pekerja, kelompok-kelompok 
demokratik (tani,      mahasiswa, perempuan, dll) di Indonesia untuk bersatu 
dan berjuang dalam      AKSI MAYDAY 2007 untuk MENOLAK PENJAJAHAN BENTUK BARU 
di Indonesia.
   
  Jakarta, 17 April 2007,
   
  Anwar Ma’ruf
  Koordinator BPN-ABM
  
       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]



Bersatu Rebut Kekuasaan: Hancurkan Kapitalisme, Imperialisme, Neo-Liberalisme, 
Bangun Sosialisme!

Situs Web: http://come.to/indomarxist
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke