bung barid....anda jangan salah terka, itu bukanlah suatu serangan, saya kira 
dalam sebuah diskusi perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, dan yang tidak 
wajar adalah ketika emosi ikut berbicara serta dibawa terus sampai keluar dari 
forum diskusi.
  bung barid....saya yakin "marx" bisa lahir dibumi nusantara ini, tidak dengan 
nama "marx", karena pikiran marx akan selalu hidup dalam setiap manusia yang 
tersingkir oleh kaum kapitalis, tapi saya tidak yakin pikiran marx hidup dalam 
manusia kapitalis.
  bung barid saya memasuki milis ini bukan untuk berperang dengan saling 
menyerang, tapi untuk saling bertukar pikiran memetakan kebebasan dalam 
berpendapat.
   
   
  salam hangat,
  okeu

barid islam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          wah......ternyata satu serangan begitu menohok. memang demikian jika 
seseorang sudah sangat ortodok terhadap pilihan hidupnya. saya salut pada marx 
karena ialah pejuang sejati. tapi bisakah "marx" lahir dibumi nusantara ini 
tidak dengan nama "marx".

salam hangat,
barid

okeu zidni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
saya sependapat dengan bung sprague apa yang diungkapkan oleh bung marxist2 
hanyalah utopia, anda seperti tidak menyadari sifat alami manusia, apalagi 
manusia yang memiliki kekuasaan, terlebih lagi ia menjadi penguasa ditanah 
pertiwi ini.
memang undang2 dan demokrasi di negara tidaklah jelek, tapi orang yang 
menjalankan dan mengawasinya, amat sangat patut dipertanyakan.

bung barid 
saya ingin bertanya apa yang anda maksud dengan bahasa dan kehendak rakyat, 
seperti apa bahasa dan kehendak rakyat itu.
dan saya disini tidak membangga2kan diri karena saya seorang marxist.
mungkin harus anda ketahui bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri untuk 
berjuang, jika cara anda berjuang adalah dengan langsung turun kebawah itu 
terserah anda, tapi jangan anda paksakan cara anda kepada kami.
anda mungkin pernah belajar memahami teman2 anda di FRD, FPPI dan FMN, tapi 
apakah anda memahaminya?

salam,
zidni

----- Original Message ----
From: ted_sprague <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, April 9, 2007 11:40:48 PM
Subject: [indo-marxist] Re: KASIHAN MARX KALAU KITA SELALU MENYANJUNGNYA

Bung Barid Islam,

Argumen Bung sungguh tidak ada nilainya sama sekali di dalam diskusi
ini karena Bung tidak menjawab tulisan/argumen saya sama sekali. Yang
bung serang justru apakah saya "sudah turun ke basis selami bahasa
rakyat", menuduh saya berbangga ria sebagai "marxis, saya ML, saya
maoist". 

Apa perlu saya tulis resume aktivitas riil saya di dalam gerakan
sosial? Apa perlu saya paparkan bahasa apa yang saya gunakan ketika
melakukan agitasi dari bawah? Tentu tidak, semua itu tidak relevan.
Yang relevan sekarang adalah argumen yang saya paparkan sebelumnya. 

Sangat disayangkan kalau semua debat di milis indomarxist hampir
selalu berakhir dengan tuduhan-tuduhan personal semacam itu, semua
debat berakhir dengan tuduhan "Loe ngaku-ngaku lebih radikal" atau
"loe cuman onani ide saja, turun ke jalan donk!"; bukannya menjawab
dengan argumen yang sistematis.

Teman-teman, mari kita singkirkan debat personal semacam itu dan
kembali ke sebuah debat yang sistematis dan fraternal (Salut untuk
Bung Ruevara atas balasannya yang berbobot).

Salam,
Ted S

--- In indo-marxist@ yahoogroups. com, barid islam <baridprorev@ ...> wrote:
>
> kawan-kawanku para penganut marx,
> sungguh senang bisa gabung dengan pemikir-pemikir progressif.
sayangnya kok dari dulu debatnya selalu saja soal siapa yang paling
radikal, paling marixist, paling kiri. 
> kawan, ideologi memang penting tapi simpanlah idologi diotakmu.
bicarakan secara terbuka kepada orang-orang yang memang kamu anggap
sudah sepaham. jangan ngawur ke sana kemari bangga bilang-bilang saya
marixis, saya ML, saya maoist.
> kalau masih bangga soal-soal gituan lebih baik hidup aja di rusia
atau dicina. Indonesia punya "idologi" berbeda. daripada lu pada
ngributin mana yang paling hebat mendingan pada turun ke basis selami
bahasa rakyat. ga usaha maksain marx nyampe-nyampe desa. kasian marx.
kalau dia hidup di Indonesia aku yakin dia juga ngga akan seperi
kalian yang membanggakan diri sebagai seorang marxist. 
> SESUAIKAN! SESUAIKAN DENGAN BAHASA DAN KEHENDAK RAKYAT!
> 
> Salam,
> Barid (nama asli)/ pernah belajar memahami teman-teman PRD, FPPI
dan FMN
> 
> ted_sprague <ted_sprague@ ...> wrote:
> Salam Bung Marxist2(Joy) dan teman-teman lainnya,
> 
> Ketidakmengertian Bung Marxist2 akan Marxisme dan agenda perjuangan
> kaum Marxist telah membuat dia berkoar-koar tentang perjuangan Kaum
> Marxis tanpa arah, dan menyesatkan. 
> 
> Dia berbicara mengenai hak-asasi manusia, tetapi lupa kalau hak asasi
> manusia itu merupakan fungsi dari perjuangan kelas. Tidak ada
> pengertian hak asasi manusia yang absolut; semua tergantung
> kepentingan kelas mana. Ada dua kelas di dunia kita, kelas buruh dan
> kelas borjuis. Dalam pertentangannya, kedua kubu akan menyongsong
> nilai hak asasi manusia ke depan; kaum borjuis akan menyokong hak
> kepemilikan alat produksi (dan hak hak borjuis lainnya) sebagai hak
> asasi manusia, dan kaum buruh akan menyokong hak-hak buruh (upah
> layak, dll) sebagai hak asasi mereka. Inilah pertentangan kelas yang
> sudah berlangsung berabad-abad. Apakah akan ada jalan tengah? Bagi
> mereka yang bermimpi ada jalan tengah, mereka tidak tahu sejarah atau
> mereka ada di pihak kaum borjuis yang ingin mempertahankan "hak asasi
> manusia' untuk memiliki alat produksi dan menghasilkan laba uang
> dengan berbagai cara. 
> 
> Dan lagi Bung Marxist2 berbicara mengenai dialog politik berdasarkan
> undang-undang yang kita punya sekarang, apakah Bung Marxist2 tidak
> tahu mengenai sejarah? Apakah mereka yang sekarang berkuasa akan
> menyerahkan kekuasaan mereka melalui jalur dialog politik atau jalur
> "demokrasi" (baca demokrasi borjuis)? Sejarah telah menunjukkan, saat
> dimana kaum buruh mengambil kekuasaan lewat "demokrasi", kaum
> kapitalis akan membakar buku undang-undang mereka dan merebut kembali
> kekuasaan tersebut dengan cara apapun. 
> 
> Bung Marxist2 berbicara mengenai kejujuran dalam menjalani
> undang-undang; sekali lagi lupa, apakah pernah kaum penguasa bertindak
> jujur bila mana mereka terancam kekuasaannya? Atau mungkin dengan
> ramai-ramai meminta kaum penguasa untuk bertindak jujur, mereka
> tiba-tiba akan menjadi saleh? Mimpi besar! 
> 
> Bung Marxist2 berbicara mengenai model demokrasi yang cocok untuk
> negara kita; model demokrasi apapun akan selalu berakhir dengan
> kekuasaan pemilik modal (kaum borjuis) karena mereka tetap menguasai
> ekonomi. Perjuangan kaum buruh bersama-sama dengan kaum Marxis adalah
> perjuangan untuk kepemilikan ekonomi oleh pekerja; dengan buruh
> sebagai pemilik alat produksi, maka akan tercapai model demokrasi oleh
> buruh dan untuk buruh. 
> 
> Pandangan Bung Marxist2 adalah pandangan yang sangat menyesatkan bagi
> perjuangan kaum buruh (dengan tani dan miskin); dia sendiri telah
> menebarkan ilusi demokrasi borjuis. Perjuangan gerakan kiri harus
> disertai dengan perjuangan ideologi dan perspektif, guna menyaring
> keluar semua ide yang salah dan menyesatkan dan mencapai satu ide
> revolusioner yang akan memberikan kemenangan mutlak bagi kaum buruh.
> Demokrasi dan hak asasi pekerja hanya dapat dicapai melalui
> kepemilikan ekonomi sepenuhnya oleh pekerja; hanya dengan itu semua
> pekerja dapat menentukan nasibnya sendiri!
> 
> Ted Sprague,
> 7 April 2007
> 
> --- In indo-marxist@ yahoogroups. com, "marxist2" <marxist2@> wrote:
> >
> > Didunia yang modern seperti sekarang dimana semua orang bicara hak-
> > hak asasi manusia, rasanya dalam diskusi di milis ini, perlu dibuka 
> > diskusi jujur tentang tempat hak-hak asasi manusia bagi kelompok 
> > marxist indonesia.
> > 
> > 1.Jika kelompok marxist indonesia kelihatannya ingin "berani mati" 
> > bagi hak - hak buruh , orang tertindas, kaum yang sering 
> > dipinggirkan, apakah itu pertanda bahwa hak-hak asasi manusia di 
> > junung tinggi dalam pemahaman kaum marxist?
> > 2. Dalam konteks kapitalisme indonesia yang diback up oleh militer 
> > (mengutip pernyataan kaum marxist indonesia)model perjuangan kaum 
> > marxist terwakili dengan kata "Melawan". Melawan sebagai bentuk 
> > perjuangan kaum marxist rasanya harus mengandaikan pola pendekatan 
> > bercorak diaolog politik, tentunya melalui aturan main atau undang - 
> > undang yang berlaku. 
> > Saya yakin bahwa undang - undang di negara kita jika dilakukan 
> > dengan jujur, akomodotaif terhadap setiap aspirasi termasuk apa yang 
> > sedang diperjuangkan oleh kaum marxist indonesia (memperjuangkan 
> > kaum miskin)
> > 3. Sebagai negara yang sedang berjuang untuk demokrasi yang lebih 
> > mantap, saya kira banyak orang sadar bahwa perjuangan menuju 
> > demokrasi butuh ide - ide penyeimbang. Social Democrat yang adalah 
> > jiwa kaum marxist adalah varian lain yang mau tidak mau harus 
> > menjadi bahan diskusi untuk memikirkan model demokrasi apa yang 
> > sesuai konteks negara kita. Mengapa harus didiskusikan?
> > Karena melihat konteks awal paham social democrat, paham ini muncul 
> > dari negara-negara tertentu yang bergulat dengan persoalan besarnya 
> > gap antara kaum kapitalis dengan masyarakat bawah.
> > Tetapi jika carut marutnya wajah negeri ini disebabkan oleh 
> > persoalan yang sama, rasanya benar kita harus sama - sama belajar 
> > untuk memberikan tempat yang layak dan pantas bagi kaum miskin yang 
> > tentunya memiliki hak hidup yang sama dengan kaum pemilik modal.
> > 
> > 4. Gaya hidup monopoli memang telah menempatkan kaum pemilik modal 
> > menjadi " tuan" atas buruh dan kaum miskin. Ini terjadi di negara - 
> > negara yang katanya demokrasi. Ah.. rasanya kata Demokrasi sering 
> > sekali hanya menjadi sebuah kata sastra dari sebuah untaian Puisi 
> > kaum pemilik modal untuk menidurkan kaum miskin yang jumlah lebih 
> > dari 3/4 penduduk negeri kita.
> > Sepertinya sudah saatnya masyarkat bangun dari tidurnya lalu 
> > berjuang mendapatkan hak-haknya kembali.
> > Meskipun demikian, perjuangan itu harus dilakukan dalam konteks 
> > dialog. Mari kita mengajar orang lain untuk hidup demokrasi. Kita 
> > perlu berjuang belajar menempatkan semua orang dalam posisi yang 
> > sama dalam sebuah kehidupan demokrasi.
> > 
> > 5. Mari kita bangkit, dan bela hak - hak mereka (anak -anak, dan 
> > kaum perempuan) yang tertindas.
> > 
> > Joy!
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------ --------- --------- ---
> Need Mail bonding?
> Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

__________________________________________________________
The fish are biting. 
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
http://searchmarketing.yahoo.com/arp/sponsoredsearch_v2.php

[Non-text portions of this message have been removed]

---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]



Bersatu Rebut Kekuasaan: Hancurkan Kapitalisme, Imperialisme, Neo-Liberalisme, 
Bangun Sosialisme!

Situs Web: http://come.to/indomarxist
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke