Terima kasih, pencerahannya,

 
terima kasih Pak Tommy, dan Pak Ujang

Imansyah

--- Tomi Wijanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> > 1. Saya mau tanya kegunaan script ini
> > alter session set events = 'immediate trace name
> > flush_cache';
> 
> Perintah di atas akan membersihkan memori
> buffer_cache
> di oracle. Biasanya di jalankan di oracle versi 9i
> (gak yakin kalau bisa dijalankan di < 9i).
> Kalau di oracle 10g, fungsi yg sama telah tersedia
> dengan command: 
>  alter system flush buffer_cache;
> 
> > 3. Apakah dengan perintah ini, apabila database
> > dalam keadaan peak bisa "normal" kembali, / tidak
> > berat ?
> 
> Perintah tsb biasanya tidak utk dijalankan di
> production. Kegunaannya lebih utk testing. Misalkan
> Anda ingin membandingkan performance I/O dari query
> di
> database yg berbeda, utk menghindari data yg diquery
> sudah tersimpan di memori buffer, maka buffer_cache
> di
> flush di kedua db tsb.
> 
> Kalau di lakukan di production, impactnya semua blok
> data yg telah ada di buffer akan dihapus. Efeknya,
> blok2 tsb harus kembali diambil dari disk yg jauh
> lebih lama aksesnya dibandingkan memori. Jadi
> efeknya
> justru sangat jelek.
> 
> > 2. Bagaimana release process yang sudah dikill
> > (remark
> > to kill) tidak menggantung lagi
> 
> Biasanya, session tidak bisa di kill karena sedang
> melakukan sesuatu yang agak berat. Misalkan saja
> update/delete dalam jumlah yg besar, atau transaksi
> terdistribusi melalui dblink. Setelah bbrp saat
> (bisa
> lama juga sih), normalnya proses pmon akan
> membersihkan  proses tsb. Saya rasa itu normal
> karena
> oracle harus menjaga konsistensi data.
> Kecuali Anda melihat kalau proses tersebut terus
> memakan resource dan tetap exist dalam waktu yg
> lama.
> Untuk itu lebih baik kontak oracle support
> (metalink).
> 
> > 4. Untuk server database bagaimana mengatur
> downtime
> > yang bagus.
> > 
> > terima kasih
> > 
> > Imansyah
> > 
> 
> down-timenya pada saat database tidak dipakai user
> :)..hehe..
> 
> Secara garis besar kita memiliki 2 jenis downtime,
> yg
> direncanakan (misal: apply patch, reorganisasi data)
> dan tidak direncanakan (misal: db/server
> crash,bencana
> alam).
> Umumnya kita berusaha meminimalkan impact dari
> setiap
> downtime terhadap bisnis. 
> 
> Downtime yg direncanakan mungkin tidak terlalu
> masalah, yang penting eksekusi harus sesuai dengan
> yg
> direncanakan, makanya perlu di-test berulang2
> sebelum
> dijalankan di production.
> 
> Downtime yg tidak direncanakan inilah yg mesti
> dipersiapkan utk seminimal mungkin. Misalnya
> menggunakan cluster utk proteksi thd server/instance
> crash, menggunakan standby db utk proteksi thd
> bencana; duplikasi jalur network, disk, ups.
> Seberapa
> tinggi high-availability yg ingin dicapai akan
> dibatasi oleh cost utk implementasi. Jadi perlu
> justifikasi bisnis disini.
> 
> Cuma utk hal yg basic, pastikan dulu untuk
> mendapatkan
> database yang stabil, sehingga database tidak
> sering2
> down hanya karena masalah sepele. Pastikan
> konfigurasi
> database sudah benar, jumlah disk yg dialokasikan
> cukup, aplikasi terkontrol, dan resource cpu/memori
> memang reasonable sesuai dgn workload.
> 
> 
> regards,
> tomi
> 
> 
> 
>  
>
____________________________________________________________________________________
> Get your own web address.  
> Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
> http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL
> 



 
____________________________________________________________________________________
Sucker-punch spam with award-winning protection. 
Try the free Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html

Kirim email ke