Dear Caterin, Metode data guard maximum performance adalah ASYNC, dimana ada delay beberapa saat untuk sinkronisasi archive log antara primary dengan standby db. Toleransi gab archive log antara primary dengan standby adalah 1, jika lebih dari itu berarti ada masalah dengan setting dataguard anda.
Cek pada primary dan standby db Anda dengan query berikut : select dest_id, destination, status, error from v$archive_dest where destination is not null; Mohon info hasilnya Regards, Defry ________________________________ From: caterin <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, September 3, 2010 4:47:06 PM Subject: [indo-oracle] dataguard maximum performance mode Dear Bapak/Ibu, saya mau bertanya beberapa hal mengenai dataguard. Kemarin saya mencoba melakukan demo dataguard dengan mode maximum performance dan real time apply. Kemudian saya simulasikan failover dengan cara: 1. insert data sebanyak 1 miliar record dari client dengan cara looping ke sebuah tabel dummy pada database primary (A) 2. pada saat insert dilakukan, network pada database primary(A) diputus sehingga client dan database standby(B) juga tidak dapat terhubung dgn database primary(A) 3. Pada saat demikian, saya melakukan failover ke database standby(B). sehingga database standby(B) menjadi database primary dengan status open. 4. kemudian network saya sambungkan kembali, pada database primary yang asli(A) saya cek jumlah datanya mencapai 9 jutaan. sedangkan pada database secondary datanya masih 0 Padahal saya cek di folder archive log, berbeda 23 log tetapi ada yang sudah terkirim kok.. Apakah ada dari bapak/ibu yang pernah mengalami kejadian yang sama? Apakah memang maximum performance itu sebegitu lemahnya proteksinya? Oh ya, apakah ada yang bisa bantu cara menghitung recover point objective(RPO) dari oracle dataguard? soalnya kalau pakai cara tadi, berarti rownya hilang semua yah? :( Mohon masukannya dari para senior semua :) thanks, Caterin [Non-text portions of this message have been removed]

