ahh..... booong ah berita ini...
gua coba googling nama2 ilmuan di artikel ini, gak ada tugh....
yang nongol cuman berita yang sama seperti ini juga,
di website2 berbahasa indonesia.....
wew.......
h_kjd <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Url : http://www.erabaru.or.id/k_01_art_383.htm
Jejak-Jejak Mahluk Angkasa Luar
(Erabaru.or.id) - Baru-baru ini, matematikawan asal Rusia,
menyatakan, makhluk angkasa luar pernah datang ke bumi sekaligus
meninggalkan informasi dan penanggalan mereka untuk peradaban
manusia. Frader menuturkan bahwa temuannya ini bukan kebetulan,
melainkan hasil penelitian yang dicari-cari selama bertahun-tahun.
Banyak peneliti mencermati, bahwa dalam novel dan legenda manusia,
ada sejumlah peristiwa yang mirip dan terjadi secara bersamaan. Dan
peristiwa–peristiwa ini menjelaskan bahwa peradaban makhluk angkasa
luar pernah mengunjungi bumi pada zaman purbakala.
Ada yang menuturkan, bahwa sangat sulit bagi manusia untuk melacak
jejak makhluk angkasa luar. 2/3 areal di bumi adalah samudera, kutub
selatan dan utara keduanya diselimuti dengan salju tebal, sedangkan
daerah lainnya juga terdapat hutan dan padang pasir yang luas. Ada
sarjana yang menuturkan, jika benar mahkluk angkasa luar datang ke
bumi, mereka juga akan mempertimbangkan : sebetulnya informasi apa
yang ada disana sehingga dapat tersimpan setelah ribuan tahun.
Frader menuturkan, bahwa mungkin makhluk angkasa luar memutuskan
meningalkan penanggalan mereka di bumi. Seperti contoh misalnya,
ketika firaun Mesir mewarisi tahta kerajaan, biasanya ia akan
mengucapkan sebuah janji yang sangat unik : mereka janji tidak akan
mengubah sedikitpun terhadap perundang-undangan.
Banyak sekali dokumen zaman kuno mengungkapkan 2 nama dewa
kecerdasan : Thoth (dewi bulan dalam legenda Mesir) dan dewa Hermes
dalam legenda Yunani (dewa yang menyampaikan pesan kepada para
dewata sekaligus pengurus perdagangan, penunjuk jalan, ilmu
pengetahuan, penemuan, kefasihan lidah (pandai berbicara),
keberuntungan dan sebagainya). Dalam legenda tersebut dikatakan
sejumlah buku tertentu disembunyikan sebelum kembali ke langit. Ada
juga sarjana yang meramalkan buku kecerdasan dewa berusia ratusan
tahun dan tidak hancur. Lagipula dewa juga tidak menginginkan
manusia menemukan dan membaca isi buku tersebut.
Matriks Sofia adalah letak rahasia kuncinya
Manusia tidak perlu membaca teknologi dan ilmu pengetahuan yang
ditinggalkan makhluk luar angkasa di bumi, tapi yang belakangan ini
memang benar eksis di bumi. Seperti misalnya matriks penanggalan
permanen yang ditemukan di sebuah gereja di Ukraine. Matriks ini
membuat anda dengan mudah sekali memecahkan masalah waktu dalam
periode apapun. Dan ilmuwan sekarang menjadikan matriks penanggalan
ini sebagai titik awal penelitian kode zaman kuno.
Makhluk angkasa luar pernah merombak gen manusia?
Beberapa hari yang lalu, ilmuwan asal Perancis mendapatkan sebuah
kesimpulan yang mengejutkan setelah meneliti sususnan gen DNA
manusia di berbagai daerah di dunia : kurang lebih pada 1.000 tahun
silam, "suatu makhuk hidup pernah merombak gen manusia, sekaligus
menanamkan sebuah `informasi gen' yang penting di dalamnya, sehingga
dengan demikian inteligensi manusia meningkat luar biasa."
Hipotesa ini membangkitkan semangat, sebab jika akhirnya terbukti,
maka ia pasti akan menjadi bukti penting akan eksistensi peradaban
di luar planet bumi. Dan media setempat Rusia juga menyebutkan,
peneliti obyek terbang asing Amerika baru-baru ini menyebutkan,
bahwa makhluk angkasa luar dari alam semesta selain memakai cara
teknologi dan militer menyelidiki bumi, sejak akhir abad ke-20,
mereka juga mengunakan cara-cara lain mencuri data gen manusia dan
di bawa ke luar angkasa untuk riset.
Hujan Merah
Profesor Wickeramasinghe yakin bahwa kehidupan berasal dari angkasa.
Hal ini berpangkal dari hujan merah aneh di kawasan India sebelah
Selatan juli 2001 silam. Setelah hujan berlalu, orang-orang
menemukan benda misterius. Ilmuwan menyebutkan, bahwa (titik) hujan
merah cemerlang ini besar kemungkinan mengandung jejak kehidupan
makhluk angkasa luar. Menurut laporan The Sun Inggris, bahwa ketika
meteor melintas di angkasa dan meledak setelah terjadi gesekan atau
berbenturan dengan atmosfer bumi, dimana dalam 2 bulan secara
kontinue, sejumlah besar titik hujan berwarna merah cemerlang.
Menurut laporan BBC, ketika itu penduduk setempat mengira hujan
merah yang aneh itu adalah pertanda datangnya kiamat. Namun
pemerintah daerah setempat mengklarifikasinya: Hujan merah ini hanya
merupakan debu padang pasir dari kawasan Arab.
Tapi doktor Gofrey Louis dan Sejawatnya Wickeramasinghe dari
Universitas Gandhi menuturkan, bahwa dalam cairan-cairan merah
tersebut, dimana secara "biologis mengandung suatu partikel hidup
warna merah yang mirip dengan sel". Mereka menuturkan, bahwa
partikel-partikel merah tersebut seperti suatu kehidupan yang
berasal dari angkasa luar, paling tidak ada 5 ton partikel demikian
yang mengumpulkan karbon dan gas yang kemudian membentuk titik hujan
berwarna merah cemerlang dan jatuh ke bumi.
Kesimpulan doktor Godfrey Louis ini berdasarkan sejumlah sel
binatang yang sangat kecil yang ditemukannya dalam hujan merah ini,
semua sel-sel ini tidak ber-DNA. Sedangkan sel semua makhluk hidup
di bumi mesti memiliki DNA!
Belakangan ini, pendapatnya itu telah menimbulkan kontroversial di
antara para ilmuwan di seluruh dunia. Dan perdebatan tentang asal
muasal sel-sel misterius ini pun muncul karenanya.
Dan baru-baru ini, satuan produksi Horizon BBC menemani profesor
Wickeramasinghe berangkat ke selatan India untuk menyelidiki lebih
lanjut terhadap hujan merah ketika itu. Di India Wickeramansinghe
bertemu dengan doctor Louis, kemudian mereka mewawancarai sejumlah
saksi mata hujan merah tersebut. Di saat yang sama Wickeramasinghe
juga meninjau tugas terbaru doktor Louis.
Doktor Louis mempertunjukkan mikroba angkasa yang ditemukan dalam
hujan merah tersebut yang diluar dugaan dapat menahan suhu panas
setinggi 300?C! melihat itu Wickeramasinghe lantas meyakini bahwa
hujan merah itu merupakan suatu bentuk kehidupan dari angkasa luar.
Wickeramasinghe menuturkan : "sebelum ke India, saya masih ragu apa
benar hujan merah ini adalah tamu dari luar angkasa. Namun, setelah
tiba di India, saya sangat yakin atas hal ini!
Bersamaan dengan itu, Badan Antariksa Nasional AS masih meneliti
daya tahan bakteri di bumi terhadap keadaan yang ekstrem dingin itu.
Dan hasilnya ditemukan, bakteri-bakteri tertentu ini memiliki daya
tahan yang sulit dipercaya terhadap ekstrem dingin ataupun panas,
cukup mengikuti sebuah meteorit melintasi angkasa menuju bumi.
Profesor Wickeramasinghe menuturkan : "dalam perjalanannya ke bumi,
bakteri-bakteri ini mesti menahan suhu yang ekstrem rendah, ruang
hampa udara, sinar ultraviolet, sinar kosmos, sinar x dan faktor-
faktor lainnya di angkasa."
Dalam 10 tahun belakangan ini, ilmuwan semakin serius menyikapi
Panspermia (teori embrio asing) ini. Minat penyelidikan NASA
terhadap kehidupan di luar angkasa juga semakin kuat. Dan sehubungan
dengan hal ini mereka membuat sebuah kapal selam yang dikendalikan
robot, yang direncanakan untuk mencari tanda-tanda kehidupan di
samudera yang banyak terdapat satelit di Jupiter. Dan saat ini kapal
selam ini tengah di uji coba pelayarannya di suatu danau di negara
bagian Texas, AS.
Seandainya kehidupan awal benar-benar dari planet luar, maka semua
makhluk hidup di bumi termasuk manusia berasal dari evolusi
kehidupan pertama ini. Dan jika ditilik dari pengertian ini,
bukankah kita semua ini merupakan makhkluk angkasa luar dalam arti
tertentu.
Misteri Puing-Puing Pesawat dan Mayat Makhluk Angkasa di Siberia
Ilmuwan Rusia dilaporkan telah menemukan bongkahan piring terbang
(UFO) yang diselimuti bongkahan es raksasa di Siberia secara tidak
sengaja ketika mereka mencari tambang uranium. Mengutip pernyataan
ilmuwan Rusia Dr. Yuri Gortonin bahwa penemuan rongsokan piring
terbang berdiameter 50 yard adalah "penemuan paling bersejarah di
dunia".
Berdasarkan komputer 'scanning' dan foto ultrasonik, menurut Yuri
Gortonin yang memimpin 22 anggota tim riset , pada rongsokan piring
terbang itu terdapat 31 mayat makhluk angkasa luar. Dan karena medan
yang terlampau sulit maka mayat-mayat itu baru akan dievakuasi pada
pertengahan Desember. Piring terbang itu diduga jatuh di Siberia
karena "kecelakaan" dan mendarat darurat di Siberia sekitar 100
tahun lalu. "Kemungkinan piring terbang itu kehabisan bahan bakar
dan terpaksa melakukan pendaratan darurat di padang es yang membeku
dimana suhu udaranya 50 derajat di bawah nol," katanya.
Berdasarkan deteksi yang dilakukan pesawat tersebut tidak mengalami
kehancuran total. "Jadi, kami perkirakan makhluk asing itu tewas
bukan karena benturan atau luka-luka, melainkan membeku karena hawa
dingin yang luar biasa," katanya.
Selama 100 tahun timbunan es tersebut mencapai 26 kaki ketebalannya.
Pembongkaran bongkahan es raksasa tersebut, menurut Gortonin,
membutuhkan waktu beberapa pekan. Apalagi mereka harus menggali
dengan hati-hati supaya tidak menghancurkan rongsokan piring terbang
itu. (Sumber: Secret China dan Dajiyuan)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]