Wah... menurut gue informasi ini gak bisa dipercaya.

Kalau yang mengaku menemukan bukti2 dari peradaban masa lalu aja udah
salah mengindentifikasi, maka informasi macam apa yang bisa dipercaya
dari dia?

Gue jadi geli, masa gue aja bisa tahu informasi yang ini aja salah
banget loh, apalagi ahli2 bidang ilmu yang lain. Gue kan bukan ahli,
hanya sekedar hobby aja dengan ancient civilization dan udah mendapati
kesalahan besar. Yang betul adalah:

Thoth bukan dewi bulan. 
Thoth adalah laki2. 
Dia seorang dewa dan nama lainnya adalah Djehuty. 
Thoth adalah God of wisdom dan scribal profession (yang menulis
scribes dalam papyrus maupun makam2 pharaoh), writing, scribes of the
Gods sekaligus messenger of the Gods.

Thoth mempunyai mahkota berbentuk lunar disc, karena dia selalu dekat
di asosiasikan dengan bentuk lunar (bulan). Tapi bukan dewa bulan!!!
Thoth di gambarkan berbentuk baboon. Dewa bulan adalah Khon(su) yang
berbentuk anak laki2 dengan mahkota lunar dan pemujaannya di daerah
Thebes (city of the living).

Thoth adalah dewa yang setelah keruntuhan Old Kingdom mengajak dewi
Tefnut (Goddess of Rain and Fertility) pulang ke Egypt agar musim
kering di egypt segera berakhir. (nyambung deh sama e-mail yang
tadi... he he he... kebetulan banget yah).

Wilayah Egypt yang memuja dewa Thoth terletak di Middle Egypt. Jaman
dulu namanya Khmun. 

Setelah ancient egypt period memasuki era Ptolemaic Period (332-30 BC)
maka dewa Thoth berubah nama menjadi Hermes Trismesgistos. Dan alasan
inilah yang menyebabkan perubahan nama dari Khmun menjadi Hermopolis
Magna. Hermopolis artinya the city of Hermes. Sekarang nama hermopolis
sudah berubah menjadi El-Ashmunein, letak nya di sisi barat sungai
Nil, dekat kota Mallawi.

Jadi Thoth dan Hermes are two names for the same God.

Myth mengenai The City of Thoth di mulai saat Middle Kingdom, dan dewa
tertinggi saat itu adalah Amun. Bentuk baboons yang dipilih oleh Thoth
merupakan penggambaran theologis rakyat mesir saat itu dalam
memasukkan unsur natural kedalam agama mereka. Kalau tertarik, nanti
gue beritahukan lebih lanjut mengapa Thoth berbentuk baboon. 

Tapi my point is, kalau whoever yang bilang bahwa bukti2 kuno mengenai
kedatangan alien bisa dilihat dari Thoth dan Hermes, tetapi salah
mengidentifikasikan kedua dewa (yang sebetulnya satu dewa yang sama),
maka bukti2 lainnya gak bisa gue percaya. Bagaimana bisa mengambil
bukti kalau dia sendiri gak tau apa2 soal deity itu? he he he... BS
banget! 

Terutama kalau meng claim bahwa buku dari dewa berusia 'ratusan' tahun
dan tidak hancur. So you know dari tulisan gue diatas bahwa kalau
mulai dihitung dari munculnya hermopolis magna aja, yaitu kisah kota
hermopolis itu, maka buku itu harusnya berumur lebih dari 2000 tahun. 

Apalagi kalau mau di hitung dari jaman Middle Kingdom (c.2055-c.1650
BC), maka harusnya buku2 dewa alias alien itu umurnya sudah lebih dari
4000 tahun. 

Gak usah pusing2 search engine buat cari tahu, karena demi2 proving my
 point ini gue juga sudah buka buku egyptology gue untuk cari tahun
pastinya nya.. ha ha ha... 

So, bukti2 yang diketengahkan matematikawan rusia itu chronologically
incorrect! Thus, historically impossible!

Masa gue lebih pinter ngitung daripada ahli matematika Rusia? 
ha ha ha...

Ayo sapa lagi yang bisa membantah teori orang ini dari bukti2 dia yang
lain??? Kita buktikan bahwa trekkie tidak gampang percaya hoax.

Salam,
Indie


--- In [email protected], "h_kjd" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Url : http://www.erabaru.or.id/k_01_art_383.htm
> 
> Jejak-Jejak Mahluk Angkasa Luar 
> 
> (Erabaru.or.id) - Baru-baru ini, matematikawan asal Rusia, 

> Banyak sekali dokumen zaman kuno mengungkapkan 2 nama dewa 
> kecerdasan : Thoth (dewi bulan dalam legenda Mesir) dan dewa Hermes 
> dalam legenda Yunani (dewa yang menyampaikan pesan kepada para 
> dewata sekaligus pengurus perdagangan, penunjuk jalan, ilmu 
> pengetahuan, penemuan, kefasihan lidah (pandai berbicara), 
> keberuntungan dan sebagainya). Dalam legenda tersebut dikatakan 
> sejumlah buku tertentu disembunyikan sebelum kembali ke langit. Ada 
> juga sarjana yang meramalkan buku kecerdasan dewa berusia ratusan 
> tahun dan tidak hancur. Lagipula dewa juga tidak menginginkan 
> manusia menemukan dan membaca isi buku tersebut. 


Kirim email ke